Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Aku adalah..

Umum

Siapa aku ??

Siapa aku?...siapa aku?...siapa aku yang sebenarnya, dan kenapa aku terdampar di hutan ini, aku benar-benar tidak mengerti.

Aku melihat sekeliling. Tak ada tanda-tanda kehidupan. Aku bingung. Siapa aku? Dimana aku? Siapa orang tuaku?

dimana anakku...dimana istriku....aku bukan siapa-siapa....aku punya siapa?

Kalau memang benar aku ini seorang manusia, lantas siapa jati diriku yang sebenarnya. Atau mungkinkah aku ini bukan manusia? Melainkan tumbuhan yang meranggas di tengah rimba yang penuh dengan serangga?

Tak habis pikir mengapa aku bisa sampai di sini. Berada di antara sosok-sosok yang melihat dengan iri.

Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya yang terbuang....Meskipun peluru menembus dadaku, aku tidak takut dan tidak akan goyah karena aku ini binatang jalang, dari kumpulannya yang terbuang. meskipun...dst.

Anak gembala, selalu riang tak pernah marah... karena aku senang bekerja, lalalalala.... (jadi lagu deh..).

Aku pun mulai mencari tahu. Aku berjalan menyusuri hamparan hutan hujan tropis yang berundak naik turun. Di sini aku menemukan banyak hewan dan tumbuhan berwarna-warni nan eksotis. Namun masih ada satu pertanyaan yang mengganjal...

siapakah aku?

Aku mulai stress karena tak kunjung menemukan jawaban. Aku berusaha untuk tetap tegar dan bersemangat menyusuri hutan belantara ini.

Dengan semua pertanyaan yang masih menggantung aku terus melanjuti perjalananku. Senja mulai menghampiri dan sepertinya gelap sebentar lagi menyergap. "Aku sendirian dalam hutan dan siapakah aku?" keluhku dengan semua peluh yang ada ditubuh.

Batinku serasa berada dalam sebuah labirin. Labirin yang pintu keluarnya entah dimana. Setiap lika-likunya menyesatkan...

Aku terus berjalan hingga mataku menangkap pendar cahaya dari kejauhan. "Sebuah desa!" pikirku. Dengan hati yang teguh, aku putuskan untuk masuk ke desa tersebut.

Yah, karena sudah malam mungkin aku akan menginap disana sampai besok. Tetapi, setelah kuamati baik-baik desa itu, ternyata hanyalah halusinasi. Dasar, musang sialan!

Mana perutku lapar lagi... Apa yang harus kulakukan? Cuma ada rerumputan dan pohon-pohon kaku di sini.

Tak ada jalan lain, semuanya mau nggak mau harus kugasak demi perut. Daun, kulit pohon...sampai...buah duren. Astaga,di hutan belantara begini nemu duren. Namun, setelah memakannya, "Wueeks..hambar!". Aku lupa kalau sekarang bukan musim duren.

Sudahlah, kucari saja makanan sembari terus berjalan. Ya, aku harus terus berjalan. Hingga kelelahan dan tertidur. Mungkin semua ini hanya mimpi buruk. Mungkin bila terbangun nanti, aku bisa mengingat kembali siapa aku.

Yaa...ini pasti hanya sekedar mimpi. Dan semuanya akan hilang setelah mimpi ini mencapai akhir...!!! Tapi kapan semua akan berakhir???! ku sakiti diriku sendiri dengan sebatang kayu tua yang ada di depan mataku....Ouww...sakit!!! Nyatakah ini??!

Aku.. meragukan kewarasanku .. :D.

walaupun perlahan tapi pasti ku temukan sebatang pohon, entah apa nama pohon tersebut, tapi yang jelas pikiranku membayangkan akar pohon itu seperti tempat tidur yang empuk dengan tirai yang menjuntai.

Akupun hendak beristirahat disitu. Kubaringkan tubuhku, rasanya enak sekali, dan tanpa sadar aku mengantuk. Tiba-tiba, terasa ada yang mengikatku, erat sekali. Mataku terbuka dan terkejut begitu melihat seekor ular sudah melilitku.

"Ahhhhh aku digigit," pekikku. Tapi kurasakan kok belitannya bikin badanku hangat ya. Kuamati seksama, ternyata yang membelitku adalah siluman ular yang sudah berubah menjadi wanita cantik. Tapi kenapa dia tidak berbusana lengkap?

tapi yang paling pertama menarik perhatianku adalah tangan kanannya.Dia memegang bonggol kayu yang amat besar di tangan kanannya. Sebelum aku bisa menghindar,siluman perempuan itu mulai memukul-mukulkan bonggol kayu tersebut ke seluruh tubuhku.

dalam hujatan pukulannya kmbali aku tersadar pada pertanyaan trivia tanpa jawab: siapa aku?

Tetapi aku tetap tak dapat menemukan jawabannya hingga tubuhku terasa lemas dan tak sadarkan diri. Saat aku terbangun keesokan harinya, aku telah berada di dalam goa dekat kawah gunung berapi. Akupun terperanjat.

Asap belerang nan mistik menyelimuti ku. Pertanyaan lama tanpa jawaban kembali berputar. Siapakah aku ? Sementara asap belerang kita meracuni otak dan ragaku..

Dan tiba-tiba salah seorang kru film mengatakan : "cut....cut....ulangi lagi adegan yang tadi yah" ....uhh akupun hanya bisa mengomel2 dalam hati.

Akupun bertanya kepada seseorang yang kutemui. "Mmhh...anu, ini dimana ya?". "Mas lagi ada di shooting film 'Merapi' yang bau mulai tadi pagi", jawabnya.

Aku jadi semakin bingung. Sejak kapan aku ikut syuting film? Semua ini terasa sangat tidak real. Bahkan aku masih belum mengenali diriku yang sebenarnya.

Tiba-tiba salah seorang kru film mendatangi aku dan berkata "kamu baru saja terjatuh ketika sedang melakukan adegan jumping dari gunung..!!".

"Beneran mas?", tanyaku. "Bener!", jawabnya. Berarti aku pantas masuk dalam "Guinness Book of Record" sebagai satu-satunya manusia yang melompat dari gunung tanpa pengaman.

Aku semakin bingung ketika banyak orang memanggil-manggil aku dengan nama "jackie chan". "Kenapa aku disebut dengan nama itu ??" pikirku.

Aku memang suka main silat-silatan.. tapi kok dipanggil "jackie chan".. aneh juga lho..

Mungkin wajahku mirip Jackie Chan, ditambah lagi aku suka main silat-silatan.

Ah tidak ... tidak!!!... aku tidak mau dipanggil Jackie Chan ... aku lebih pantas dipanggil Andy Lau ...

Tapi tunggu! Kalau orang2 memanggilku Jackie Chan, apakah ini berarti aku seorang bintang film? Wow!

padahal, jangankan silat, panjat pohon rambutan saja aku tak bisa. Tapi, tunggu! Aku sangat pandai mencari cewek...

omong-omong,siapakah aku?

Perutku jadi mules gara-gara mikir jawabannya. Kalu begitu Aku ke belakang dulu..

Aku mulai berjalan mundur karena jika aku berjalan maju seperti biasanya, maka aku tidaklah ke belakang, melainkan ke depan.

Tapi betapa pusingnya berjalan mundur ... bertambah bingun-lah diriku ... menambah kebingungan diriku, siapakah aku?

Perutku semakin mules aja. Sudah tak tertahankan lagi.

Belum sampai di jamban, rasanya celanaku sudah basah. Wah, berjalan mundur ternyata tidak cocok saat perut mulas. Kelamaan jalannya...

Tapi mau tidak mau ... demi satu tujuan mencari jatidiriku, aku harus berjalan mundur ... wong namanya aja mau "ke belakang ...".

Aku harus konsisten! tapi ke belakang mana ya? jadi tambah bingung.

"Aa' Jacky ... abang Jackie ... tunggu ... boleh foto bareng ga? ...minta tanda tangannya dong? ... boleh cipika-ki ya?" teriak penggemar yang tiba2 muncul dari arah belakang ...

seorang penggemar datang mengejutkanku, hasratku 'ke belakang' yang sudah tidak tertahan menjadi semakin tak tertahankan lagi. dan dengan berat hati dan sisa-sia tenaga aku nekad melarikan diri dengan berlari mundur!

walau sudah berlari mundur sekuat tenaga, tp kok aku tetap saja masih ada di tempat yah?"..ada apa ini??

"Itu lho ...tali kolornya masih nyangkut di pohon" suara Pak Satpam dengan nada berat, basah dan sok berwibawa mirip penyanyi jazz ...

"woi bantuin dong pak, udah gak nahan nich! erghhhhhh...." aku menahan sekuat tenaga.

Aku salah meminta tolong rupanya. Pak Satpam yang tiba-tiba muncul itu ternyata adalah penggemarku. Dia rela menolong asal dia boleh menemaniku ke belakang sambil foto-foto bersamaku. Aku mendadak spechless mendengarnya.

Aduh apes betul aku ... resiko.

difoto di belakang bareng dia plus sedikit cipika-cipiki dengan berat hati harus kujalani.

"Bang pegangin yang bener dunk, tanggung nich!". Bentakku pada Satpam dodol ini.

'ogah ah, jijay lah yaw', kata satpam, yg ternyata adalah...

Orang yang sangat iri denganku. "Ih, katanya nge-fans".

aku jadi tambah bingung, aku ini sebenernya siapa sih ? satpam aja sampai tergila-gila sama aku, emang sepenting apa sih aku ini ?

'gak penting banget kan, mikirin hal-hal seperti ini?'.

"Aku harus tenang, aku harus tenang". Kataku dalam hati, sambil menarik nafas panjang aq mencium bau yang semerbak... Ups, kotoranq dah nempel di celana.

"Aku malu, tapi aku tahu aku harus menyembunyikan kemaluanku. Sudah terlanjur, kini harus kuteruskan perjuanganku.".

"Tapi aku tak tahu sampai kapan aku harus berjuang... Oh Tuhan, kirimkan padaku seseorang untuk menemani dan membantu perjuanganku".

Tiba-tiba saja, kakiku terantuk batu dan gedebukk!! Tubuhku pun terjatuh. "Wadaw..!!" Pekikku menahan sakit. Saat kumencoba bangun, tiba-tiba saja di depanku berdiri sesosok...

Peri. Ya peri. Dia begitu cantik parasnya, seksi dan sintal badannya, bersinar matanya, dan tubuhnya memancarkan kemilau. Mulut ini menganga melihatnya. Lama kuterpana melihatnya. Sampai kemudian dia....

memelototiku. "Bangun! Jangan curi-curi kesempatan karena aku memakai rok pendek ya!!" omelnya ketus. "Duh apesmen. Padahal hampir sedikit lagi..."' bisikku dalam hati.

"Iya-iya, ini juga mo bangun... Sabar napa...", jawabku sekenanya. "Mmmm... Kamu peri dari mana ya? Koq cakep amat?", tanyaku sambil menggodanya.

"Ga usah pegang-pegang dong. Tanya, ya Tanya saja! Baru ya di sini! Heran, hampir semua mahluk di hutan ini mengenalku, kenapa kamu tidak?!" Omel peri itu kesal.

"Aku harus tenang... aku harus tenang...", kataku dalam hati. "Aduh peri yang cantik, gitu aja koq marah siy...?", kataku sambil tersenyum manis.

"Mas, ini siapa dan cari siapa? Kenapa ada di sini? Dengan siapa kesininya? Dari golongan mahluk apa mas, ini? Dan ada keperluan apa datang kesini?" tanyanya berentetan tanpa ambil pusing sedikitpun.

"Aku adalah pria kesepian, jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta... Coba dengar keluhanku, pria kesepian...", jawabku sambil bernyanyi.

"STOPP!! Kenapa malah nyanyi sih?? Jujur saya memang menyukai orang yang suka bersenandung, tapi tentu saja yang memiliki kualitas suara yang baik, tidak seperti mas! Sudah jawab saja pertanyaan saya dengan baik dan benar!" hardik si peri.

"Coba... cabalah mengerti, semua ini mencari arti..", jawabku sambil tetap bernyanyi dan tersenyum semanis-manisnya pada peri itu.

Kesabaran si peri sudah habis, ia berlalu meninggalkanku dengan tidak sepatah kata pun keluar dari bibirnya yang mungil. "Benar-benar menyebalkan! Hari ini kenapa aku bisa sesial ini bertemu dengan mahluk seperti itu!" gerutu si peri.

Aku adalah aku. Aku yang mempunyai aku, dimana aku itu senang bersama aku melakukan aku bersama - sama.

"Peri cantik...!!! waut for me please....", pintaku sambil berlari mengejarnya.

Si peri tetap saja tidak memperdulikanku. Tiba-tiba saja si peri terbang mengangkasa. Aku hanya terpaku memandangnya. "Woww, indah juga pemandangan dari sini. Kurasa peri itu lupa kalau sedang pakai rok mini...", tawaku girang.

Akupun segera mengeluarkan EOS 400D yang baru kemarin aku beli. Langsung saja dengan cepat aku abadikan momen menggairahkan ini dengan kameraku.

Tapi, "Duh! Betapa bodohnya diriku. Mengapa aku sampai lupa membuka tutup lensanya...!!" teriakku kesal.

"Ah tapi tak apalah, semoga saja akan datang kesempatan yang lebih baik bagiku", kata batinku.

Aku berputar-putar, melangkah tak tentu arah. Masih membatin di hatiku satu pertanyaan, dimanakah aku? Tiba-tiba sekelebat bayangan muncul di depanku. Aku terlonjak kaget, sambil kupegang dadaku "duh, kaget aku!" pekikku dalam hati.

"Apaan tuh?", teriakku spontan sambil menirukan gaya Jaja Miharja.

"Agus...Agus...!" jawabnya sambil menirukan sebuah produk iklan.

"Alamakjang...!!!!", teriakku spontan.

"Susu bendera nikmat hingga tetes terakhir...susu bendera nik..maaaat, hingga tetes terakhiiiiiir..", dendang lagu dari orang itu. "Susunya, susunya. Mau beli susunya ommm..?" pinta orang itu menawarkan produk yang dibawanya.

Mmmmmuuuuuuuaaaaaaaammmmmuuuuuuu........

Ternyata susu tersebut mengandung melamin.

Dan entah berapa kadar melamin di tubuh orang itu. karena setiap harinya selalu langganan minum susu dari produk yang sama.

Dari susu sapi, susu kuda, susu kambing, jadinya kesusu-susu deh.....

Herannya, aku tak menolak saat orang itu menyuguhkan produk susu buatannya. "Mmmm.., wuenak tenan ki!" celetukku. "Bayarannya mana?" pinta orang itu padaku. "Lho, bukannya gratis toh!!" Aku tersentak kaget. "Gratis!! Enak saja, Bayar!" omelnya.

"Berapa duit siy?", tanyaku sambil memngeluarkan dompet.

"Per cangkir dibayar darah 250 cc. Cepat, kemarikan lehermu, atau perlu kubantu!" Gertaknya. "Wah, darahnya pasti manis, gurih, lezat dan bervitamin nih. Tak sia-sia kuberikan susu untuknya!" pekik hati kecilnya begitu bahagia.

tiba-tiba ada suara nyaring saat percakapan berlangsung " maaak !! eeeq ".

ternyata ada yang berak di celana.

"Waduuuuuuh, siapa lagi tuh?? Jam segini ada anak tuyul berkeliaran. Huh! Mengganggu saja...!" gerutu pedagang susu itu kesal.

"Anda mau 10 juta per hari?? PAKAI SAYA!!" kata tuyul tersebut.

"Ga salah loe ngomong tong! Bukannya kemarin loe dah nipu gue? Sekarang loe ganggu korban baru gue. Pegi loe!!" bentak si tukang susu kesal.

Karena merasa dilecehkan, tuyul tersebut mencuri semua uang tukang susu tersebut, sehingga ia jatuh miskin.

Tapi si tukang susu tetap bahagia, karena bukan uang yang ia butuhkan, tapi darah segar penunjang hidupnya.

Ternyata si tukang susu adalah seorang VAMPIR!

Aku pun terperanjat kaget saat melihat gigi-gigi taringya bersinar terkena pantulan cahaya bulan. Tan menunggu lama, akhinya kuputuskan untuk angkat kaki. Lari tunggang langgang tak menentu hingga kutabrak satu benda lembut yang membuatku terpental.

ternyata, itu adalah seekor boneka babi besar. kupandangi boneka tersebut. matanya bercahaya dan melirik kepadaku! aku berlari kembali, namun si tukang susu menghadangku. apa yang harus kulakukan? aku bingung!

kalau dilihat lagi boneka babi itu seperti ku . tapi semakin aku memandang si tukang susu itu,, dia juga mirip denganku. jangan2 kita bertiga saudara kembar.?????

Syukur beribu syukur terucap dari bibirku. Ternyata, identitas diriku hampir terkuak. Andai memang diriku bersaudara dengan mereka, walaupun wujudnya aneh, setidaknya aku telah menemukan asal muasal diriku.

Tapi ada sesuatu yang mengganjal dihatiku, tapi apa ya????

"Mengapa aku harus menyakini mereka saudaraku?? Benarkah mereka saudaraku!! Bagaimana jika bukan?? Apa yang harus kulakukan sekarang?? Duh, kenapa kepalaku jadi pusing begini...???" keluhku dalam hati.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.