Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Blood for my country

SciFi

20 Mei 2210.

bumi sudah mengalami kehancuran ekosistem yang hebat.

Namaku Alex..aku tidak tau mengapa.. Tapi yang pasti aku cinta negeriku..

Dan juga istri serta anak2ku.

kedamaian ini ternyata tidak berlangsung lama............ tepatnya 17 agustus 2213 invasi dari negara tetangga terjadi......... aku harus bercerai berai dengan anak dan istriku.

Ohh... sungguh sangat menyakitkan, kesedihan yang mendalam mulai mengampiriku.

saat itu juga negara ku mulai memobilisasi rakyat nya yang cukup umur utk berperang membela negara.

Disilah aku, bukan hanya membela negaraku tapi juga semua orang didalamnya..

tapi bagaimana dengan istri dan anak ku ??? aku sebagai laki-laki harus bertanggung jawab atas hidup mereka......

Maka akupun membulatkan tekad untuk...

Menyelamatkan keluarga kecikku ini.

mencari anak dan istriku.... mereka adalah satu-satunya alasan aku hidup saat ini.

Kuambil senapan'ku AK-47 senjata tua tapi terkenal akan keganasannya dan...

Aku tau ada bungker tua..

yang tidak pernah digunakan lagi semenjak perang dunia kedua.

Aku tau bunker itu masih utuh..karena bangunan itu terbuat dari granit murni.

berhenti...... sebuah teriak keluar dari bunker itu..... Berhenti atau kami tembak di tempat....

Kemudian aku membalik badanku, sekali tembak prajurit penjaga bunkerpun tewas seketika.

Persetan denganmu..kau hanya bekerja untuk penjajah, kubunuh juga kau..

Senjata curian ini terpaksa kugunakan lbh awal..

Aku mantan pasukan kopasus yang sudah banyak makan garam.

Kuamankan daerah sekitar bunker, kujemput anak dan istriku.

Kupeluk mereka erat-erat. Tangis haru menyelubungi bunker tua itu.

Kesalahan pertama, ada seseorang yang memanfaatkan'ku dia juga mengincar bunkr ini.

Pakiannya rompi hitam, aku tau dia memakai rompi milik detasemen 88.

Busuk dia memanfaatkan'ku untuk membunuh para penjaga tadi..

Ak-47 tak akan bisa menandingi kemampuan GATLING miliknya. Kuminta pada Istri'ku untuk menjaga anak kami, kuminta dia agar menutup pintu bunker. Sebisa mungkin kutahan sialan ini..

Bukan aku yang dia incar..ada beberapa orang lagi di balik tebing di belakangku.

"Aaaarggghhh...!!".

Aku harus lari..atau..memilih untuk ikut dalam salah satu kelompok ini.

Belum sempat berpikir.. Telingaku........Akhhh...suara apa ini..? zuuuungg..zuuuungg.. Sekejap sebuah roket meluncur di atas kepalaku..

RPG..!!! Roket itu mengenai sasaran, sasaran yang tidak mungkin..mainan dari Jepang..? Sebuah eksoskeleton jatuh, pilotnya terpental.. Dimana aku..? Mengapa peradaban sudah sangat berbeda..?

Beberapa orang keluar dari tebing di belakang eksoskeleton tadi.. Dari depanku juga, ternyata pembawa GATLING tidak sendirian..

Desingan peluru..sangat banyak dan aku ada ditengah mereka. Telingaku..akhh..kepalaku sangat pusing, seolah tidak ada tempat buatku untuk berlindung..

Dimana-mana peluru dan granat, suara yang paling keras terdengar...seperti sebuah pesawat jumbo jet akan jatuh di atas kepalaku, satu lagi eksoskeleton memompa energi dari tangan kirinya.. menembakan sesuatu dan itu sangat memekakkan telinga..

TIARAAAP..bagai hantu dia langsung bisa menggapaiku dan tubuhku terjatuh.. Akhhh...

TIDAKKKKKKKKKKK..........

"EMP SHOOTER...". Teriakan itu seolah menjadi satu2nya suara yang kudengar dan mungkin teriakan yang terakhir. Sebuah tembakan keras diikuti cahaya semacam plasma berwarna biru, mengenai bunker, yah..bunker tempat anak dan istri'ku berlindung.

Lalu ada seseorang yang menolongku.

Tidak mungkin aku meninggalkan anak dan istri'ku..segera kuberlari ke sisa2 bunker itu.

Tetapi orang itu tetap berlari menghampiriku. Dia berhasil mengejarku, ketika aku melihat wajahnya ternyata ia adalah..........

Seorang kapten kesatuan, dapat kuketahui dari bunga melati di kerah baju'nya. Dia menarik'ku..menjauh dari reruntuhan bunker. "LUPAKAN..KITA PERGI DARI SINI".

"TIDAK KAPTEN..TIDAK TANPA INI.." Aku menarik sebuah kunci pengaman yang berlabel, "Self Destroy" dan cepat berlari menjauh. "Duar.... duar..... Bloommmmm!!!!" Bom waktu yang kutarik picunya tadi meledak dengan keras, menghancurkan semua bunker itu.

Tanpa sadar..air mataku mengalir, mengalir sangat deras.. Sambil berlari menjauh. Entah kemana kaki ini melangkah.

Aku masih punya satu granat lagi di tubuhku. Aku rela meledak demi menyelamatkan bangsa ini. "Tidak masih banyak yang harus aku lakukan selain bunuh diri.." Ini..bukan waktu yang tepat.

Tiba-tiba aku sudah berada disini. Ruangan ini dingin layak'nya AC yang di-stel dengan suhu yang paling rendah.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.