Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Anti, si pengarang ngawur yang bercita cita jadi dokter

Horor

Pada suatu sore yang kelabu, hari jumat tanggal 13 kliwon di sebuah rumah kuno bergaya minimalis, terdengar tangisan keras seorang bayi. "selamat ya bu,anak ibu udah lahir.. sehat wal afiat!".

sang Ibu,sebut saja Rukmini...senang sekaligus terharu..

senang karena bayinya sehat, terharu karena setelah 14 anak yg dilahirkannya, akhirnya kesampaian juga punya anak perempuan.... "wah, kok mukanya gini ya? ah, tapi yg penting dia cewe lah" gumam Rukmini..

sang anak mempunyai tompel sebesar kepalan tangan orang dewasa di pipi kanannya....

yang kalau diperhatikan dari jauh, kepalanya seperti ada 2..

2 kepala yg tidak sama besarnya.

Tapi Rukmini tetap sabar menerima momongan itu, walaupun aneh.

"hiiiiiiiiiiiii hiiiiiiiiiiiiiiii hiiiiiiiiiiiiiiii!!" sayup2 terdengar suara ketawa yang menyeramkan yang sepertinya berasal dari baliknya pohon beringin di halaman belakang rumah kuno tersebut...

Rukmini pun melongok melihat kearah suara tesebut....ternyata itu adalah suara suaminya sendiri yg sedang berlompatan dari dahan satu ke dahan yg lainnya sambil tertawa2...

"hihihihi....... aku sudah haus darah.... Hihihihihi... " Suara cekikan hantu dan kuntilanak sudah memenuhi atmosfir bumi.

"Bang, kalo latihan ekting mbok ya jangan disini. Kasian anak kita, ndak bisa tidur lhooo".

Sudah tak ada waktu lagi mbok, besok pagi aku sudah harus syuting.

ujar suami rukmini sambil kayang di dahan pohon.

tiba tiba "Kraaaakkkk" dahan pohon itu patah dan terjerembablah suami rukmini dari ketinggian 4 meter itu.

tapi tetep aja, terjerembabnya dalam posisi kayang. ternyata suami rukmini adalah pendekar kayang maut.. bahkan menulis cerpen pun dilakukannya sambil kayang.

Lalu, diambilnya dahan pohon patah itu dan seraya berkata, mbok dahan ini untuk kayu bakar untuk masak sarapanku besok pagi.

atau dahan ini untuk sarapanku besok pagi? anyway, kembali ke rukmini.

Ternyata setelah 7 hari di rumah, Rukmini belum memberi nama anak perempuannya. Setelah berpikir cukup panjang, akhirnya si anak tadi diberi nama......

Ruksepan.

Waktu terus berjalan, Ruksepanpun bertambah usiannya. Kini usianya sudah 5 tahun, ia merasa dimanja kerena dia anak perempuan satu-satunya. Walaupun begitu dia tidak menjadi anak yang kolokan. Ibu dan ayahnya sangat menyayanginya.

rukmini mikir, kyaknya namanya perlu ditambahin deh... soalnya blom ada nama depannya.. maka dikukuhkanlah Anti Ruksepan sebagai namanya...

Anti Ruksepan, Sebuah Tambahan Nama Yang sangat menarik. Dimana nama ini mengandung arti yang sangat dalam, Anti yang berarti tidak tertarik atau tidak mau, Ruksepan yang berarti pakaian bawah yang sangat pendek.

Ibunya berharap dengan nama ini, Ruksepan bisa berpikir panjang dan tidak mau berpikir pendek dalam membuat keputusan dan juga untuk masa depannya. Ibunya percaya pemikiran yang panjang adalah pemikiran yang matang.

Sampai berumur 5 tahun Ruksepan kecil tumbuh layaknya bayi normal. Namun menginjak ulang tahun ke 6 Ruksepan mulai memperlihatkan keanehan....

...tompelnya mulai hilang!!

Ibunya sadar atas keanehan ini, entah ini terjadi karena penggunaan kosmetik yang mengandung mercury atau hydroquinon yang biasa Ibunya pakaikan ke wajah Ruksepan setiap malam atau mungkin akibat dari sinar ultraviolet.

Tidak ada kaca pada jendela rumah Anti Ruksepan, ini karena sejak beberapa tahun lalu kaca jendelanya pecah terkena bola sepak anak tetangga dan orang tua Anti malas untuk memasangkannya kembali.

akhirnya Anti yang memasang kaca rebben di rumahnya.

sehingga kini tiap hari gak ada sinar matahari yg bisa masuk ke dalam rumah... gelap terus sepanjang hari.. mungkin berkat kegelapan itu yg membuat tompel Anti Ruksepan menghilang..

ya .... namun setelah tompel ilang muncul upil segede tompel.

dan warnanya pun tidak hijau seperti biasanya, tapi hitam legam seperti ..

ih...............

(ini sebenrnya upil segede tompel atau tompel segede upil ya?).

hooooo ho, ya segede itu deh.

akhirnya, rukmini memutuskan mencarikan anti sekolah malam karena kuatir kalo sekolah siang tompelnya bakal nongol lagi. tapi setelah mencari2 dan tanya2 sama dracula dan batman, ternyata sekolah mlm itu cuma ada di desa sebelah yang jaraknya jauh...

yang hanya dihuni para dedemit, kuntilanak, kuntilbapak, dan kuntilmamak tak ketinggalan kakek nenek juga ikut nimbrung disana...

oh gitu ya.

namun hanya rukmini yang bisa melihat makhluk-makhluk itu. Rukmini berdo'a semoga anaknya tidak dapet melihat juga, dan mau bersekolah disana.

... ya gitu deh. semua ada konsekwensinya.

lantas ruksepan mulai sekolah.. setiap hari dia diantar jemput oleh rukmini, kadang ayahnya ruksepan, si pendekar kayang maut yang mengantar.. tentunya dengan gaya kayang..

HIngga pada suatu hari di Sekolah ia menangis di sekolahnya karena...

...mulai sekarang kalau ayahnya yg mengantarkan, ruksepan juga diwajibkan untuk jalan sambil kayang.."ayo anti, jangan mentang2 namamu ruksepan trus gak bisa mewariskan kebolehan babe ya! ayo kayang sekarang!!".


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.