Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

F=V=P

Humor

Bantuin buat cerpen baruku ya....Jadi huruf F sama V nya diganti sama P. Aq awalin dulu ya.. Suatu hari Parid mendatangi Pita yang mempesonanya. Namun dia dihalangi oleh Patur. Padahal Patur cuma juragan pespa..

Sebenarnya Parid pengen ngajak Pita nonton pilm di bioskop yang ada di jalan Patahillah, di pusat kota.

Entah kenapa tiba-tiba perut Pita melilit gak karuan. Parid ngeliatin si Pita yang lagi megangin perutnya sambil garuk-garuk kepalanya.

Parid bingung, harus diapain nih si Pita. Pita mengerang kesakitan. Semakin lama polumenya semakin keras. Prekuensinya juga semakin sering.

Mau dikecilin polume suaranya tetep aja suara Pita kenceng banget..

Parid berpikir sejenak. Mungkin Pita sakit karna pentilasi rumahnya terlalu kecil.

Pita ngeliatin Parid, kenapa ni anak ngeliat ke arah pentilasi rumahnya??

Paktor utama adalah karena Pita ingin Parid memperhatikannya.

Huh...dasar Parid nggak ngerti banget sih..kalo Pita emang lagi butuh perhatian....

Pita melirik ke arah Parid. Ini kan 1 Pebruari. Hari ultah Pita...

Kenapa Parid hari ini gak ngerti juga ya kalo Pita kesel banget karena ternyata dia lagi menelpon Panya....

Haduh, Parid gimana sih?! Pita masuk ke dalam rumah. Parid bengong. Telpon ke Panya langsung ditutupnya.

Tanpa disangka Pita, Parid diluar sendirian..

Pita melihat lewat jendela kamar. Tiba-tiba ada penjual pu yung hai lewat di depan rumah Pita.

Daripada cuman mendekam di kamar aja, Pita panggil si penjual makanan itu aja...Pu yung hai nya mas!! teriak Pita dari jendela kamarnya...

Pita keluar rumah tanpa mempedulikan Parid yang sendirian di teras. Pu yung hai satu porsi ya mas, kata Pita.

Bentar mbak...orang yang berdiri di teras itu kenapa ngeliat ke sini mulu ya dari tadi? kata penjual itu ke Pita.

Parid mendekati Pita. "Pita, maapin Parid ya...".

"Bang...pu yung hainya cepatan dikit dong." ucap Pita ke penjual itu sambil nyuekin Parid yang ada di sampingnya.

Parid tetap memohon. Ia mengambil poto dirinya bersama Pita di dalam dompetnya.

"Pita kamu masih ingat, ini poto kita di Dupan loh..." kata Parid kepada Pita..

Pita melihat poto di tangan Parid. Terlihat boneka pampir di belakang mereka saat di Dupan.

Pita jadi tambah dongkol,inget kalo Parid gak jadi beliin boneka pampir itu saat di Dupan.. Pita malah ditinggal Parid yang asyik godain bule dari Pietnam.

Mendapat reaksi yang gak menyenangkan, si bule pietnam langsung beli panta buat ngeguyur parid.

Poto Parid dan Pita langsung basah...

Inget kejadian itu bikin Pita gregetan sama Parid gara-gara bule Pietnam itu, Pita koq malah inget sama Patur y...gara-gara pespa imut yang dia pinjemin ke Pita belum dibalikin..

Udah gitu Patur baik lho. Suka menolong pakir miskin. Teman karibnya, Puad, juga orangnya baik. Dua orang itu adalah teman2 paporitku deh pokoknya.

Pita meninggalkan Parid sendirian. Dia pengen ke tempat Puat, sang mahasiswa peteran.

Puat adalah teman baik Pita. Dia adalah mahasiswa jurusan pisika yang sering berkata "Kita harus selalu pokus!", selalu menyampaikan teorinya berdasarkan pakta-pakta yang ada.

Puat sedang di teras depan saat Pita sampai di rumahnya. "Eh..Pita. Kebetulan. Ayo tak kenalin ke pamilyku." Busyet, kenalan? malah patal deh jadinya.

Kalo gini ntar Puat pasti bakal ngenalin aku ke pamily-pamilynya yang laen. Ucap Pita dalam hati."Pit, ini Panessa, dia tinggal di Pinlandi ikut ortunya, sekarang lagi liburan," kata Puat ngenalin pamilynya ke Pita.

Panessa melihat Pita dari atas sampai bawah. Pull banget ngeliatnya. "Kamu aktip di kampus ya?" tanyanya tiba-tiba.

"Kenapa kamu bisa bilang gitu??" ucap Pita pada Panessa.Tiba-tiba Puat langsung menyeret tangan Pita dibawanya ke bawah pentilasi rumahnya. Pita tambah bingung, apa yang dilakukan mahasiswa pisika ini??

"Panessa memang kayak gitu. Nggak ada pariasi pertanyaan.", kata Puat. Pita semakin bingung di awal bulan pebruari ini.

"oh..begitu ya..ya udah deh.ayo kedalam At.katanya mau nunjukin eksperimenmu?" kata Pita kepada Puat.

Puat menarik Pita ke dalam rumah. Ada beberapa poto keluarga di dinding ruang tamu. Pita mengamati satu persatu poto itu.

"Puat, berhenti sebentar deh. aku melihat sesuatu di poto-poto itu ada poto Parid. dia itu siapamu?" kata Pita kepada Puat. "Kok kamu kenal Parid Pit?" tanya Puat.

Pita tidak menjawab. Dia mereka2 ada hubungan apa di antara mereka. Pita berpantasi mengenai kemungkinan2 yang ada. Belum selesai berpantasi, tiba2 Puat sudah ada di depannya sambil membawa 2 botol Panta. "Minum dulu yuk..." ajaknya.

"Oh...makasih At, aku udah haus dari tadi." ucap Pita sambil deg-degan siapa tahu Puat nanti curiga sama sikapnya.

Pita segera menghapus semua pantasinya barusan. Dia pun duduk di sopa di ruang tengah sementara Puat menyiapkan presentasinya tentang tekhnologi Pacuum Cleaner terbaru hasil analisanya.

Pita masih celingukan melihat-lihat poto-poto yang ada Paridnya. Dan tiba-tiba Panessa masuk dan mengagetkannya.

"Puat..Panessa pengen nonton tipi nih." Panessa nyelonong saja diantara Puat dan Pita.

Puat segera merebut remote telepisinya dan berkata dengan bahasa Inggris yang pasih, "Get out! This is my pirst presentation!".

Panessa kaget bukan kepalang. karena selama ini Puat nggak pernah membentak dia pake bahasa inggris lagi. Huh pasti ini gara-gara cewek centil yang dibawa kesini. kata Panessa dalam hati.

"Puat, please..I hape to watch the telepision.", kata Panessa menjawab Puat. "What por?" Puat bertanya pada Panessa.

"I have a task prom the unipersity to analyze the global crisis op the world," kata Panessa menjelaskan.

"Excuse me...what u mean?" jawab Pita sok bisa bahasa inggris. "Okey Panessa, i hope u get out prom here." kata Puat menengahi. daripada antar antara dua cewek ini bertengkar.

"Pita, Panessa. Cukup, jangan berantem ya. Kita kan bisa pariasi, urusan Pita dulu, baru deh habis itu Panessa silakan nonton tipi.", kata Puat.

"Puat, aku nggak mau ngalah sama dia." tunjuk Panessa ke Pita. Pita yang ditunjuk langsung melotot, karena memang dari tadi tipinya nggak ditonton juga sama Pita.

"Huh... Kalian ini seperti anak kecil saja!" bentak Puat marah sambil meninggalkan mereka dengan menaiki pespa bututnya.

"Loh kok aku ditinggal disini sendirian sama kamu..." ucap Pita ketus ke Panessa. "Makanya mending you go out prom here!" balas Panessa dengan nada keras. Pita jengkel banget udah dikibulin sama Puat.

Pita pun pulang meninggalkan rumah Puat. Dia meluapkan emosinya dengan mendatangi restoran seapood dan makan sebanyak-banyaknya di sana. "Wah, ada menu baru Calipornia Shrimp hari ini." kata Pita semangat.

Lezat nih kayaknya...."pelayan sini dong..," kata Pita. "Iya mbak ada apa ya?" jawab pelayan. "Tolong dong pentilasi ruangan ini dibuka, panas nih," kata pita lgi. "Loh buknnya udh dibuka y mbak." si Pelayan tmbh bingung, krna jendela emng udh trbuka.

"O iya, sori mbak," kata Pita lagi. "Minumnya apa, mbak?" tanya pelayan. "Ooo...saya minta sopt drink saja deh..." jawab Pita.

"Maaf mbak yang lebih jelasnya sopt drink panta, sprite atau coke ya?" si pelayan bertanya lagi sama Pita. "Oia panta aja deh klo gitu..sama makannya calipornia shrimp, buat 1 org loh," jawab Pita dengan semangat.

"Wah...maaf, Calipornia Shrimpnya habis. Bagaimana kalau diganti dengan Plorida Steak?" tanyanya lagi dengan ramah. Pita senang sekali dengan pelayanan yang ramah dan pull serpice dari restoran ini.

"Ok deh mas, apa aja." jawab Pita, sebelum si pelayan berbalik kembali ke dapur dia menghentikan pelayan dengan bertanya,"Mas polume tipinya dibesarin dong".

"Sori mbak, tipinya baru diserpice dan ngga bisa keras2" kata pelayan itu lagi. Pita jadi heran, secara pisik tipi itu masih bagus kok.

Kecewa polume tipi yang tidak bisa dibesarin, Pita tiba-toba berdiri...eh, nyenggol mas nya yang bawa sopt drink, botol jatuh ke lantai. tak terduga tipi pun tiba-tiba mati.

Waduh, mbak gimana sih botolnya pecah nih, mesti diganti nih. Bentar tipinya juga rusak, saya bilang ke bos dulu nih..

Kebingungan Pita pun lari keluar restoran dan tak disengaja pita melihat puat dengan pespa butunya memboncengkan cewek kece, punky berbaju kuning.

Kecewa dengan pemandangan itu, Pita pun segera pergi ke tempat penjualan games dan membeli game Pootball Manager kemudian ke toko pilm dan membeli pilm Pantastic Pour.

Sampai di rumah Pita langsung install game Pootball Managernya dan maen nglatih tim Jupentus.

Tapi di Piala UEPA Jupentus kalah ama Peyenoord dan Pulham berturut-turut...

Pita jadi sedih, adiknya perdi tau dan menghibur pita kakaknya itu dengan menyalakan tipi.

Tapi Pita sudah terlanjur prustasi dan marah. Dia membanting tipi itu sampai hancur...

Tipi yang remuk dan hancur pun malah dibakar oleh perdi yang marah gara-gara tipinya dirusak pita.

Pita sangat sedih karena dia tidak jadi menonton acara kuis kesayangannya, Pamily 100.

padahal episode kali ini bintang tamunya keluarga dari perlita epelin dan parhan. Sebel banget Pita sama dirinya sendiri..hiks..hiks..

Pita yang sejak di kampus memang dikenal pokal segera mengeluarkan spanduk dan menyuarakan yel2 untuk mendemo tipi yg rusak...

dasar pita emang aneh! pikir perdi...dia sendiri yang ngrusakin eh malah pokal gara2 hal sepele..hehehe.

Pita bingung, sebenernya dia sendiri ga tau pokal itu artinya apa.

Perdi pergi dari depan Pita dan membuka pentilasi udara, agar suasana rumah jadi segar.

"Pokal itu artinya berani berpendapat", balas Penny teman Pita setelah Pita bertanya padanya melalui Pacebook yg sering disingkat dengan Pesbuk.

"Pen,perasaan aq nggak pokal deh sejak peristiwa Perdi mempermalukanku di restoran seapood ," balas Pita di wall Penny temennya itu.

"Aku juga merasa begitu. Iya kalo Pahrul, ketua senat di kampus kita. Dia memang pokal." kata Penny mengiyakan.

"Iya aku tau si Pahrul emang gitu Pen, tapi aku kan nggak pokal kayak dia, Sebel deh Perdi tuh terlalu pulgar bilang gitu ke aku." omel Pita di wall Penny.

Perdi tuh memang selalu punya pantasi yg negatip terhadap semua teman2 nya.

Sebagai kakak Pita sebenernya masih egois dan tidak bisa memahami bagaimana Perdi dan pantasi dia pada setiap hal..

Tiba-tiba Pita merasa tidak enak badan. Ia segera memakan pitamin C yg selalu dibawanya untuk menjaga produktipitas dan daya tahan tubuhnya.

Pitamin C itu dia telan pelan-pelan agar dia nggak tersedak, datanglah Perdi yang langsung menepuk punggungnya, Uhuk..uhuk...Pita gelagapan, dia bener2 tersedak butiran pitamin itu...

Kenapa lu Pit? tanya perdi dengan cuek. Perdi cuman melenggang aja menjauhi Pita yang kesakitan karena tersedak.

Pita meraih segelas air minum untuk melegakan jalan pernapasannya. Dia ambil napas pelan-pelan karena tenggorokannya masih sakit.

Ketika akan mengembalikan gelas itu, tiba2 Pita melihat sebutir batu sapir terjatuh di lantai. "Wah... punya siapa ya ini?" tanyanya dalam hati.

Jangan2 sapir ini milik mama yang baru dia beli dari Pinladia. meski nggak ke Pinlandia sendiri tapi mama nitip sama temennya...wah barang berharga begini bisa ada disini, ulah siapa nih?

Pita teringat bahwa 2 hari lalu, mamanya kedatangan tamu yang mengaku dari Penezuela. Dia bilang bahwa dia asli Philipina. Tapi Pita mulai curiga, apa benar itu orang dari luar negeri ya? Jangan2 itu penipu...?

Dari mukanya saat Pita lihat sih ga kayak dari Penezuela atopun Philipina, tapi kayaknya dari negara yang namanya Apghanistan.

Hmm... bukannya Aprika ya...?

sejak itu tamu mama selalu saja menjengkelkan. kemana2 selalu bawa poto seorang cowok..heran banget Pita lihat hal itu.

Pita paham bahwa sebagai seorang anak dia harus menghargai mamanya. Tapi lama-lama dia prustasi juga akhirnya.

Mama datang tiba2 saat Pita sedang menonton telepisi. Bersama temannya yang nggak tahu dari negara mana,lalu mama bertanya pada Pita kalau dia dan temannya mau pergi ke gym mau pitness.

"Mau pitness di mana? Jangan di dekat rumah ya, di situ pasilitasnya jelek banget. Mending yang bagusan..." pesan Pita.

"Kamu itu anak muda harusnya ikut mama pitness juga, daripada cuman nonton tipi gak jelas gitu." ucap mama pada Pita sambil berkacak pinggang.

ga mau ah, cape'.

"walah ni anak emang bandel..."ucap mama sambil berlalu dari hadapan Pita.

Pita cekikikan sambil mengeluarkan laptop dari bawah meja. "Aku mau buka priendster, pacebook, ama twitter ah..." katanya.

Pita membuka halaman pacebooknya, sekaligus beranda priendsternya..tapi dia kaget bukan main...di layar monitornya dia melihat..

...melihat poto Puad terpampang pada halaman utama..

Napa ada poto Puad yak di halaman utama laptop Sony Parionya Pita?


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.