Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Anu

Humor

Anu yang pertama ini membuat saya deg-degan, pengen tahu sih gimana dengan anu anu yang selanjutnya.

anu yang kedua, saya mulai merasa keringatan. deg-degan semakin terasa. masih menunggu anu yang selanjutnya.

Tapi yang pasti anuku besar, cukup besar untuk membuatku selalu bersemangat...

Tak disangkal lagi bakat anu ini memang warisan keluarga turun temurun.

Eh, si anu juga menunggu sesuatu yang anu dipinggir anu.

Entah sudah berputar berapa kali jam ini,entah berapa anu udah habis, anu yang kunanti belum muncul.

Ketika si anu muncul, ternyata anuku sudah basah terkena hujan.

Anuku mati lagi, butuh nge-anu lagi deh. Tapi, aku masih punya kerjaan lagi dari si anu, jadi gak bisa bersihin anu.

Aduh gara-gara anu...gagal deh rencana anuku dengan si anu.

Ternyata emang benar bahwa satu anu yang kecil aja bisa bikin masalah gede banget.

Karna si anu aku malh kena anu..

Saya ko jadi merasa Anu yah.

Anu ko jadi bingung.

Anu...anu....anu kamu kurang anu. jadinya saya cuma bisa meng-anu. mau gak kamu pegang anu saya. kalo tidak, nanti anu ini hilang.

Ya, jangan lupa dianu sebab kan nanti anunya tambah anu.

Tapi yang jadi masalah adalah...anu, saya nggak sama si anu. Nanti dikirain aku berbuat anu...

"Anuuu..." sahut ibu dari arah teras rumah, "ada temanmu tuh datang." Anu pun berlari menghampiri seraya bertanya, siapa ya? Jangan-jangan....

Oh... ternyata Anu Kotoor .. ex VJ MTV dari india ..

"Hi Ko, Wasap bro " sapa Anu dengan gaya agak ngerap sambil bersalaman ala Rapper kulit hitam dan memang cocok karena Anupun warna kulitnya tak jauh beda dari bangsa Negro.

Begini, anu....kedatangan saya bermaksud mau anu. Yang pernah saya ceritakan dulu. Tapi anu....

Ah .. gak apa - apalah .. santai aja, tentang anuku yang kena anumu itu kan .. Tidak jadi masalah buatku yang penting anumu dan anuku baik - baik saja kan ..

"Baguslah kalau begitu, saya jadi tidak merasa anu lagi sekarang. Tapi yang anu jangan bilang siapa siapa ya" balas VJ Anu Kotoor, yang sepatunya sedikit kotor.

"Tapi beneran gpp? soalnya saya anu banget nih..".

"Maksudnya anu gimana" tanya VJ Anu Kotoor.

gini tadi anu saya nyenggol anunya pachar khamu..

akhirnya terjadilah pertemuan antar anu, tapi gak lama kok .. cuma sebentar trus handphoneku berbunyi.

Si Anu pun mulai naik darah...

Sial .. sorry, aku angkat telepon dulu ya ... wah padahal lagi asik ini ... "Halo .. Haloo ...".

anu anu anu.. mengapa hidupmu terlalu anu?

"anuuu... siapa ini ya ?" terdengar suara di ujung telepon sebelah sana.

"anu anu.. ini.. emmm... anu anu.." jawaban gemetar menggetarkan anuku.

Tak terasa anuku berputar mencari jalan keluar... Kening berkeringat dan telepon aku tutup... Huuff...

Karena terlalu keras menutup telepon, akhirnya anu terbangun.

Terdengar suara mbak-mbak dari luar rumah. "Anuu... Anuu.. sini donk...temenin mbak yuk, nyuci daleman...", teriak tetanggaku yang seksi dan bahenol itu.

baguslah daripada anu anu.

"Anu, mau nggak bantuin mbak? Nanti mbak kasih "hadiah" yang spesial", katanya.

"Hadiah anu mbak?" Kataku, datang dari anu.

Anuku sudah nganu lho...

Dan anuku bergetar hebat saat aku melihat anu. Anuku seperti berdaya magnet tinggi. Dan tiba-tiba...'sleseeeppp'...anuku meluncur bak roket mengincar sasaran.

Namun, anuku tiba-tiba terhalang oleh sesuatu yang lembut, namun terasa rapuh.

dan ternyata benda itu adalah anu..

Er... anu... itu lho... anu... aduh, jadi ndak enak menyebut anu... pokoknya tau kan... itu lho... anu...

"Anu apa tho", tanya mbak itu. "Aduuhh...anu...anunya mbak lho...", kataku.

anu mbak kenapa ada empat???bukannya biasanya cuma tiga? tanyaku heran..

"Mas lama gak anu, jadinya sekali anu langsung anu gitu. Lama-lama aku anu lho" goda si mbak.

"asiiikkk, kesempatan ni ... anu-ku mo di-anu-in sama Mbak anu ..." respon si Mas dalam hati.

"Ah, jangan mas..." Jawab si mbak lirih. "Jangan ragu-ragu." Sambil cengar cengir mbak melanjutkan.

Tiba-tiba polisi anu datang...

Polisi itu langsung mencabut anu dari anunya. "Freeze! Angkat Tangan!", teriak polisi anu dengan anunya.

"Karena Anda melakukan percobaaan anu terhadap anu, maka anu anda disita" lanjut polisi anu dengan tegas ...

"Ampun pak...jangan sita anu saya. Ampuuuunn...", lirihku dalam hati dengan mata berkaca-kaca menatap polisi anu tersebut.

"Suami-ku, aku datang ... bertahanlah,... Pak Polisi jangan anukan suamiku, lepaskan dia" datang istri tercinta ... "BERUBAH".

"Ah, banyak cincong...Tak ada kata kompromi. Kita selesaikan di kantor.", gertak Pak Pulisi.

"Sabar Pak, sabar.. Semua masih bisa dianu kan..? ok?" rayuku.

Di-anu-kan... di-anu-kan ...yang bener dong kalo ngomong. Ini sudah yang ke 42x-nya, anda tertangkap basah melakukan anu kepada anu2 di kompleks ini" sahut Pak Polisi berlagak wibawa.

"Sabar pak Sabar, semua anu ini kan masih bisa dianukan, cuma kita berdua aja" saat kulirik nama polisi anu ini sabar.

"Hmm...baiklah, nanti anunya kita tentukan aja di kantor, untuk mempercepat urusan aja..hehehe...", jawab polisi itu sambil nyegir.

"Dasar polisi sekarang klo liat anu matanya langsung anu ... nyengir kayak anu-nya si anu" batin si masnya saking gondoknya ...

Anu memang enak, tapi lebih enak mana ya dianu atau menganu?

Akhirnya Pak Polisi dengan Anunya bersama Pak Anu dengan Anu-anunya berjalan ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah ini secara jantan dan betina.

sesampainya di kantor polisi, anu bingung harus meletakkan anunya dimana. siang itu kantor polisi penuh sama orang dengan anunya masing-masing.

"Saudara Anu, mengapa anu anda selalu mengeluarkan asap serta berbau amis ?" pak Polisi berteriak mendengung dengan salah satu tangannya menutupi hidung.

"Anu pak, Anu saya jadi begini ini karena dulu waktu masih kecil, anu saya sering di-anu-in pake anu yang dari anunya anu itu Pak....", Jawab Pak Anu seanu-anunya.

Pak polisi mendengarkan pak anu dengan seksama sambil memperhatikan anunya pak anu yang disandarkan di tempat anunya anu.

Melihat Pak Polisi memperhatikan anunya dengan serius, Pak Anu menjadi gelisah. Gelisah bukan karena anunya diperhatikan, namun gelisah karena anunya semakin menganu-anu.

"Ehm..ehm.., tenang saja pak anu, tidak perlu gelisah seperti itu. Cukup ceritakan saja anunya itu dengan anu agar bisa anu, anunya..! Paham maksud saya pak anu" pinta pak polisi dengan bijaksana.

"jadi begini Pak... Beberapa tahun lalu anu saya ber-anu. Gara-garanya, anu saya habis anu-anuan dengan anunya si anu. saya juga heran, kenapa anu saya koq mau anu-anuan sama anunya si anu...", jawab Pak Anu seanu-anunya.

"Anda ini bagaiman toh pak Anu. Kalau pak Anu hendak membawa anunya pak Anu, sebaiknya hati-hati agar tidak mengenai anunya anu yang lain. Kasihan kan anu-anu yang lain", Pak polisi berusah menasehati dengan sabar.

"Loh, saya tidak membawa anunya pak Anu Pak... Malah anunya pak Anu yang membawa anu saya...", Balas Pak Anu.

"Sabar..sabar pak Anu. Kita bisa selesaikan dengan cara anu yang anu. Bukankah demikian pak Anu...?" tanya pak polisi berusaha menenangkan pak Anu yang sudah emosi dan hampir membuang anunya ke anu.

"Saya sudah sabar Pak, cuma ya anu saya masih anu sama anunya dia pak...", kata Pak Anu sambil menghela napas.

Tiba-tiba saja pintu diketuk. "Masuk!" pinta pak Polisi. "Siang ndan, ada loporan bahwa anunya pak Anu sudah dibawa lari oleh anunya anu yang tadi bersama pak Anu di depan".

"Aduh, koq jadi anu begini siy? Masalah anu nya anu yang anu-anuan dan dibawa pak Anu itu benar-benar membuat saya anu sekali..!!!", celoteh Pak Polisi dengan kesalnya.

"Terus gimana nih ndan baiknya. Apakah lebih baik kalau anunya pak Anu dibawa dulu ke anu, supaya mendapat servis yang lebih anu. Setelah itu baru anunya dikembalikan kembali ke pak Anu, biar tidak dibawa lari oleh anu itu lho ndan", kata kapten Anu.

"Baik lekas panggil anu suruh dia untuk membawa anu ke bengkel anu agar anu segera di servis, servisnya plus anu" teriak pak Polisi.

"Siap ndan!!" Kapten anu bergegas memanggil bawahannya. "Sersan anu, minta bawahanmu membawa anunya pak Anu ke bengkel anu. Nanti kalau sudah selesai segera laporkan ke saya!" perintah kapten anu kepada bawahannya.

" siap !!" kata bawahan kapten anu.

aku anu u u u tapi anu u u u.

kenapa kamu ber anu-anu!! teriak kapten anu frustasi.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.