Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Ancient City of Gold (serpihan hati chapter 3)

Drama   Cerpen ini terbatas untuk anggota Group Dramanista

Lama aku termenung menatap bunga-bunga yang tersusun indah di halaman rumah tuan orinoco, warga desa chibcha, sejenak bayangan istriku Filias merengkuh desiran kerinduan di dalam rusukku.

"Senor... bangun senor.." suara lembut Angie terdengar ditelingaku.

"Ah..!" kurasa aku tertidur. Sejak kapan ?

Angin pegunungan yang sejuk berhembus masuk melewati jendela kayu kamar.

"gugus pegunungan Andes emang indah yaaa?"Angie duduk disampingku, putik-putik bunga bertebaran tertiup angin.

"Si Senorita..", jawabku sambil setengah mengantuk. Sejuknya udara pegunungan benar-benar membuatku malas. Perlahan ku teguk kopi panas yang disajikan Angie.

"apa langkah kita selanjutnya?"tanyaku kepada Angie yang sekarang beranjak dan tegak di samping jendela menghalangi sinar mentari menerobos wajahku.

"Olee... senor Iolaus, bukannya kita akan minta Senor Orinoco mengantar kita ?" Angie balik bertanya kepadaku.

"Si Senorita. Pacific Indonesia meminta kita mencari tahu, apa saja yang sebenarnya dilakukan Senor Cantinflas disini." jawabku. "Mungkin Senor Orinoco bisa membantu banyak..".

Angie mengangguk perlahan. Pikirannya seolah hanyut dalam indahnya pemandangan Andes.

"kreek kreek.."suara pintu terbuka memaksaku mengalihkan pandangan.

Seorang pria berusia 50 tahunan dan berperawakan kurus masuk. Dia mengenakan rompi ranger dengan celana jeans biru. Kumis lebatnya seolah memperkuat kesan tua dan berwibawanya. "Senor Iolaus... Senorita Angie.." sapanya ramah sambil melepas topinya.

Aku tersenyum membalas sapaannya.

Senor Orinico adalah staf karyawan Pacific Indonesia. Dia adalah warga asli desa chibcha ini. Keahliannya didalam mengeksplorasi alam, membuat PE tertarik merekrutnya. Sayang, karakter sebagian orang-orang PE tidak berkenan dihatinya.

Terutama kebijakan PE setelah dipegang oleh manajemen Senor Cantinflas. Karena itulah akhirnya dia mengundurkan diri dari PE. Namun tak lama, Pacific Indonesia merekrutnya, sebagai staf khusus.

Saat ini, Senor Orinoco memiliki tugas yang sama dengan kita, mengungkap kebohongan Senor Cantinflas, dan membersihkan nama Pacific Indonesia serta PE, dari sorotan interpol.

Dan aku, memiliki agenda tersembunyi terhadap Senor Cantinflas. Mengungkap misteri kematian orang tua kami. Dan kurasa, Senor Cantinflas memiliki bau yang sama dengan kasus tersebut.

"Silahkan duduk Senor Orinoco." dengan ramah Angie memberikan tempatnya pada Senor Orinoco. Dia memilih duduk di kasur, menghadap kejendela.

"Mucho Gracias, senorita.." balasnya ramah.

Angie tertawa. "Senor.. ceritakan pada kami, kisah-kisah disini. Terutama yang berhubungan dengan El Dorado.." pintanya jenaka.

Senor Orinoco kembali tertawa. Sambil menatap pemandangan lewat jendela kamar, dia menjawab, "Si Senorita...".

Dia menghembuskan asap rokoknya perlaha. Seolah sangat menikmatinya. "Sudah beratus tahun yang lalu, orang Spanyol percaya, bahwa suku kami, Chibcha, terkait langsung dengan emas.", dia memulai ceritanya.

"Leluhur kami dulu menyembah dewa matahari. Dan menurut legenda, dewa matahari menganugerahi kami emas berlimpah, sehingga kotapun sanggup kami bangun dengan menggunakan emas. Termasuk isi perabot dalam kota: kuil dan jalan.".

"Konon, legenda itu bercerita, pernah suatu ketika seorang istri kepala suku chibcha yang suci dituduh melakukan hal-hal terlarang. Fitnah itu membuatnya sedih, dan membuatnya bunuh diri dengan terjun kedalam danau suci.".

"Karena kesuciannya, dan dia tidak bersalah, Dewa Matahari mengangkatnya sebagai penjaga danau suci Guatavita. Didanau itulah karunia emas dari Dewa Matahari diturunkan kepada suku kami, Chibcha.".

"Legenda ini melahirkan ritual penyembahan Dewi Guatavita. Setiap setahun sekali, kepala suku kami akan diarak berkeliling, untuk kemudian menceburkan diri, bersuci di danau Guatavita..".

" Setelah itu, kami sebagai warga pengiringnya akan melemparkan persembahan emas dan permata kedalam danau." Senor Orinoco berhenti sejenak untuk menghisap rokoknya.

"Kau tahu ? Orang-orang spanyol dan bahkan inggris dulu, sangat percaya sekali dengan adanya emas disini.." dia tertawa lebar.

"Tak terhitung banyaknya nyawa yang melayang dalam perburuan emas ini. Sebagian besar karena konflik dengan suku Indian disini..".

Senor Orinoco menghentikan ceritanya. Matanya memandang lurus di kejauhan. Dia berkata pelan, "Entah hal buruk apa yang telah di lakukan oleh Senor Cantinflas melalui PE kali ini..".

samar-samar asap putih terlihat dari sela-sela sudut utara danau Guatavita. mata senor Orinoco mulai berbinar menatap asap yang sedikit demi sedikit menjamah langit yang kebiruan diatas danau.

Wajah Senor Orinoco tampak surut terkejut dan suram. "El Diablo..", bisiknya lirih sambil melepaskan rokok dari bibir tuanya.

"ada apa Senor Orinoco?"kucoba mengikuti arah pandangan mata senor Orinoco.

"oh..tidak..mari kita lanjutkan..."kata Senor Orinoco. Tapi aku masih curiga dengan Senor Orinoco, apa yang membuatnya tampak terkejut.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.