Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Aku tidak mau dimadu

Detektif

Suamiku masih terdengar memaksa, tapi aku tetap pada pendirianku. "Wanita mana yang mau dimadu, mas? Jangan semaunya sendiri, mas Sapto. Dulu aku mau saja kau hina begitu saja. Tapi aku sudah tidak tahan, mas. Ceraikan aku!!" Aku berteriak histeris.

Tapi dia kalem saja, "Mama pilih mana, dimadu apa diracun?" Huh lelaki gila. Menyesal aku jadi istrinya.

Aku tidak mau lagi dipukuli dan dianiaya pria jahanam itu. Aku sudah bisa mandiri, punya pekerjaan sendiri, karierku sudah menanjak. Memang aku tidak bisa memberinya keturunan, tapi apakah itu salahku?

"Ya,sudah.Daripada aku terus hidup diracun,ceraikan saya saja,mas!!!"Kataku pada suami jahanamku.

"Enak saja! Semudah itu kau bilang cerai! Apa yang akan kukatakan pada orang tuaku?" kata suamiku.

"Biarin,Mas.Aku nggak tahan hidup diracun sama kamu.".

"Aku tidak akan meracunimu, tetapi aku juga tidak mau menceraikanmu...".

"Aduh,gimana,sih Mas..jadi bingung aku.Ya,udah..nggak jadi cerai,deh!!!".

"Bagus... Dengan begitu pernikahan kita tetap langgeng..." kata suamiku sambil tersenyum.

tapi,dalam batin aku masih merasa nggak enak sama suamiku.Diceraikan salah,nggak dicerikan malah rugi diri saya.

lalu sebaiknya bagaimana?

apa yang harus kulakukan sekarang?

Apa,yah???Bingung,nih....

apa y? apa y? apa y?

Tiba-tiba hp suamiku berbunyi. Ringtone "satu-satu aku sayang ibu" seketika membahana. Suamiku melihat layar hp-nya dan dia terdiam ragu antara akan mengangkat hp itu atau tidak.

Aku makin curiga.jangan2 itu adalah selingkuhan suamiku.Duh,makin jengkel rasanya.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.