Humor
Cerita ini dimulai saat...
seorang gadis sedang duduk di sebuah taman.
Ditemani bintang-bintang yang berkelap-kelip di malam hari. Lalu, tiba-tiba...
Seorang pengamen membawa kecrekan menghampirinya. "Permisi ya non..." Pengamen itu mendendangkan lagu "bintang kecil" versi banci salon.
Karena merasa terganggu, gadis itu kemudian melemparkan sebuah batu bata ke arah pengamen itu. Buukkk!!!
Terkena batu bata pengamen berkata sambil menahan sakit"DDDAAAAAHHHHSSYYYAAAATTTNNNYYYAAAAA......!!!!".
Dan kemudian berkata dengan intonasi ala Rhoma Irama "Ter....Laaa...Lu..".
"Bang, ini taman marga satwa! kalo ngamen kira-kira dong. saya lagi ngliat buaya sama bintang dinyanyiin kan kesel". jawab si gadis.
Si pengamen pun terbengong mendengar kata - kata itu. "Buaya? apa maksudnya?" batinnya dalam hati.
"Ya iyalah, Non. Emang ane ngamen untuk buaya?" Semprot pengamen, gak mau kalah.
"Tapi abang dah ijin dulu lum sama Pakaya ntar dia marah karna abang malah godain buaya".
ah, si eneng pejimane? lah itu yang berenang sampingnya buaya siapa? apa bukan pakaya? ude berendem bareng2 begitu..
Bukan bang,, itu selingkuhannya buaya,,Pepaya..
Waduh..!!!!! kalo gitu bahaya dooonkkkk....!!!!!
"Ya nggak lah, bang! paling pepayanya dimakan kalo laper! Namanya juga simpenan..".
pada saat perdebatan itu terjadi, mereka dihampiri oleh seorang laki-laki tampan nan aduhai, yang memiliki wajah nan tampan.
eh neng, mau ikut abang dangdutan? sapanya.
"Dangdutan ama abang?? Ogah!! Najong dah" balasnya dengan nada tinggi.
"Kalau begitu, abang kasih uang nih", kata laki-laki itu sembari menunjukkan 3 lembar uang 20 ribuan ke gadis itu.
Ga mau bang,.!
"Ooo masih kurang ya," katanya laki-laki itu lagi sambil menambah lagi barang pemberiannya: kali ini diserahkannya handphone-handphonenya, Nokia E51, Nokia N95 8GB, Nokia Communicator versi terbaru.
Tapi ternyata Semua Handphone itu hanyalah mainan anak-anak yang di jual dipinggir jalan.
Maap aja ye, mata saya nggak bisa ditipu bang, kecuali kalo abang...
abang tukang bakso...
Tiba2 abang tukang bakso datang menjajakan baksonya .... dan sang gadis, beralih pandangan dengan wajah kelaparan ...
"Sol patu.. Sol patu..." ternyata sang gadis berhalusinasi. yang lewat bang karjo tukang sol sepatu langganan komplek sini.
"Ihhh ... cantik2 ...gila nih mbak-nya ..." sahut Laki2 itu. Mending ama bencong tadi ach ...
"Tak ada bakso sol sepatu pun jadi"pikir sang gadis.
asalkan sepatunya Edward Forrer...
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
Nadnadh: ikut yah!
Istifajar: ikut nimbrung ahh ;)
Yayak: tok tok tok