Kisah Sejati
Alkisah hidup seorang pemuda lugu disebuah desa yang bernama Kuochil.. Che Mong namanya. Badannya krempeng, kulitnya hitam namun giginya kuning. Che Mong mempunyai kelebihan yaitu pandai bersulap..
.. cross gender merubah dirinya menjadi wanita cantik nan sexy berusia tiga perempat abad.
Dan dengan kepandaian sulapnya ia berhasil menarik perhatian para pria-pria disekitarnya....
Dalam melaksanakan aksinya che mong ditemani seekor monyet yang bernama Moe Nyuk yang bertugas meminta uang dari para penontonnya..
Sebagai sepasang seniman jalanan, mereka biasanya mementaskan akrobat spontan atau drama singkat. Lakon yang dipentaskan biasanya kisah cinta Sampek dan Engtay. Che Mong menjadi Sampek, dan monyetnya menjadi Engtay.
Suati hari che mong merasa gundah.. karena si Moe Nyuk diculik oleh kompotan penculik. Kemudian ia mendatangi dukun terkenal di desa itu yang bernama Oe Moe Dheng La. Berdasarkan penerawangannya si Moe Nyuk diculik oleh geng "Sun Bo Kong" yang..
terkenal selalu mengumpulkan monyet, khususnya monyet berbakat seperti Moe Nyuk untuk dijadikan pasukan rahasia.
Kemudian Che Mong menemui temannya yg bernama Wong Bee Ngung untuk minta pendapatnya.... "Mong..kalo mo nyari penculik monyet harus pake strategi dong!".Ujar Bee Ngung. "Apa strateginya??" Tanya Che Mong keheranan..
" gampang iku , gak perlu strategi-strategian...cukup dengan keluarkan ajian monyet merem melek...pasti monyet-monyet itu bakal ikut apa kata kita.
"Baiklah!" jawab Che Mong mantap. Dia segera menuju ke bukit Dong Se Cin untuk memperdalam ajian monyet merem melek. Konon katanya hanya di bukit ini saja ajian tersebut bisa dipelajari.
namun ketika sedang berkonsentrasi belajar, Che mong didatangi oleh seorang wanita. Che mong sempat terperana, "nama kisanak siapa, berani2 nya bertapa disini" " ayo tarung sama saya, nama saya Cie ayu nie" Che mong merasa kagum, dia cantik dan brani.
"Maaf nisanak. Saya ke sini bukan untuk bertarung, tetapi untuk mempelajari sebuah ajian istimewa turun-temurun bernama monyet merem melek." jelas Che Mong. Tiba2 cewe itu tertawa terpingkal2 mendengar nama ajian itu, "hahahaha...".
"langsung saja kau keluarkan pedang di celanamu itu,, jangan banyak cingcong" teriak cie ayu. Che mong bingung, itu kan bukan pedang.
"Oke nisanak, kita berdamai saja. Saya pecinta damai dan tidak suka bertarung. Apalagi melawan cewe. Itu bukan tipe saya..." kataku menjelaskan dengan perasaan bangga bercampur terharu.
Cie ayu yang sedari tadi Berapi api menjadi lunak. Ya sudahlah kamu mo ngopi saya punya Torabika yuk masak air panasnya kisanak, saya mo nyuci gelasnya dulu, kita ngobrol2 abis itu.
"Atau sebaiknya kita buka warung kopi aja disini... kayaknya prospek banget. Dalam radius 100 m belum ada warung kopi untuk Cangkruan.." Usul Che Mong pada Cie Ayu.
"Tapi aku tak mempunyai resep Kopi enak Cie ayu??" ,,
Cie ayu bingung juga tiba-tiba torabika yang tinggal satu-satunya raib entah kmana ...? ". Kisanak kopinya raib ne padahal kemarin masih ada di tples plastik di pojok dapur....air putih aja ya " Sambil membawa 1 gelas air mineral Cie ayu duduk di....
...atas batu. "Halah... bilang aja g punya kopi." ledek Che Mong. Mendengar ledekan itu Cie Ayu menjadi panas dan kembalilah emosinya yang sudah surut itu. Dia merasa terhina oleh kata2 Che Mong. "Belum tau siapa gua nih bocah." katanya dalam hati.
"Ciat......!" GEDUBRAK... BUK.... KROMPYANG...DOR... DOR.... DOR.... !
buajigur,, watah haya wuasem wahaha ciekit wuaakaka csarkakakaka prang komprany gur gur gur, meong meogn,, guk guk guk.
" hoi jaga bacot kamu ya....sembarangan aja ngebacot " teriak Che Mong dengan nada tinggi matanya yang sipit tapi lentik mendadak seperti keluar dari kelopaknya. Dengan tangan mengepal dan kuda-kuda yang kuat dia siap melayangkan jurus Putri beringas.
Che Mong bangga dengan jurus ini. Meskipun laki2, tapi dia bisa menguasai jurus ini dengan sempurna seperti seorang putri sungguhan. Che Mong mulai mempersiapkan aji-ajinya. Dia mulai membuka semua titik syaraf di tubuhnya untuk melancarkan chi nya.
Tak lupa senjata andalan Che Mong ikut beraksi dua pisau kembar berganggang seperti monyet nyengir berpita merah nampak berkilat di ujungnya menambah sanggar penampilan Che Mong. Melihat itu semua darah Cie ayu berdesir ragu2 dia untuk memulai ....
Tiba-tiba Cie Ayu mendapat ide. Dia segera meniup peluit yang sedari tadi tergantung di lehernya dan dalam sekejap mata datanglah pendekar2 dari berbagai penjuru. "Hahaha... sekarang kamu tidak bisa menang." kata Cie Ayu bengis.
Petir menggelegar diiringi semilir angin yang kian mengencang saat para pendekar dari segala penjuru tiba. Tampak Wiro Sableng turut hadir dalam acara reuni tahunan para pendekar ini.
Che Mong agak keder juga melihat para pendekar ini. Meskipun jurusnya sangat hebat dan dapat menjatuhkan 5 orang hanya dalam sekali tebas, tetapi tetap saja dia kalah jumlah. Lha wong lawannya banyak banget itu...
"Tapi ini acara reuni para pendekar .. bukan untuk mengeroyokku.." pikir Che Mong. "Bapak-bapak ibu-ibu para pendekar.. saya ucapkan selamat datang dalam acara Reuni kali ini.. Sebuah kehormatan bagi kami telah sudi menghadiri undangan kami..".
"Sebelum kita lanjutkan acara ini, ada baiknya kami memperkenalkan seorang bintang baru di dunia persilatan, sekaligus bintang tamu kita dalam pertemuan kali ini. Inilah dia... Che Mong... Beri tepuk tangan yang meriah.".
"Terima kasih... terima kasih... saya tidak menduga akan disambut seperti ini. Sebagai persembahan yang pertama terimalah lagu yang berjudul... Terajana... Karya Rhoma Irama" Che Mong memulai aksinya. Tepukan makin meriah mengiringi aksi panggungnya.
Tiba-tiba Cie Ayu menariknya ke belakang panggung. "Eh.. kamu yang benar dong. Ini kan pertemuan para pesilat. Bukan konser dangdut. Kamu gimana sih?" katanya.
santai saja blur, ini cuma aksi pengalih perhatian,, aku tahu mereka banyak dan kuat,, namun aku juga tahu,, mereka absen pas tuhan bagiin otak!!,, jadi aku akan tipu mereka semua.
"Memang rencanamu apa?" Cie Ayu masih bingung dengan rencana di kepala Che Mong. "Kamu lihat saja nanti...!" Che Mong yakin sekali, seraya mengerdipkan sebelah matanya dgn nakal.
Che Mong pun beraksi dengan mengeluarkan jurus seribu bayangan. Dan hebohnya Bayangan Che Mong bisa berubah menjadi 1000 orang berlainan jenis. " Waaah ..hebat kamo Mong " Seru Cie Ayu kegirangan dan tanpa sadar bertepuk tangan riang.
1000 bayangan itu pun berkelebat kesana kemari mengikuti irama semilir angin yang berhembus. Gerakan menjadi gerakan indah seperti tarian yang diperagakan oleh 1000 orang. Sontak seluruh yang hadir bertepuk tangan...
Sejurus kemudian, tanpa diduga-duga datanglah angin yang sangat kencang menyapu 1000 bayangan itu hingga menjadi debu. Dan tepat di puncak gunung tampillah seorang pendekar yang sudah tidak asing lagi, yaitu...
Brama Kumbara.. pendekar supersakti dari Madangkara.. Rupanya tadi dia telah mengeluarkan ajian Serat Jiwa tingkat 7..
Che Mong menjadi geram karena ajian Membelah Jiwa nya dihanguskan begitu saja. Che Mong pun segera merapal ajian Suwi Suwi Tambah Gedhe tingkat 8. Ini adalah jurus wasiat keluarganya turun temurun.
Caranya pun mudah, cukup di elus-elus.. maka ajian Suwi Suwi Tambah Gedhe Tingkat 8 bisa digunakan. Bener saja, setelah elusan ke 5...
...aura yang keluar dari tubuh Che Mong sudah sangat besar. Brama Kumbara tak kalah sigap. Dia segera merapal aji2 Kuserang Kau yang menjadi jurus andalannya selama ini. Jurus ini adalah jurus keramat yang hingga saat ini tidak pernah terkalahkan.
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
mangoendeso: Latar belakang negeri cina dan alurnya seorang berwajah paspasan mencari monyetnya yang hilang karena diculik, namun pada saat pembebasan monyet ia bertemu dengan putri cantik sehingga ia lupa dengan tujuan awalnya..