Humor
Seperti pelajar sma yang lain, Dudun pergi ke sekolah tiap hari. tetapi hari ini rupanya beda dari hari yang lain. awalnya saat dia memasuki pintu angkot. Terlihat olehnya segerombol cewek yang ketawa kecil serasa mengejeknya.
Dudun jadi salah tingkah, lalu dia coba berkaca pada jendela angkot di depan nya. Dia lega karena tidak lupa menyisir rambut nya. Lalu dudun merenung lagi. jangan-jangan...,
ya ternyata Dudun Lupa memakai Celana.
pasti tadi abis sarapan Dudun lupa minum gibolan, jadinya lupa pake celana.
Tapi tidak mengapa, karena di tengah jalan Dudun menemukan rok mini.
Setelah mengalami perjalanan yang memalukan, akhirnya dadun sampai sekolah, meskipun terlambat. karena dia berprinsip lebih baik telat daripada tidak. Ia ditanya oleh satpam.
"Anumu kelihatan dari balik rok minimu" kata satpam sedikit nafsu.Ternyata aku tidak memakai CD, astaga!
Aku sangat malu.
sangking malunya teman teman ada yang sampai memotretku untuk disebarkan di internet. maklum internet sekarang sudah menjadi sarana publik yang efektif.
Buktinya banyak sekali selebritis yang senang memamerkan fotonya di Internet. Dudun menghela nafas. Ia tidak habis2nya menyesali mukanya yang buruk. Ia tidak tahu harus bagaimana untuk mengakhiri hidupnya yang malang.
ketika semangat terakhir hidupnya hampir padam, secara tak sengaja dia melihat thriller fil batman: the dark knight.. kemudian dia terinspirasi oleh harvey two face.. akhirnya dia memutuskan untuk menjadi penajahat juga.. namun baru setaraf fetishis.
setahun kemudian. nama dia sudah terkenal di mana-mana. dudun sang two face.kaya koruptor aja yah, yang satu diberi peci yang satu lagi dikasi tanduk.
Ini gara-gara kebanyakan nonton film anak-anak.. Dudun lalu berusaha memperbaiki kelakuannya, tapi tidak bisa. Ia punya kecenderungan jahat terus sama orang lain.
suatu hari dudun pergi ke dukun. dukun itu menyuruhnya untuk pergi ke gunung kidul.
Saat di gunung Kidul ia malah bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan.
Setelah berjalan beberapa meter ke arah utar gunung Kidul, ia melihat sebuah plang. Plang itu bertuliskan 'Lemah? Letih? Loyo? Dateng aja ke Salon & Spa plusplus Mbak Kokom.'.
ternyata mbak koko merupakan wanita yang ideal dan sintal. ternyata ada yang ngacung tuh.
Tiba-tiba dari langit terlihat sebuah kilatan cahaya yang sangat menilaukan mata.
apa itu, apakah itu sebuah......
pertanda keajaiban? Ternyata itu hanya kilatan lampu blitz kamera tukang foto keliling yang sedang nongkrong di atas pohon duren.
"Aku tahu keinginanmu anak muda" Kata tukang foto keliling itu dari atas pohon seperti seorang paranormal.
"Tapi sayang sekali aku tidak bisa memenuhinya," lanjut tukang foto keliling sambil membenturkan kepalanya ke buah durian yang sudah matang hingga buah itu terjatuh. "Buah duren ini bekal dariku.".
"Dan ingat anak muda! jauhi orang yang membawa kecrekan. jauhi orang itu! ingat-ingat pesanku!" tukang foto kelilling itu menambahkan sambil sekali lagi membenturkan kepalanya ke batang.
kemudian buah durian jatuh lagi, tukang foto berkata, "bawa juga durian itu, jika nanti kamu bertemu seseorang di jalan berikan durian itu kepada orang itu, kepada orang itu.".
ia lalu membawa dua buah durian itu dan mematuhi amanat dari tukang foto keliling diatas pohon.
Kemudian Dudun berjalan meninggalkan pohon durian tsb. Dudun menoleh sekali lagi ke pohon duren yang dia lewati tadi, tukang foto itu sudah menghilang! Yang ada hanya bercak-bercak darah tukang foto tadi akibat benturan kepalanya di batang pohon tsb.
Dengan yakin, Dudun kembali meneruskan perjalanan.
Di tengah jalan dia bertemu seorang polisi, di sabuknya ada sebuah kecrekan, di sakunya ada sebuah pisang raja yang baru dimakan setengahnya.
Ia teringat akan pesan tukang foto itu. 'Jauhi orang-orang pembawa kecrekan.' Ia segera balik arah dan mempercepat langkahnya.
"Eh, jangan pergi gitu aja, bo," teriak polisi dengan gaya kemayu. Dudun semakin heran... Ini polisi atau pemain lenong?
setelah dudun memperhatikan beberapa lama ternyata polisi itu adalah satpam sekolahannya yang "berubah arah dan preferensi" setelah nafsu melihat dudun memakai rok mini..
Aku merasa punya tanggung jawab dengan perubahan pak satpam. Aku harus mencarikan obat untuk menyadarkannya. Tapi gimana caranya?
Dudun teringat akan dua buah durian yang diberikan oleh tukang foto keliling itu. "Durian ini pastilah solusinya!" Gumamnya.
namun Dudun baru tersadar suatu hal! Duriannya! Oh noo mamamia lezatoo cokolatos.....!! Durennya ternyata ketinggalan di bawah baliho besar bertuliskan 'Buah Salak Buah Blewah - Bayar Pakak Bawa Berkah'. Dudun pun kehilangan satu-satunya senjatanya.
"Kamu jangan pergi dong bo.." polisi itu lalu mendekati Dudun dengan air liur yang berdleweran seperti binatang buas menemukan mangsanya. Dudun sadar. Dia harus segera bertindak.
Dudun lari balik ke baliho salak salak berkah sambil ngos-ngosan. Polisi yang ngejar juga udah ngos"an. Sampai di baliho,, oh NOOOOESS...!! DURIANNYA DIBELI ORANG! Dudun sudah pasrah mau diapain polisi. Nasib, pikirnya.
Polisi itu menyudutkannya ke sebuah gang buntu yang sepi. Dudun komat-kamit membaca doa dari doa sebelum makan sampe doa mau buka puasa. Namun, semua hal yang dilakukan Dudun makin membuat Polisi aneh ini makin bernafsu.
Tiba-tiba ada kucing lewat di depanku, tidak pakai lama, kusambar buntut kucing itu, dengan gaya ala Bruce Lee kuputar-putar kucing itu. "Doble stick Kucing, wataaa..." teriakku menirukan Bruce Lee.
"Miaaaw!" Kucing itu terlempar dahsyat ke wajah polisi aneh itu lalu serta-merta polisi itu tumbang dan mengalami gegar otak.
Gegar otak hanya gara-gara dicakar seekor kucing, sungguh memalukan. Kemudian aku kembali berjalan, kali ini ditemani seekor kucing yang akan menjadi senjataku untuk melindungiku dari segala macam bahaya.
Kucing itu nangkring di pundak kananku seperti monyet milik si buta dari gua hantu.
Setelah ngobrol-ngobrol dengan sikucing, ternyata kucing itu upgradeable. Kucing ini benar-benar bisa jadi senjata ampuh bagi Dudun.
Akhirnya aku pun memutuskan untuk memberi kucing itu sebuah nama. Maka kunamai dia adalah... Hello Kiti. Ah ga ah udah basi! Baiklah, kucing sakti itu beri nama Mellisa (terinspirasi dari mantan pacarku yang mukanya mirip kucing).. Keren gaa??
Yup Melissa! Nama yang bagus... pikirku. Ngomong2 soal Melissa, aku jadi ingat kejadian 2 tahun yang lalu, saat aku masih duduk di kelas 1 SMA.
Melissa adalah teman sekelasku yang sangat manis.
Rambutnya pendek setengkuk lurus banget. Matanya agak sipit dan hidungnya sungguh mungil. Kulitnya yang kuning langsat sungguh menggemaskan.
badannya kecil tapi berisi, kakinya jenjang dan kulitnya pun lembut namun taringnya kadang2 keluar jika melihatku pijat2tengkuk..oh melissa mengapa engkau meninggalkanku..ahsudahlahcukup dengan masa lalu..aku jadi penasaran dengan duren yang tadi,,,
Itu adalah duren keramat! biar bagaimanapun aku tak boleh menyia-nyiakannya. Ia pun berinisiatif untuk bertualang mencari duren keramat itu.
namun, duren keramat itu ternyata ada di puncak tertinggi pegunungan himalaya..
Tapi hal itu tidak mengurungkan dudun untuk mengambil kembali duren keramat.
Perjalanan mencari Duren Keramat pun dimulai......
Mission 1 : Masuki hutan belantara di barat pegunungan Himalaya.
Hutan itu begitu lebat dan banyak binatang-binatang yang berbahaya.
Tapi itu semua tak menciutkan nyali Dudun, karena ia telah memiliki senjata mutakhir, yaitu Melissa-ku.
Jika aku merasa ragu dan takut, kuelus-elus Melissa-ku untuk meningkatkan kepercayaan diriku.
Saat sedang berjalan dengan tenang, tiba-tiba dari arah tak terduga muncullah sebuah hewan seperti macan blasteran buaya dan langsung menerkamku.
aku berusaha menghindar, dengan segala macam silat yang kupelajari, aku pun mengeluarkan jurus andalanku, yaitu.....
jurus yang kupelajari dalam perjalanan mencari duren keramat, dari kitab keramat milik 7 turunan yang berjudul "Icha Icha Paradise". jurus itu adalah... jurus derita seribu tahun. dan macan blasteran buaya itu pun langsung ..
melakukan transformasi, macam indo itu rupanya bisa berubah menjadi makhluk sebesar monster dan mempunyai kemampuan menangkal semua "derita" yang diakibatkan jurus2 dari lawannya.
Tapi Aku tidak kehabisan akal,,ku bacakan mantra perubahan dengan mata saringan ku,melissa berubah menjadi monster curut berekor seribu..
Wuusshh...melissa benar-benar berubah menjadi curut berekor 999, karena manteranya kurang lengkap, jadi ekornya kurang 1.
Namun hanya ekornya saja yang banyak, walau disebut sebagai monster, namun besarnya tidak lebih besar dari kutu celana alias tumo katok.
aku pun mengambil sisir kutu warisan nenek buyut ku. hanya dengan sekali tebasan kutu itu pun keok di tanganku. aku pun kembali melanjutkan perjalananku.
Menyusuri Hutan seribu kutu, kata nenek buyutku disana ada harta kutu, yang dikumpulkan para kolonial kutu, untuk menjajah kutu kupret, yang selama ini menjadi musuh kampret.
Aku terus menyusuri Hutan Seribu kutu ini, dan mata elangku terus mengintai kepenjuru arah jika ada sesuatu yang membahayakanku, konon, kata nenek juga, disini masih ada hantu Raja kutu yang maih berkeliaran menjaga harta kutunya. Dasar Kutu Kupret!
Akhirnya Dudun berhasil juga keluar dari hutan keramat itu. Dia sekarang bersiap-siap memasuki misi ke-2 nya, yaitu....
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
RaisFawwazi: Jalan ceritanya gimana nih bro]
ghahtan: kaga tau gw juga...
RaisFawwazi: bukannya lu yg bikin nie cerpen
dijoe: yang penting ngalir aja brur... yuk mang!
kambeng: lanjut trus~
fhya: lanjuut.. hehe
Rif_NIy: trusin dounk???
Istifajar: isi juga ahh
--PrincE-YaN--: koq isa jadi mencari duren ki piye to
indra_brrr: peace.......