Dongeng
Di Kerajaan Musikamma ada seorang pelukis bernama Revanaf dia tinggal seorang diri di dalam rumahnya yang kecil. Dia adalah seorang pelukis yang karya - karyanya tidak pernah dibanggakan. Itu dikarenakan penduduk Musikamma lebih menyukai musik.
tapi ia tak menyerah,ia terus melukis dan melukis sampai pada suatu saat,datanglah.....
seorang pelukis professional dari negeri Lukissofe. Ia sangat menyukai lukisan Revanaf dan akan menjadikannya terkenal di negeri Lukissofe.
penduduk Lukissofe betul-betul menghargai lukisan.ketika Revanaf sampai di negeri Lukissofe,sang pelukis langsung mengajak revanaf ke gedung pameran lukisan yang pameranya diadakan sebulan sekali,kebetulan besok pamerannya akan diadakan.
Revanaf masygul. Belum pernah dia mendapatkan sambutan sebesar ini, bahkan di kampungnya sendiri. Apalagi para mahasiswi seni rupa itu, ohhh begitu rupawati! Mereka adalah kanvas yang rindukan kuas dan cat Revanaf.
Suatu hari, datang kabar dari kampung halaman Revanaf. Dia diminta kembali secepat mungkin ke Musikkama, tanpa menyertakan alasan yang jelas.
akhinya revanaf berpamitan pada penduduk Lukissofe,penduduk Lukissofe melambaikan tangannya.mereka terus melambaikan tangannya walaupun Revanaf telah hilang dari pandangan.ketika Revanaf telah sampai di kampung halamanya,kerajaan musikamma.ternyata.
Dia dipanggil Raja untuk melukis wajah dirinya.
Revanaf sangat terkejut dan nyaris tidak percaya,Revanaf tidak percaya karena ada beberapa faktor,1:raja dan para penduduk musikamma lebih menyukai musik.2:raja lebih sering menyuruh seseorang untuk bernyanyi di hadapannya.3:karena.......
Penduduk Musikamma selalu menghiraukan lukisan-lukisannya. Ternyata dia dipanggil ke Musikamma karena Pangeran Herezo sangat suka dengan lukisan revanaf.
Setelah selesai Revanaf memutuskan untuk kembali ke Lukissofe. Tetapi sebelum Ia berangkat Raza temannya datang untuk mengajaknya menjadi penyanyi kerajaan. Tapi, Revanaf sadar kalu dia mempunyai jati diri seorang pelukis.
walaupun sakit tapi Revanaf harus meninggalkan temannya itu.dia meminta maaf sekaligus berpamitan pada temannya itu.akhirnya dia berangkat menuju negeri lukissofe.saat Revanaf sampai ia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa......
...
raja dari negeri lukissofe telah berubah,rakyat lukissofe tidak lagi mencintai lukisan,mereka yang sekarang lebih menyukai cerita dan sejenisnya.akhirnya Revanaf bangkrut disana. Ia tak punya biaya untuk pulang ku kampung halamannya.
Walau Ia merasa dipermainkan, akhirnya Iapun berusaha agar lukisan-lukisannya menjadi Internasional, tidak hanya di Lukissofe saja.
ia mempunyai sedikit uang untuk mengirim surat pada temannya,Raza.sekadar meminta bantuan.uang yang ia pakai itu adalah uang terakhirnya.
"Dear Raza,
Aku ingin menjadikan lukisanku Internasional, apakah kau mau membantuku ?
ternyata suratnya malah ia kirimkan ke tukang bakso yang sering mangkal di deket air mancur istana, alias dia salah sasaran.
Akhirnya Revanaf bergegas untuk mencari Harest.
Ternyata benar Harest ada di sana. Lalu Harest kemudian mengajaknya ke negeri Fartahon karena di sanalah pusatnya Federasi Pelukis.
Setelah sampai....
Revan banyak belajar di sana hingga Ia bisa menjadi pelukis terkenal di Fartahon.
Berbagai teknik ia kuasai dan berbagai lukisan2 indah nan menawan terpampang di galerinya.. Hingga...
Ia diikutkan dalam Olimpiade Melukis Internasional di Haraque.
Olimpiade Melukis ini diikuti oleh semua negara dengan beratus-ratus artis tenar, diantaranya adalah Kuasikus seorang artis dari Kolorisa, negara yang terkenal suka mencuri ide, apapun itu.
semua teknik melukis dan semua aliran lukisan dapat dia kuasai, perlahan tapi pasti lawan-lawannya tumbang.. dan tiba hari saat dia bertemu Kuasikus. Di pagi hari,
Ia melihat lukisan-lukisan Kuasikus, Ia sangat kagum dengan lukisan-lukisannya.
Lalu Harest pun memberitahu Revan kalau lukisan itu tidak original.
atau tidak dari idenya sendiri.
Revan akhirnya memenangkan lomba itu.
Lukisannya sangat original.
di bidang lukisan.
Setelah menjadi terkenal Ia memutuskan untuk membuat sekolah melukis.
di Lukissofe, disana ia akan memajukan kembali budaya lukis yang hampir hilang.
Revan membuat sekolah lukis di ibukota Lukissofe yaitu di Lakasoffa.
muridnya hanya sedikit,hanya sekitar 7 orang.
Tetapi sebulan kemudian Revan berhasil memenengkan lomba melukis se Lukissofe, sehingga orang-orang di Lakasoffa tertarik dengan sekolah yang dibuat Revan.
Bukan main senangnya hati Revanaf.
Sekolahnya menjadi terkenal di Lukissofe.
Puluhan orang mengantri di depan sekolah Revanaf sehari setelah kejadian itu. Mereka tampaknya ingin mendaftar menjadi murid Revanaf.
Sebulan kemudian diadakan lomba melukis se-Lukissofe yang disponsori oleh sekolah Revan yang benama De Revan Lukisso.
Lombanya sangat meriah, banyak artis-artis dari Lukissofe yang datang.
Para peserta mempunyai waktu 10 jam untuk melukis.
Peserta lomba ini sangat banyak, sekitar 700 orang.
"Dan..Mulai" kata Revan, tanda perlombaan sudah dimulai.
Para peserta lomba sangat antusias dengan perlombaannya.
Para peserta mulai melukis dengan caranya masing-masing. Ada yang melukis dengan teknik konvensional, ada juga yang melakukan ritual-ritual "artistik" yang diharapkan bisa mendongkrak reputasi dirinya di hadapan juri.
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
Ammar: kok cuma aku doang yang aktif ngsiny...?
RaisFawwazi: Aku lagi ga sempet neeh
Ammar: wooooiiiii is,isi juga dong.
RaisFawwazi: lagi banyak PR n Ulangan
RaisFawwazi: cara namatin cerita gimana sih
RaisFawwazi: CERITANYA JANGAN MELENCENG DONG
odysey: belum klimaks udah tamat?
Ammar: namanya disingkat yaaa...
RaisFawwazi: yaa
RaisFawwazi: tulis namanya Revan aja biar ga ngabisin karakter
Ammar: Artis disini maksudnya pelukis