Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Catatan Harian Seorang Preman

Kisah Sejati

Dear Diary, malam tadi aku gak sengaja malak ibu - ibu lewat, kucabut clurit yang selalu kusisipkan dipinggangku .. ibu itu menyodorkan dompetnya, saat uangnya kuambil itulah aku tersadar , di KTP nya tertulis POLWAN ... aku gak bisa tidur sejak itu.

Karena tak bisa tidur, aku menegak alkohol dengan sepuluh obat tidur yang aku temukan di dalam selokan.

Begitu bangun aku sudah berada di sel Polsek Mambubanget. Oh!

Sel ini berbau apek, pengab dan tikusnya besar-besar.

Tapi aku merasa senang karena untuk pertama kalinya aku merasa yang paling cakep diantara semua penghuni penjara itu.

Bayangin aja, sebelah kiri psikopat. Sebelah kanan koruptor kelas kutubusuk. Setidaknya, prestasiku jauh lebih 'manusia' lah. Kira-kira gitu..

Tapi tetap saja aku merasa heran. Aku yang tak berdosa ini kenapa dimasukkan ke dalam sebuah penjara neraka??

Haruskah aku menanggung semua akibat ini hanya karena malak POLWAN?? Oh no ..

Dan akupun menjerit histeris sambil memukul jeruji penjara. Aku memukul jeruji dengan nada 'Indonesia Raya'.

Dalam hati kecilku bergejolak hebat antara ketidakterimaanku berada di balik jeruji dan penerimaanku sebagai seorang preman.

Aku ingin berjumpa polwan itu. Minta maaf. Sekalian minta tanda tangan. Sekalian berharap. Kabarnya dia masih single.

Tapi setelah itu kulakukan. Kudapat kabar bahwa Polwan cantik itu sudah bersuamikan seorang duda keren, katanya sih penguasa tahu sukses.

Yayaya.. bersuami seorang pengusaha tahu sukses jauh lebih baik ketimbang bersuami seorang preman sukses. Mau jadi apa negeri ini coba ?

Aku hanya bisa meratapi nasib malangku ini.

Haruskah aku berganti profesi?

sambil memojok di sudut penjara yang boleh dibilang mirip kandang marmut dengan rumput dan wortel berserakan kucoba merogoh kantung belakang yang sudah seperti kantung belanjaan dengan kertas catatan berlimpah ruah. Aku ingat semua diary kejahatanku.

Dear Diary, aku ingat pertama kali mengawali karir ini .. aku cuma pedagang Lexotan ketengan .. pelanggan biasanya datang ke showroomku di sudut pasar dekat kios bubur kacang ijo, seberang wc umum , tahu kan diary?

Setiap hari aku hanya menjajakan barang daganganku tanpa pernah terbesit sedikitpun untuk menjadi aku yang sekarang. Apakah kau masih ingat, diary?

Kamu masih ingat Diary? rule#1 dalam trading barang aneh seperti ini .. jangan pernah mencicipi barang dagangan ... bukan masalah sakau nya ... tapi darimana profitnya kalau semua aku pakai sendiri ... aku sedikit ketat dalam menyeleksi pelanggan.

Rule#2: jangan lupa jaga hubungan sama pihak yang berwenang sekalipun hansip.

Rule#3: jangan pernah menyatukan sakau dengan wanita, soalnya bisa berabe ntar perkaranya.

Rule#4: Jangan pernah memalak orang tua di jalan. Pamali!

Sejauh ini, cuma 4 rule yang telah dibuat. Selebihnya hanyalah masalah naluri preman ku.

Aku tidak menerima anak sekolahan, pelangganku harus berpenghasilan tetap, tinggi, langsing, ramah , rambut sebahu ... ooops ini sih kriteria isianku di biro jodoh "Harap Terakhir" ..

Dec, 31th 2007. Tahun Baru yang indah. Mangsa bertebaran dimana-mana. Aku seakan melihat lautan uang di sekitar Monas Mereka ngibing bersama alunan dangdut koplo "Kucing garong". Sepertinya lagu tentangku. Malam itu gaji terbesarku dalam sejarah 5jt.

Uang sebesar itu kusisihkan sedikit buat mbayarin Yu Nap tarif dia semalam suntuk demi agar dia tidak usah "jualan" malam itu, Yu Nap sendiri bilang padaku kalau dia ingin berhenti ... cuma itu yang bisa aku bantu buat dia ..

Sedangkan sebagian besar uangnya aku bagikan kepada anak-anak kecil di sekitar gang rumahku karena aku berpikir toh besok juga aku bisa malak lagi.

Dear Diary, medio 2006 dulu inget gak kamu waktu aku nampar seorang Satpol PP, dia maksa mau nggusur gerobak kupat tahu Mang Karim? duapuluhtiga hari aku kembali "mesantren" .. Bodo! puas rasanya bisa nampar Satpol PP.

Diary, gara-gara nampar Satpol PP itulah aku jadi ngetop dipasar sekarang.. Hmm..

Bapakku pasti gak pernah mimpi rumahnya digedor polisi gara-gara aku yang 2 kali gak naik kelas ini, ngempesin ban plus ngembat helm di motor guru olahraga.

Tapi aku mulai bosan dengan hidupku ini. Malak doank gak akan bisa membelikan aku sebuah Ferari dan apartmen mewah.

Padahal diary, awal 2005 aku masih baik, mempesona, visioner. Bahkan, teman-teman meneladani aku dalam beribadah. Tidak kusangka sekarang aku begini.

Entah apa yang menyebabkan aku jadi begini. Mungkin semua dimulai saat kejadian itu, ketika...

tanpa sengaja aku membuat putri seorang mafia jatuh cinta padaku.

ternyata bapaknya setuju dengan hubungan kami.

dan engkau pasti tahu diary, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Maka akupun terpaksa mengikuti peraturan dan gaya hidup bapaknya itu.

Banyak sekali peraturan - peraturan yang ia tetapkan. Antara lain....

yang pertama aku tidak boleh keluar rumah di siang hari. Karena takut kulitku jadi rusak, nanti ga keren lagi...

padahal kulitku sudah rusak dari lahir.

yang kedua, aku harus selalu memakai baju merah setiap kali keluar rumah.

padahal semua tetanggaku pelihara banteng. kadang dilepas begitu saja.

Namun tak mengapa, aku pun mencoba untuk tetap menurutinya. Namun peratutan yang ketiga sungguh membuatku tak berdaya, karena peraturan itu melarangku untuk..

ngeplurk.

Padahal dear diary, plurking adalah saranaku mencari jodoh.. (setelah dipikir2.. oom mafioso itu benar juga ya, kalo saya kecantol cewe lain, mau dikemanain anaknya).tapi diary, itu bener-bener berat deh. secara,ampir setiap setengah jam aku plurking.

ORANG_GANTENG [bilang] good bye plurk setan.. (s_tears).

dan good bye rawon setan.

apakah kamu menangis diary?kok ada yang basah?oh..ternyata air liurku yang keluar karena sedari pagi aku belum makan apa-apa. Ingin rasanya aku nyanyi lagu bang rhoma..

aku ingat satu lagu yang selalu kuharapkan jadi kenyataan dari keterbelengguanku Diary, Pelan-pelan dan pasti aku dendangkan, "Malam ini malam terakhir bagi kita.....".

namun selagi aku bernyanyi tiba-tiba jam berdentang dua belas kali.

Ternyata......semua hanya jalan pikiranku yang tidak menentu pelipur lara ditengah tembok dan jeruji besi. Hari berganti hari ada ada dalam pikirankui juga berubah sejalan perubahan hari. Tapi.....kapan aku di sidang bapak hakim?

"Ayo sidang sekarang".

Jangan bentak2 dong Pak Hakim. Sama koruptor nggak berani bentak gitu!

"Saya bukan hakim, saya pengacara kamu" bantahnya. Setelah aku berpaling ke arahnya, OMG Diary!! dia Luna Maya!!

ku 'cek dan ricek' mataku tanda tak percaya,ku 'kabar-kabari' ke sipir penjara,ku 'silet' tanganku untuk meyakinkan kalo luna maya bertemu 'empat mata' bertemu dengan ku,diary.

Jangan menghayal lagi Diary ku, sadarlah yang kamu pegang...itu jeruji besi!

nasibku.....Diary kapankah aku menemukan pujaan hatiku. Aku teringat bidadari targetku jadikan pacar. TApi malang, saat aku tembak dia dengan sekuntum bunga kamboja dia jelas-jelas menolakku dan berkata, "kembalikan dulu HP ku yang elho copet di bis".

Diary, semua kenangan manis bersamanya pupus begitu saja, sejak kutemukan foto dirinya bersama lelaki lain. Tapi aku kemudian berpikir, oh... ternyata pria lain itu adalah bapaknya. Hampir aja aku suudzon.

Diary, jangan gundah hatimu, keraskan yang bisa kamu keraskan, kuatkan imanmu pastikan lahkahmu..temuilah dia pujaan hatimu sebelum waktumu terlambat.

Diary, halamanmu tinggal selembar lagi, itupun udah penuh dengan nama serta nomor hape cewek cewek yang kukenal... doh.. aku mesti nulis dimana lagi nih...

Sudahlah....Diary, tunda dulu angan-angan menunggu sidangmu selesai.

Apa yang sudah terjadi tinggal memetik hasil, toh tak bisa juga aku sesali .. ingat dulu ketika aku menangis padamu diary karena uang hasil malakku kecopetan di bis Alun-alun Ciburuy ...

Sudahlah... Diary, lupakan juga kenangan kecopetanku.

Pikirkan yang lain aja Diary, gimana caranya biar kamu cepat keluar dari penjara yang pengab ini. Mungkin kamu bisa menyogok Jaksa seperti Kak Ayin atau mungkin menyogok Hakim. Masih bisa nggak ya...?

Dari yang aku tahu, hakim dan jaksa disini juga bisa disogok putau ...

Tapi gimana lagi Diary..."kamu punya pengalaman nggak,"? nyopet putau.

wah hakimnya pemakai juga, makanya di mau di sogok putau. saking dah sakaunya.

tapi... gimana mau nyogok putau buat hakim? buat ngilanin sakau ku sekarang aja, stokku sudah habis...

teringat dengan tanteku artalita yang jago negoisasi, mungkin saha tanteku bisa membebaskanku.

Tapi sayang tanteku juga lagi kesandung kasus.., lebih gede malah daripada aku... Lalu sama siapa lagi aku minta tolong? Aku bingung nee Diary...

Apakah aku harus jual diri untuk menyelesaikan masalah? Tentu tidak kan?

jadi gi mana dong diary....

Jangan lupa Diary..dengan kata pepatah "Tidak satu jalan ke Roma". Pasti masih ada yang bisa disogok, percayalah...

Diary, apa kamu ingat kalo aku pernah menyelipkan photo asli Luna Maya yang ada tanda tangannya asli?? siapa tau Sipir disini bisa disogok dengan itu....

Kalau sama monyet....mau dong!

Matanya melotot, menakutkan. Sipir pentolan yang menguasai penjara ini tak bergeming dengan Foto Luna Maya. Hiks...hiks..aku dibilang Monyet. Kuturunkan Foto nan cantik itu. Tanpa Sengaja Foto Indra L Brugman plus tanda tangan aslinya terjatuh juga.

Monyetnya kabur lagi.

Diary, aku sebetulnya ingin insaf, tapi tuntutan ekonomi ini yang menghimpitku utk selalu berbuat jahat, jahat dan jahat.

Tidak ada pilihan lain.

Biarpun aku sudah kaya ingin lebih..lebih...lebih kaya lagi, jadi gimana caranya aku untuk insaf Diary?

Lalu dia langsung mencari pekerjaan.

Dia jalani setiap sel untuk mencari pekerjaan, namun dia tidak mendapatkannya. Tiba-tiba.....

ada mobil yang menabarknya.

tapi cuma mobil-mobilan.

Rupanya Diary sedang di sel anak2..

anak2ryan.

hasil hubungannya dengan kaumnya..

kaum ban.

"Diary, apakah engkau tidak merasa bosan dengan semua ini??aku ingin merubah cerita hidup kita!!!" tulisnya.

sayup-sayup ku dengar suara Adzan subuh .... hatiku muali bergetar... apakah ini saatnya aku untuk bertobat.. !!

allahhuakbar 2X....benarkah itu suara adzan?

Kucoba menengok keluar sel dan mencari sumber dari suara itu.

"Mungkin ini hidayah yang di berika oleh Nya... agar aku kembali ke jalan yang lebih baik lagi... "Apa Tuhan akan memaafkan segala ke khilafan dan ke alfaan ku selama ini?" ucapku sambil tertunduk lemah.

Dear diary, aku mencoba mengingat kapan ya terakhir aku bersembahyang.

oh diary, aku ingaT, dulu terakhir kali aku bersembahyang, saat aku memohon padamu untuk dijadikan pacar Luna maya, tapi apa dayaku, seiring tak kunjungnya doaku, eNgkau kabulkan. aku jadi putus asa padamu...

Kucoba untuk tidak sebahyang dan tetap memohon untuk dijadikan pacar Luna Maya. Tapi apa yang ku dapat??

Seekor Monyet betina lengkap dengan gaun dan mas kawin!!!

yah diary, lumayan lah, monyetnya masih make gaun dan bawa mas kawin, kalo sampe aku juga yang harus beliin gaun dan mas kawin buat monyet kan repot. Mana ada yang jual gaun ukuran monyet. DIary, oh diary..

Tak terasa engkau pun hampir terisi penuh oleh tulisan2ku sewaktu belajar bikin tanda tangan (sebenarnya sih gara2 para pengarang yang ga jelas ini).

aku pun sempat berpikir oh diary, aku sepertinya perlu buku baru. Aku pun mulai mencari cara untuk membeli buku baruu un em.

Eh diary. jangan ngambek gitu donk. Masa aku baru bilang mau ganti buka aja kamu dah ngambek?

Rupanya sedari tadi tanpa sengaja aku mencorat coret diary dengan pisau cutter, bukan dengan bolpen. Pantes aja diaryku ngambek eh sobek.

niatku sudah bulat. Tiada yang mampu menghalangiku lagi. Apapun caranya, aku harus mewujudkan ini. Aku harus beli diary baru.

tapi aku sama sekali tidak punya uang, diary. gimana dong? mau malak tetangga sebelah rumah enggak tega. mau malak tetangga depan rumah enggak berani (penghuninya lebih galak). gimana nih, diary??

Diary, tetangga sel ku semalem bunuh diri, anaknya belum bayaran sekolah, istrinya kabur dibawa karyawan perusahaan sedot tinja ... sementara lebaran kemaren pun lewat tanpa kesan ... didindingnya tertulis "dunia ini akan lebih baik jika aku tiada".

oh diary, ternyata virus ada band, repvblik, wali band dkk telah menjangkiti teman-temanku. saat ini mereka semua ingin bunuh diri karena terasuki lirik lagu mereka. "ahh lebih baik aku terjangkit virus dutkoplo".

tanpa terasa halamanmu benar-benar sudah abis diaryku yang setia. apa mau dikata, aku terpaksa menuliskan lanjutanmu di dinding..

dinding - dinding kamar pun tergores oleh penaku, dan kulanjutkan mencurahkan segala uneg - uneg di otaku.

tunggu sebentar ya diary, kamu kututup dulu... aku mau pindah ke tembok dan melanjutkan kisah kita...

satu kata, ok.

dengan sabar kuukir kisah baruku di tembok batu penjara yang tak bertulang..

dear wall's diary, hari ini.. akan kuukir kisahku yang baru. diary, tetangga sel ku yg bunuh diri, ternyata baru saja mendapat warisan dari kakeknya yang jutawan. sungguh kasihan, dia sudah meninggal lebih dulu sebelum mendengar kabar ini.

apa dia punya sodara wall ku?

kenapa harus bunuh diri dengan meloncat dari atas genteng? sungguh memalukan bila kakek tua itu menjadi saudaraku bila meninggal karena kejadian konyol. bunuh diri itu seharusnya loncat dari Tower Bts setinggi 40 Meter. Sensasi yang keren bukan.

Tapi yang menguntungkan dari kejadian itu, Diaryku ternyata tetangga selku menyimpan banyak sekali kertas kosong berikut lem kertasnya.

aku pun mengambilnya, dan akan kususun untuk membuat diary baru. diary,sulit sekali rasanya kalau saya harus mengukir tulisan di tembok setiap hari.

tetapi kupikir pikir daripada membuat diary baru lebih baik menambahkannya di halaman terakhirmu karena aku ingat cover merah mudamu cukup besar untuk menampung beratus-ratus halaman kertas kosong ini. yayaya..ide bagus jadi aku tidak akan berpisah.

dear diary, untunglah cover merah mudamu cukup untuk menampung kertas ini. jadi sekarang aku akan kembali menulis di buku. tapi diary, sepertinya tinta bolpoin ku mau habis. oleh karena itu aku.

pergi mencari bu Ijah pedagang alat tu;is yang sering menjajakan dagangan nya di penjara tempat ku "menginap".

"puuulpeeeennn, pilot, standard, faster ampe parker juga adaaaaaaaa!!" Nah, itu dia bu Ijah sudah datang, mari kemari bu, saya mau beli.

Dulu. Dulu sekali. Ijah adalah seorang gadis tercantik di sekitar sini. Namun...

semenjak tragedi itu terjadi... tragedi 20 tahun lalu itu... tragedi yang mengubah nasibnya ...

den, mau beli pulpen den? tangan yang dulunya sehalus sutra itu menjulur masuk ke seku memegang pulpen.

suara itu membuatku terhenyak. mengingatkanku akan perut yang belum diisi dari semalam.

kayaknya bagus. baca ntar malem ah di rumah. :-D.

oh diaryku, betapa aku merindukan rumah..

Akhirnya di kegelapan malam, aku pun mencoba dengan sekuat tenaga untuk pulang ke rumah.

terkatung katung di tengah jalan. gelap. remang remang disinari lampu tepi jalan. Di kejauhan aq melihat sesosok bayangan. Dan itu ternyata...

adalah sesosok orang yang bertampang sangat seram diaryku, sangat garang dan tanpa belas kasihan, mengingatkanku akan seorang preman. Eh, tapi aku kan juga preman.

Aku tak akan gentar diary. Bukankah pahitnya empedu kejahatan sudah kucicipi. Sebesar apapun badannya, nyaliku lebih besar dari itu.

Tak kusangka dia adalah ayah ku yang geram melihat preman kampung yang paling sukses dipasar pulang dari penjara..

Alih-alih berkelahi aku malah berlari menuju ayah ku sambil berteriak "ayah" dengan penuh kerinduan, lalu ku cium tangan ayahku. Beliau adalah satu2nya Mahkluk yg paling ku takuti di dunia ini.

Ayah berkata "ngapain lu pulang ???" bikin malu ngkong pitung aj lu?! Hati ku berkata "ternyata itulah yang menjadikan ku Bernyali besar,,aku adalah keturunan langsung dari pitung,,legend bagi bangsa kumpeni.

akan tetapi kenapa aku bisa berakhir di penjara? sedangkan leluhurku memiliki citra yang sungguh mulia. mungkinkah ini karma?


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.