Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Cerpen yang penuh karakter aneh (Ayoooo bikin karakter paling aneh!! huehehe ^^)

Petualangan

Namanya Rou, hanya Rou saja, tidak ada kepanjangannya. Badannya kurus, matanya besar, dan rambutnya acak-acakan. Dia berencana untuk pergi keliling dunia, menemui banyak orang. Tapi pertama-tama, dia harus menemui seseorang yang sangat penting dulu.

Rou pergi ke bukit Tinja yang bau sekali untuk menemui kakek Bilk, kakek tua yang berkulit hitam legam, bermata sipit, kakinya agak bengkok. Dia adalah seorang master ilmu silat yang akan ditemui Rou.

ia masih berhubungan darah dengan master ilmu pemalas Nobara yang menikah dengan Nobita. jurusnya simpel, tapi mematikan, lincah tanpa celah, indah tapi bau.

Rou yang tidak jelas gendernya itu akhirnya sampai juga di depan rumah Kakek Bilk. Tapi tiba-tiba dia dihadang seorang perempuan berbadan kekar yang tertawa cekikikan. Matanya yang sipit berwarna merah, giginya taring semua. Siapa perempuan ini?

Eich adalah penjaga pintu perguruan kakek Bilk. Meski perempuan Eich sangat hebat. Jurus yang dia punya adalah suara tertawa terbahak-bahaknya yang bisa bikin dunia berguncang...

Kemudian muncul seorang lagi dibelakang Eich, seorang pria berkepala plontos, giginya cuma 2, matanya hitam bulat tanpa warna putih, dan wajahnya pun bersisik persis buaya (mungkin ini yg namanya buaya darat)..dia adalah Aich kembarannya Eich.

"Apa maunya dua orang jelek ini?"batin Rou was-was. "Jangan-jangan mau mengajakku berkelahi". Wah, 2 lawan 1, tidak adil! Rou kemudian meniup peluit yang sejak lahir sudah tergantung di lehernya (kyak jukir aja ^^). Dan dalam sekejap, datanglah...

Kaak..Kaaak...tiba-tiba ada suara gagak yang mendekati Rou. Hanya saja gagak itu beda dengan yang lain. Warna bulunya hitam dan merah,bentuknya agak besar, dan matanya cukup lebar. "Apaan tuh yang ada di dekatmu??" ucap Eich ke pada Rou.

"Dia adalah partnerku," kata Rou. Dalam sekejap burung itu berubah bentuk menjadi perwujudan nenek tua dengan rambut abu2. Badannya kurus ceking, pendek, dan satu matanya ditutup kain hitam. Dia memegang tongkat berkepala ular di tangannya.

"I'm ready Boz!" kata nenek tua, yang ternyata suaranya mirip cicitan tikus itu. Rou tertawa senang.. "Wakakakakak!! Kalian mau ngajak berkelahi kan? Ayo maju!!", katanya pada Eich dan Aich.

Mereka pun bertarung dengan sengit. Setelah sekitar 12784 jurus dikeluarkan bergantian, tiba-tiba muncullah asap putih di tengah mereka. Seorang lelaki botak berperawakan sedang tiba-tiba muncul. Di tangannya ada sebilah pedang panjang.

"Apa yang kalian lakukan!!" ujarnya kepada orang-orang yang ada disitu."Kalian bener-bener keterlaluan sekali. Saya Mau lewat!!" teriaknya sambil mengacungkan pedangnya."Tuan Azu, mereka berdua berusaha masuk ke dalam" ucap Eich dan Aich bersamaan.

"Siapa kalian??? dan ada keperluan apa kalian kemari?? Ini adalah tanah terlarang, hanya orang tertentu saja yg bisa sampai sejauh ini!!" hardik Tuan Azu.."Kami ingin menemui seseorang. Katanya dia tinggal dibukit ini" lanjut Rou.

"siapa yang ingin kau temui itu manusia bermata besar??" tanya tuan azu menyelidik..

"Ehh!!! enak saja gua dibilang mata besar, mata selentik ini" bisik Rou dalam hati sambil mengedip-ngedipkan matanya.."Pokoknya kamu tidak perlu tahu. Jangan halangi jalanku" jawab Rou lantang.

"dasar pendatang tidak tau sopan santun, habisi saja mereka eich, aich!!" lalu mereka pun bertempur lagi kali in mengeluarkan jurus yang lebih banyak 1234567890....tiba-tiba terdengar suara angklung yang memekakan telinga.

Dan sesosok perempuan pun muncul. Rambutnya panjang berwarna merah, kulitnya seputih susu, tubuhnya indah, tapi sayang sekali mukanya rata. "Duh, siapa lagi ini? Kapan aq bisa ketemu Kakek Bilk dan cepat2 keliling dunia? Sial!!"keluh Rou dalam hati.

"Aku harus segera mengakhirinya!" bathin Rou. Dikibaskannya tangan Rou ke arah perempuan itu. Terkena energi tangan Rou, tubuh perempuan itu hancur berkeping-keping. Kepingan tubuhnya menjelma menjadi sosok mahluk berkaki delapan mengepung Rou.

"Gila Eich! siapa lagi tuh," ucap Aich ke Eich."Nggak tahu, kalo begini terus kita harus segera panggil Yolk," jawab Eich. Yolk sendiri adalah tangan kanan kakek Bilk,dia seorang laki-laki yang wajahnya berwarna kuning tua dan bermata biru laut.

"Wah2, mereka bakal sibuk sendiri dengan makhluk2 aneh berkaki delapan ini..aku punya kesempatan untuk diam2 menerobos masuk ke rumah Kakek Bilk nih"akal busuk Rou muncul. "Ayo Karasu!"bisik Rou pada rekannya yang kini berubah menjadi gagak raksasa.

rou berjalan pelan-pelan berusaha melarikan diri pertempuran sengit yang karuan ini. namun, baru 7 langkah tiba-tiba rou dan karasu dihantam oleh gelombang air dan mereka pu terhempas jauh hingga nyangkut dipohon duren. ternyata itu dari mata yolk.

"Berhenti disitu bung!!." teriak Yolk.matanya yang baru saja mengeluarkan air itu lalu terpejam kembali.Rou terheran-heran ternyata Yolk ilmunya hebat sekali.dia hanya menggunakan mata untuk menyemburkan air,setelah itu dia memejamkan mata.

Sekarang semua orang melihat ke arah Rou dengan muka sangar (kecuali makhluk berkaki delapan yang mukanya rata :P), bersiap2 mengeroyoknya. "Waduh,perasaanku ga enak nih"pikir Rou. Di belakang Rou tiba2 pintu rumah Kakek Bilk terbuka,dan akhirnya...

...Rou tersadar bahwa yg keluar bukan Kakek Bilk, melainkan seekor gurita besar berwarna hijau tua dengan 15 kaki dan 2 kepala. Gurita ini mengeluarkan suara "hurrkk.. hurrkk.." dan di masing2 kakinya terdapat 3 kuku yg sangat tajam dan mengkilat.

"Hurrkk...hurrkk..hurrkk..hoachaachim" Gurita tersebut bersin, bersamaan dengan itu dimulutnya keluarlah lintah2 kecil yang siap menyerang siapa saja yang menghadang jalannya..Matanya menjelajah kesemua arah untuk mencari mangsa yang paling empuk..

Lintah2 kecil tersebut bentuknya aneh. Tidak seperti lintah pada umumnya, mereka mempunyai 12 mata dan 3 buah mulut. Lintah2 itu juga bisa melompat setinggi 12 meter. Rou benar2 ngeri melihatnya.

Slurpss!!!! Tiba2 saja satu lintah tsb sudah mengisap lengan Rou. Sambil mengisap lintah tsb mengeluarkan cairan bewarna kuning keemasan yang membakar seluruh jari2 Rou. Rou kemudian menotok nadi pangkal lengannya agar racun tsb tidak begitu menyebar.

Tiba-tiba dari arah samping...

Jengg...jeeenggg...jenggg...jengggg!!!!!!!!

sebuah angin yang kencang menerbangkan semua orang yang berada di depan rumah Kakek Bilk, juga semua lintah yang menempel di badan Rou. Hanya Rou yang tertinggal, karena dia nyangkut di pohon jengkol milik Kakek Bilk. "Angin apa itu tadi?" pikir Rou.

Belum sempat pertanyaan itu terjawab, muncullah sesosok berbadan besar dari balik debu itu. Tangan kanannya memegang pedang, tangan kirinya memegang palu. Rambut orang itu berwarna kuning, sementara tingginya sekitar 2 meter lebih sedikit.

Kali ini tubuh Rou gemetaran melihat orang itu, 'kenapa ini? aneh sekali' pikirnya. Rou berusaha kabur, mungkin menjauh dari tempat itu akan lebih baik. tapi kakinya tidak bisa bergerak, sementara orang itu semakin mendekat. "Si... siapa k..kamu!?!?".

"Saya Nobara..." ucap orang tersebut pada Rou."Apa yang sedang terjadi disini!Eich, Aich...siapa laki-laki didepanku ini?" tanya orang tersebut kepada penjaga pintu Aich dan Eich. Rou masih saja kebingungan siapa Nobara itu??

"Dia ingin bertemu dengan Kakek Bilk, Tuan Nobara." jawab Aich dengan hormat dan sedikit menunduk. "Benar, Tuan. Dia mencoba menerobos masuk," Eich pun ikut berkomentar. "Hmm...apa itu benar?" tanya Nobara pada Rou.

Rou menjawab,"Benar Tuan..saya ingin berguru kepada kakek Bilk. bolehkah saya ketemu beliau". Nobara lalu melihat ke Aich dan Eich lagi."Kenapa anak muda ini dipersulit masuk ke dalam?" ucap Nobara ke dua orang itu. Tetapi mereka berdua hanya diam.

"Ikuti saya!" kata Nobara kepada Rou. Mereka pun bergegas masuk ke dalam padepokan itu. Gagak raksasa yang menemani Rou pun ikut masuk ke dalam. Ternyata di dalam mereka telah ditunggu oleh...

Uhuk..uhuk....suara batuk membuat Rou melihat ke arah sumber suara itu. Dan ternyata yang di lihatnya adalah sesosok kakek yang terlihat sangat tua. dan dia adalah...

...sosok yang selama ini dirindukan oleh Rou yang bernama...

Kakek Oguchi. Rou terkejut. Rupanya si tua Oguchi yang dikira mati oleh banyak orang.

"Nobara...siapa anak lelaki ini?" tanya kakek Oguchi pada Nobara yang berada di dekat Rou." Master dia ingin bertemu dengan Tuan Bilk." jawab Nobara. Rou semakin bingung nggak karuan, kakek Oguchi seorang master???

"Hmm...ada keperluan apa dengannya?" kata Kakek Oguchi dengan pandangan menyelidik. Rou cukup seram juga melihat Kakek Oguchi yang rambutnya sudah memutih seluruhnya. Di pinggangnya ada sebilah samurai hitam yg panjangnya mungkin 1 meter lebih.

"Sa..sa..saya..berma..kkssudd..menja..diii murriid ka..aakkeek.Billk," kata Rou sangat gugup, karena dia melihat samurai kakek Oguchi siap diambil..

"Hmm... begitu ya. Begini anak muda. Siapa namanya tadi? Rani? Ruko? Rujak?" tanya Kakek Oguchi. "Rou kek," jawab Rou. "Oh iya... Rong. Setiap orang yg mau menjadi muridnya Bilk harus melewati kakek dulu." kata kakek Oguchi.

Huh, menyebalkan banget si kakek Oguchi ini, namaku kan Rou, seenaknya diganti-ganti, omel Rou dalam hati. "Baik kek, saya akan ikut." jawab Rou. "Tunggu kamu harus memanggil saya tuan." balas Kakek Oguchi.

Banyak syarat banget sih kakek tua ini. "Iya, tuan Ogu..." kata Rou. "Panggil saya dengan nama lengkap, Rose!" teriak Kakek Oguchi lantang. "Ya ampun, ganti lagi deh nama gue," pikir Rou.

"iya.. iya.. Tuan Oguchi..."kata Rou membenarkan ucapannya. "APA!?!?! Okuli?? Berani-beraninya kamu ganti2 namaku!!!"teriak Kakek Oguchi marah. 'Yaah..ni kakek tuli lagi =_=a'rutuk Rou dalam hati. Kakek Oguchi yang marah langsung mencabut pedangnya..

Pedang itu mengkilat dan tajam. Dengan panjang sekitar 1.5 meter dan lebar pedang yang mencapai 15 cm, pedang itu terlihat angker. Nampaknya bahannya dari Titanium Ti-48 dengan nomor atom 22 yang konon lebih kuat dari besi baja. Wah, keren sekali...

"Sebentar kek...saya nggak bermaksud menantang kok," ucapku kaget dan kagum ketika kakek Oguchi mencabut pedangnya.

"Terlambat... Kau sudah membangunkan macan tidur," kata Nobara dari belakang Kakek Oguchi. Rou hanya bisa terdiam dan berpikir dalam hati, "Hmm..tapi...mana macannya yah?".

"Jangan petantang-petenteng Roy, tunjukkan kemampuanmu padaku sblm kamu mjd murid Bilk"teriak kakek Oguchi lagi. Dan kemudian, Wuzzzzz...wuzz!!! Kibasan pedang kakek Oguchi mengeluarkan angin puting beliung beserta kilat yg menyambar mencari mangsa.

Waduh, ternyata ni kakek beneran, batin Rou sambil bersiap-siap untuk mengeluarkan jurusnya. Tapi tiba-tiba dari belakang Rou ada sesuatu yang melintas. Dan ternyata yang melintas itu,...

Sebuah bayangan putih dengan kecepatan sekitar 284.34 km/jam. Tampak cahaya berpendar dari bayangan itu, sepertinya itu tenaga dalam. Kekuatan yg maha dasyat itu saling bertumbukan, berputar2 di udara, & menghasilkan gaya sentrifugal yg sangat besar.

Siapa yang bisa mengeluarkan jurus sehebat itu. Rou terkagum-kagum sampai lupa kalo dia sendiri sedang menghadapi kakek Oguchi. Ternyata yang lewat itu adalah kekuatan yang melindungi Rou dari serangan pedang kakek Oguchi. Siapa pemilik kekuatan itu.

"Bilk!!! Akhirnya kau keluar juga" bisik kakek Oguchi..Rou mengusap-ngusap matanya, "mana kakek Bilk??" pikirnya. Sementara orang yg membantunya msh diselimuti kabut berwarna putih berkilauan.."Jangan kau ganggu anak ini" lanjutnya lagi.

Dari balik bayangan muncullah seorang kakek tua berjenggot panjang. Tampak aliran tenaga dalam berwarna biru menyala di seluruh tubuhnya. Tidak tampak kelelahan sedikit pun di wajahnya setelah mengeluarkan jurus sehebat itu. Ya, dialah Kakek Bilk.

Rou memandangi kakek Bilk sampai terpesona. Dia merasa bahagia bisa bertemu seseorang sehebat kakek Bilk. Tapi Rou belum bisa lega karena dia harus menjelaskan dulu pada sang Master.

"Kamu Rou?" tanyanya pada Rou. "Benar kek..." jawab Rou sigap. "Hmm.. aku harus mengetesmu..." kata Kakek Bilk seraya menghunus sebilah pedang besi berukirkan kepala naga dan dia berteriak dengan keras "Jurus Seribu Cahaya Kilat!".

Rou bingung mau mengatasi jurus dari kakek Bilk dengan apa?

Rou teringat jurus ajaran kakek gurunya & dia segera merapal Jurus Penghancur Raga Penghilang Jiwa Tingkat 10. Dari tubuhnya keluar cahaya2 keemasan menyilaukan dgn kekuatan tak terhingga. Apa yg terjadi saat 2 kekuatan maha dasyat ini bertumbukan?

Ruangan tiba-tiba meledak karena tubrukan dua kekuatan itu, Rou kaget bukan main apa yang terjadi dengan kakek Bilk? Dia sendiri baru merasa kesakitan setelah beberapa menit setelah itu.

"Hahaha... Kau memang benar Rou. Anak dari sahabatku Bou, Ksatria Rambut Emas dari Gunung Pringgodani. Ayo, silakan masuk ke dalam." kata Kakek Bilk dari balik asap yang mengepul. Rou takjub melihat Kakek Bilk sama sekali tdk terluka dengan jurusnya.

padahal Rou sudah mengerahkan segala kekuatannya..tapi memang hebat benar kakek Bilk ini. "Baiklah Rou, aku mau tanya dimana Bou sekarang?" tanya kakek Bilk tiba-tiba. dan membuat Rou kebingungan, apa yang harus dia jawab..

hmmm... Rou mencoba mengingat-ingat Bou, ayahnya yang sudah 20 tahun tidak ditemuinya. Ingatan Rou melayang pada saat-saat ayahnya pergi meninggalkannya...

Waktu itu sedang terjadi perang sengit antara Rhu (klan kesatria pedang sakti dari bangsanya Rou) yg dipimpin oleh Bou dan Gobu (kesatria kuda emas) yg dipimpin oleh Sikhu. Kedua klan dgn kesaktian luar biasa ini bertempur karena suatu perselisihan.

Klan Gobu sangat menguasai negara dimana Rou tinggal dulu,dan ayah Rou sangat tidak suka dengan kediktatoran seorang pemimpin. maka dia bersama klan Rhu membuat gerakan bawah tanah.

saat itu terjadi perpecahan di mana-mana. Mereka mendukung Klan Gobu atau Klan Rhu. Tidak ada yang bisa menghentikannya. dan dalam keriuhan tersebut, sang ayah menghilang. banyak rekan yang bilang ia mencari suhu Nobita dan Nobara, entah di mama.

"Begitu ceritanya, Kakek Bilk. Ayahku menghilang tanpa ada yang tahu ke mana beliau pergi..." cerita Rou dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Baiklah Rou..kakek ikut menyesal, sebaiknya kamu istirahat," ucap kakek Bilk, kemudian ia memanggil Aich agar menyiapkan tempat untuk Rou istirahat.

Kemudian Rou beristirahat sebentar. Namun saat baru sebentar tertidur,tiba-tiba dia bangun karena dia mendapat mimpi buruk.

Mimpi tentang ayahnya yang terbunuh. Dia dibunuh oleh raksasa Goblet, dengan cara diinjak oleh kakinya yang sangat besar saat ayah lengah karena sedang diserang dari segala arah.

Kemudian kake Bilk datang menemui Rou saat mendengar Rou terisak-isak, "Ada apa,Rou?Apa kamu bermimpi buruk?".

"Benar kek, saya mimpi ayah saya diinjak raksasa Goblet." "Apa?" teriak Kakek Bilk dengan keras. "Tidak mungkin! Raksasa Goblet berasal dari ras Soludi yang sudah lama punah. Tidak mungkin ada makhluk seperti itu lagi sekarang ini.".

"Tapi aku sendiri baru saja melihatnya satu tahun yang lalu di kediamanku,"Kata Rou kemudian.

"Hmmm... aneh sekali..."gumam Kakek Bilk sambil mengelus-elus janggutnya yang berwarna hijau. Setelah berpikir lama... "Wah!!!!! Ini gawat sekali Rou!!!"tiba-tiba saja Kakek Bilk berteriak. Rou sampai terlempar mundur beberapa inchi saking kagetnya.

"Apanya yang gawat, kek?" tanya Rou dengan sigap. "Anu Rou, kakek lupa mengangkat jemuran di belakang, padahal hujan sudah mulai turun." kata kakek Bilk. Sesaat kemudian Kakek Bilk menggunakan jurus tangan seribu untuk mengangkat jemurannya.

Gubrak!!!! "Kakek bikin kaget aja..."kata Rou mengelus punggungnya kesakitan, "Kirain ada hubungannya sama ayah saya.. =_=". Lalu tiba-tiba Kakek Bilk terlihat serius lagi. "Ini memang ada hubungannya dengan ayahmu Rou."katanya lagi.

"Apa kek?" tanya Rou serius ke kakek Bilk. kemudian kakek Bilk terdiam cukup lama, untuk bisa memulai ceritanya dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku bajunya...

Rou berusaha menebak-nebak sesuatu itu. Namun karena dia tidak jago menebak dia hanya menunggu kekek Bilk memberitahunya. Dan ternyata sesuatu itu adalah sebuah foto yang sudah lusuh dan dekil...

Kakek Bilk kemudian pelan-pelan bercerita ke Rou tentang sejarah foto itu...

"Ayahmu dulu adalah seorang pendekar yang gagah perkasa. Dia mempunyai sebuah jurus andalan yang bisa menyatukan chi merah dengan chi biru. Jurus itu termasuk satu dari jurus level 5 yang sangat legendaris.".

"Kek, jurus chi itu apakah bisa saya pelajari?" tanya Rou langsung ke kakek Bilk. Busyet ini anak belum2 udah nagih minta diajarin jurus aja. ucap kakek Bilk dongkol.

"Jika aliran chi mu sama atau mendekati ayah mu sih, bisa2 saja sepertinya." Ucap kake Bilk lagi.

"Terus gimana kek, mau kan mengajari aku?" tanya Rou memelas. Kakek Bilk serasa disudutkan pada saat itu, dia dilemma, jika dia mengajari Rou jurus chi itu maka ada seseorang yang tidak setuju...

... yaitu Ching yang tidak lain dan tidak bukan adalah ibu dari Rou. Kakek Bilk sebenarnya adalah selingkuhan dari ibu Rou yang memilih untuk mengkhianati suaminya demi kekuasaan dan harta. "Hmm... beri kakek waktu untuk berpikir..." kata Kakek Bilk.

"Berikan jawabannya secepat mungkin ya, kek" pinta Rou. Kakek hanya terdiam saja, memikirkan masalahnya kali ini.

"Baik, nak. Beri kakek 2-3 hari. Sementara itu kamu bisa berlatih bersama Ryu, murid terbaik kakek." kata Kakek Blik. Ryu adalah seorang pemuda berperawakan sedang, tetapi mempunyai tenaga dalam yang setara dengan tenaga 500 ekor kuda.

keesokkan harinya Rou dipertemukan dengan Ryu. Ryu ternyata seorang perempuan, Rou kaget bukan main dia kira dia akan berlatih dengan seorang laki-laki..

Namun, meskipun perempuan, Rou bisa melihat aliran chakra yang keluar dari tubuh Ryu sangat luar biasa. Bahkan saat dia berjalan, dedaunan yang ada di sekelilingnya sampai terbang mengikuti aura tenaga dalamnya.

hebat sekali gadis itu, ucap Rou dalam hati. Ryu seakan tahu apa yang dipikiran Rou, dia menatap Rou penuh selidik..

"Aku dengar kamu mempunyai kekuatan yang lumayan. Coba tunjukkan padaku," kata Ryu. Rou pun merasa tertantang mendengar ucapan seperti itu. Dia segera menghimpun tenaga dalamnya dan mengeluarkan ajian cakar elang tingkat 4.

Setelah menunjukan jurus andalannya itu, Rou mendengar si Ryu bertepuk tangan, "Plok..Plok..Plok... hebat juga kamu Rou, pantas kakek Bilk sampai repot-repot memanggil aku untuk melatihmu..., baiklah, kamu akan aku latih mulai sekarang..".

"Trims Ryu...bolehkah kita berpelukan?" tanya Rou yang tiba2 mengagetkan Ryu.".

"Berpelukan!?!"muka Ryu tiba-tiba memerah seperti buah tomat busuk,"Lancang sekali kau!"hardiknya sambil menatap Rou marah.Hanya dengan sekali tatap saja,Rou sudah terpelanting sejauh 100 km dengan kecapatan 80km/jam."Gadis ini memang hebat!"pikirnya.

Namun Rou merasa terusik dengan hal itu. Dia tidak mau diremehkan oleh perempuan. Ia pun merapal Jurus Seribu Bayangan untuk mengalahkan Ryu. Sementara Ryu pun dengan sigap segera menyiapkan ajian Gandrung Siliwangit yang merupakan jurus andalannya.

Tapi sebelum Rou sudah menyiapkan semuanya, tapi dia belum sempat membalas. Karena Ryu sudah datang dengan kecepatan super ditemani oleh peliharaannya, Kia, seekor naga kecil, sambil tersenyum meremehkan dia mengeluarkan jurus Pusaran Seribu Elemen.

Rou yang menyadari bahwa ajiannya kalah cepat segera mengubah posisi tubuhnya ke posisi bertahan sambil mengeluarkan ajian Daun Dewa Menyibak Bumi. Diam-diam Rou mengagumi kehebatan Ryu sebenarnya, tetapi Rou gengsi untuk mengakui hal itu.

Ryu terus menyerang, kali ini dengan jurus kombinasi dengan Kia dia mengeluarkan jurus Semburan Api Naga Biru yang hampir saja membuat Rou meleleh. Rou pun bingung, sadar bahwa dia tidak bisa terus bertahan disembur api terus-menerus seperti ini.

Akhirnya, di detik terakhir, dia mengeluarkan cermin sakti dan membalikkan semburan api itu ke arah Ryu. Sayangnya, cermin itu langsung pecah berantakan menjadi sejuta kepingan.

Tapi syukurlah cermin itu dapat menghalau semburan api milik Ryu dan Kia. Rou pun menang (horeeee.. :D). Tiba-tiba didengarnya tepuk tangan, dan muncullah sosok wanita yang sangat cantik yang sejak tadi memperhatikan perkelahian mereka. Siapa dia?

Rou sangat terkejut melihatnya. Ternyata wanita cantik itu adalah...

Mantan Pacar Ayahnya. Sang Wanita melangkah mendekat sembari tersenyum manis, lalu ia mengambil sesuatu dari tasnya. Ternyata itu....

Celana Gaib milik ayahnya. Selama ini Rou bingung kenapa hanya Jubah Gaib saja yang diwariskan kepadanya.

Kenapa mantan pacar ayahnya tidak sekalian diwariskan padanya saja.

tiba-tiba rou bangun dari trans-nya ketika si wanita berkata....

".................." apa? Rou hampir tidak bisa mendengar ucapan wanita itu, dia hanya bisa melihat mulut wanita itu bergerak-gerak saja.

Dan gerakannya semakin cepat saja layaknya mulut ikan koi. Sehingga Rou yang melihatnya menjadi pusing kembali dan mendadak terhipnotis.

Dengan mulut terbuka didekatinya perempuan itu dan....

"Nah, gitu buka yg lebar, mau makan aja mesti di suapin..!!",ucap wanita itu sambil memasukkan spagetti rasa balado ke dalam mulut Rou.

"Oughh?!! Gak enak!!!" geram Rou. "Makanan apa ini?!!". "Aku ingin nasi pecel, cepat sediakan!!!" Bentak Rou.

"Waduh?? pecelnya abis mas!" kata perempuan itu. "nasi goreng deh!" "nasi gorengnya abis juga tuhh..." "teh manis?" "TEH MANISNYA ABIS MAS!!" Rou pun kehilangan kesabarannya.

Akhirnya Rou berkata " kenapa Teh Mainisnya habis???" dan perempuan itu menagis terisak selama 13jam di pojokan.

Rou menunggu sambil meneteskan iler melihat Ryu membakar ayam dengan bantuan naganya, lalu menyantap nya dengan nikmat.

Rou pun bernyanyi " geregetan..oh aku geregetan bila hidup tanpa pilihan".dengan aldhafera,equatorWolf,dikasihhati dan NaN sebagai penari latarnya.

Rou terus bernyanyi hingga tenggorokannya serak dan suaranya parau.

Roupun akhirnya berhenti bernyanyi dan....

Mengalami kelelahan hingga pingsan. Dalam keadaan tidak sadar, Rou bertemu dengan seorang pertapa sakti yang berusia 5 abad bernama CUY.

.... maka logisnya, karena dia hanya bertemu pertapa berusia lima abad itu dalam keadaan pingsan, maka ketika dia bangun dia tak bertemu pertapa itu, kan?

Tp aku teringat dalam ketidak sadaranku pertapa sakti itu menitipkan salam kangen pada Aldhafera.

Rou kebingungan kenapa ada pertapa cuy dan aldhafera?? terus dimana kakek Bilk??

"daripada susah-susah nyariin kakek Bilk mending aku minta tolong pak polisi saja...." pikir Rou.

sekejap kemudian ada polisi yang lewat, Roupun berhenti berfikir langsung menyapa pak polisi.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.