Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Binben, mahluk luar angkasa yang bertamu kerumahku.

SciFi

Kantuk menyerang diriku, belajar tengah malam untuk menghadapi ujian ini sungguh hal yang sangat kubenci. Kulihat langit malam yg tampak tenang dipenuhi bintang2 dari jendela kamarku.....tiba2 kuliat cahaya aneh yg makin lama tampak semakin mendekat.

Cahaya itu benar2 nyata! Aku segera beranjak dari mena belajarku mendekati jendela yang hanya cukup dalam hitungan 3 langkah saja. Kusibakkan tirai jendela lebih lebar agar aku dapat melihat lebih jelas cahaya itu.

Aku terpana melihat sumber cahaya yang menyilaukan tersebut. Baru pertama kalinya aku melihat benda seperti itu. Benda bercahaya yang sekarang aku tatap itu sangatlah berbeda dengan UFO ataupun pesawat luar angkasa yang sering aku tonton di TV.

Tiba2 saja sinar aneh itu menyinari ku, tubuhku tiba2 melayang, dan aku merasa ditarik kedalam sumber sinar tersebut... Kemudian tanpa kusadari aku sudah berada dalam suatu ruangan serba putih.

terlihat kawanan makhluk aneh" Manusia bukan, hewan juga bukan makhluk apa itu hayo?" ujarnya. Hidungnya panjang seperti gajah tapi telinganya kecil seperti telinga codot. Kepalanya imut,mulutnya big.Rambutx putih keperakan.Tp sayang baunya alamak...

ah, sumber bau itu ternyata berasal dari badan ku, rupanya saat ditarik sinar tersebut tanpa sadar aku kencing di celana... Tiba2 aku ditembak makhluk itu dengan senjatanya, dan ajaib, aku sudah memakai pakaian serba putih, dan menjadi harum.

"hai.. aku binben!" sapa makhluk itu. "Hai.. tapi tunggu dulu, dimana aku??? Kenapa aku jadi berubah begini yaa?" tanyaku sambil melihat ke cermin.

"kamu ada di pesawat luar angkasaku. sebenarnya tujuanku ke Jupiter, tapi bahan bakarku habis, jadi mendarat dulu di bumi." ujar binben. "kau kupakaikan itu supaya mengerti bahasaku," lanjutnya.

"Sekarang bisakah kau membantuku mencari bahan bakar untuk pesawat ku ini?" pinta Binben kepadaku...

"sebenarnya, apa bahan bakar pesawatmu? Solar? Peremium? Pertamax?" tanyaku kepada Binben.

"Aku tidak pakai pertamax, aku pakai keduax" kata Binben kemudian... Aku hanya bisa garuk2 kepala, tidak tau apa itu keduax.

"waah, coba dulu pakai pertamax, balu boleh pakai keduax.." kataku lagi. padahal aku tidak tau apa itu keduax.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.