Romans
Aku sampai lupa sudah berapa lama aku menyandang status sebagai seorang jomblo.
Berbagai komunitas jomblo sudah aku ikuti. Dari Jojoba (jomblo jomblo bahagia), joker (jomble keren) hingga duren (duda keren), tapi tak sanggup mengoyahkan statusku.
Aku masih saja jomblo, dari dulu hingga sekarang.
Para wanita sepertinya enggan untuk berpacaran denganku.
Entah kenapa, aku tak kunjung bisa dekat dengan satu pun dari mereka.
Padahal dari segi penampilan, aku terbilang lumayan. Tidak begitu ganteng, namun juga tidak mengecewakan.
Dari segi otak, aku tidak terbelakang. IP-ku selalu di atas 3. Mengobrol mengenai topik apapun, aku bisa.
aku bertekad sekuat tenaga, utk meruntuhkan statusku itu. apalagi, ini sudah bulan ke7 dari thn 2008. bagaimana dg resolusiku kemaren ??? strategi pun kutetapkan. pertama, aku ikut kursus kecantikan. pasti banyak perempuan kan ??
Perempuan di sana lembut penampilannya. Feminin pula. Berada di tengah mereka, pasti rasanya seperti surga.
Niat ini aku urungkan. Mana ada perempuan yang bakal menyukaiku jika aku tampil kewanita-wanitaan. Mereka akan suka jika aku tampil jantan, layaknya seorang pria.
Aku lalu berniat untuk ikut kursus dance.
Berharap nanti bisa mendapat pasangan menari yang cantik.
Selain itu aku juga memasangkan photo dan biodataku di belakang LKS untuk smu, dengan mencantumkan hobby korespondensi, agar banya cewek ABG menyuratiku.
Tapi apa lacur...
Cetakan LKS itu selalu jelek setiap tahunnya. Wajahku yang bersih itu selalu tampak berkumis karena tinta cetaknya mblobor. Mungkin itu sebabnya sampai sekarang belum ada yang kirim surat kepadaku T_T.
Sebenarnya ada, hanya satu surat. Surat itu dikirim oleh seorang siswa dari Desa Meteseh, SMU Berseri II bernama Usman Munandiroh. Tentu saja tidak kubalas, karena aku mendambakan seorang siswi bukan seorang siswa.
Aku pun menyerah, tidak mau lagi memasang biodata di halaman LKS yang cetakannya jelek itu. Aku memantapkan niatku ikut kursus dance.
Aku cari-cari iklan kursus dance di koran Keduluan Rakyat yang baru saja aku beli. Duh, kebanyakan hanya iklan salon plus-plus.
Aku bimbang, jengah dan kesal. Lalu pandanganku tertuju pada setumpuk majalah MOP masa SLTP dulu.
Aku teringat, waktu jaman SMP ku dulu, ada siswi dari kota Sragen yang sangat cantik muncul di cover majalah MOP edisi caturwulan 3 ketika aku SMP kelas 2. Cover itu aku gunting dan aku phigura. Kupasangnya di kamarku.
Namun menginjak bangku SMA, foto berfigure itu segera aku buang setelah membaca namanya keluar sebagai pemenang kontes waria se Jawa Tengah.
aku cek phone book dari telpon selularku. Berharap masih ada list wanita menggoda yang bisa diajak berbalas SMS gratis.
Siyal, semua yang pake nomer XL ternyata cowok semua. Aku ke warung pulsa sebelah, beli perdana Axis. Katanya itu GSM yang baik, semoga memang membawa nasib baik untukku.
Tapi aku ingat, M3 juga sering membagi bagikan sms gratis. Aku jadi bimbang. Akhirnya aku duduk termangu di beranda depan rumahku.
"Titit.. titit...", hapeku berbunyi. Segera aku baca SMS yang masuk, "Selamat, Anda mendapatkan bonus 100 SMS gratis ke mana saja". Wow!
tapi sayang , ternyata di phonebook ku, memang isinya cowok semua...
Teringat situs jejaring sosial, aku jadi semangat ingin online di depan komputer bututku. Ingin membuat sebuah akun di facebook dan friendster.
tapi tiba - tiba komputer ku kena virus dan rusak.
Pantang menyerah, aku kemudian menyalakan motor menuju ke warnet terdekat. Siapa tau bisa ketemu cewe manis yang juga kebetulan online. Lagipula Operatornya manis.
Dengan semangat empat lima, aku memasuki Warnet SUMUR-NET (SUPER MURAH INTERNET), dan mendapati operatornya laki laki. Aku terperanggah, lalu bertanya "mbaknya yang biasanya jaga kemana mas?." Masnya menjawab "Cuti hamil, 3 bulan.. kenapa mas?".
"Ngga papa kok. Eh, ada komputer yang kosong mas", Tanyaku. "Wah kebetulan lagi penuh nich mas, tunggu dulu aja", jawabnya sambil menggeleng.
Lalu aku mendadak menjadi tambah be-te, dan duduk di kursi depan mas operator itu. Aku memutuskan mengambil softdrink dan meminumnya sembari menunggu ada kompi yang kosong.
3 jam menunggu, 4 kaleng softdrink dan entah berapa puluh lagu yang diputar lewat winamp di komputer operator, belum ada komputer yang kosong juga.
Karena terlalu banyak meminum softdrink, aku bersendawa. Aku bersendawa sangat keras. Sehingga terdengar beberapa suara di masing masing kompi mengelu "ihh jijik, suara apaan sih..", "Astafiruwloh,, nggak tau sopan banget sih nih orang...".
Serta merta, operator warnet langsung melotot tajam. Aku pun langsung pergi saja tanpa merasa berdosa. "Ke mall aja kali ya", pikirku dalam hati.
"Mas, bayar dulu dong! Enak aja mo nyelonong pergi, emangnya ini warnet mbahmu apa.", omel operator warnet dengan membabi buta.
"Ini mas" kataku pada operator dengan memberikan uang Rp. 12.000. Tapi mas operator itu tambah mendelik, dan rahang mulutnya bergerak gerak. "kurang!!" serunya singkat.
"loh koq kurang? 1 kaleng softdrink berapa duit?".
"mas, bencong aja sekarang harganya gocap sekali pake,sampeyan kok mbayar cuma segini!" dia semakin mendelik. "Kalo cuma segini, bencong maunya cuma pegang2 doang, mas"imbuhnya.
"Lha emangnya situ bencong?!.. Minta dibayar lebih?!..," ujarku marah.
"lha kalo saya bencong, mas mau pake?" sahut penjaga itu. "wong duit aja ga punya kok pengen make bencong, mas..mas...mbok ya ngaca!" tambahnya marah.
Dengan be-te aku melempar Rp. 3.000 lagi dalam uang receh. "Ituh!!. .. saya tambah tiga ribu!!... masih kurang??!!??.". Dilemparnya kembali seribu rupiah ke arahku "Nih!!!.. kelebihan!!.. dasar miskin!!!" ujarnya, membikinku gembreget.
"huh. Ksini pengen nyari cewe malah dikira mau pake bencong ples ngajak ribut lg. Emang akika co apaan?",gumamku geram.
Sejenak aku geram dan menghentakkan kaki kananku pada keset bertuliskan 'WELCOME' di depan pintu Warnet itu. Beberapa orang di parkiran warnet terlihat terheran heran dengan ulahku.
Di Mall Cebongan...
Suasana cukup ramai, banyak wanita cantik seliweran. Toko2 besar berdiri dengan megahnya. Cebongan adalah salah satu daerah modern di jogjakarta.
Ce bo ngan. Ya, cebongan. Nama yang aneh menurutku.
Nama itu seperti akronim untuk kata "cewek boongan". Haduh, kenapa riwayat hidupku selalu berkaitan dengan cewe jadi-jadian?
Aku tertarik untuk memasuki counter donat. Terpampang poster diskon 50% untuk pembelian donat singkong. Lagipula yang mengantri donat singkong sangat rawan (ramai wanita), siapa tau ada yg kecantol.
Aku lantas melirik isi dompetku. "Sialan, cuma 20 ribu. Ini gara2 warnet sompret itu," keluhku. Duit 20 ribu hanya cukup untuk membeli 2 biji donat.
"Tapi lumayan juga nich, klo bisa dapet kenalan cewe manis. Makan donat nya masing2 satu", pikirku.
Antrian mulai menyusut. Tiba giliranku di depan counter. "Mau pesan apa mas?" tanya cewek penjaga konter donat ramah.
"Donat Glazzy dua Mbak!" kataku ke mbak Donat yang manis itu.
"Glazzy duaaaaa!" teriak mbak penjaga konter ke belakang. Senyumnya masih manis. Aku mulai keGRan...
"26 ribu mas," ujar mbak penjaga konter yang manis itu.
"Donatnya semanis mbaknya nggak mbak?.. kalo nggak manis aku nggak jadi beli dech," aku mencoba merayu. Aku yakin, mbak donat itu bisa membaca gelagat grogiku.
Dalam hati aku mengumpat. "Anjrit! duh gimana caranya membayarnya nanti," otakku terus berpikir sementara aku masih menebar rayuan.
"20 ribu ya mbak...?" kataku sambil gemetar menyodorkan uang duapuluhribuan lecek ke mbak yang menatapku jijik.
"26 ribu mas. Silahkan langsung aja, jangan pake bercanda. antrian banyak", kata mbak itu sinis.
Aku mendelik. Kulihat sekilas name-tagnya. Tertulis nama Rina di sana.
"DUAPULUH ENAM RIBU PAK!" teriakan Rina membuat konsentrasiku buyar.
Aku makin gagap. Akhirnya kukeluarkan jurus pamungkas di saat terjepit tak punya uang seperti ini. Yaitu...
"Mbak gak jadi aja deh. Saya pesen satu aja boleh ndak?" jawabku sambil menutup mukaku dengan nampan.
Si mbak bergerutu. Aku yakin dia bergumam "Kere aja nekad beli donat...'.
Tak mau malu lebih lama, kusodorkan uang 20 ribu lecek itu ke mbak Rina.
Akhirnya si mbak manis itu mengangguk , tetap dengan muka cemberut. "Kali ini saja ya mas. 20ribu, untuk satu donat", Ujarnya tanpa minta persetujuan lagi.
Otakku sibuk mengkalkulasi... "Kok mahal ya...".
Tapi sudahlah. Aku lega karena urung dipermalukan. TIba2 aku berpikir bahwa Rina manis juga.
"Mbak... punya nomer telpon nggak?" ujarku memberanikan diri sambil menahan kandung kemih yang hampir bocor karena grogi.
"7941177 mas" jawabnya santai. Aku girang, tp kemudian mataku tertumbuk kepada papan nama kedai donat itu. Sialan! Itu nomor telepon gerai ini.
"Maksud.. saya..." aku berusaha menjelaskan dengan terbata-bata.
"Maksud saya nomer hapemu, mbak," ujarku memberanikan diri.
Si Rina tertegun, lalu air matanya keluar hingga mulutnya terbahak-bahak.
"Maaf mas saya sibuk. Silahkan dinikmati donatnya. Maaf, antrian panjang. terima kasih", katanya kemudian.
Arghhhh lagi-lagi aku ditolak perempuan.... Aku mulai putus asa.
Perhatianku tertuju pada satpam pria muda yang berbahu lebar.
Saking putus asanya, aku kini tertarik kepada satpam? Sku masih tak percaya. tapi kemudian aku ingat kata2 temanku, "jenis kelamin tak penting, yg penting kasih sayang!".
Akupun mendekati Pak Satpam berkumis itu.
"toilet sebelah mana ya pak", tanyaku pada satpam itu.
Tak lupa kukedipkan mataku.
"Toilet laki2 atau perempuan pak?" pak satpam bertanya balik.
"Eh...? Errrr....".
"Perempuan! Ya laki2 donk masa laki2 lah," jawabku dengan tetap memasang senyum manis.
"HEHH!!.. bukan pertama kalinya saya digoda bencong!!!.. SAYA NORMAL!!!.. mau saya pentung kamu!!!".. bentak satpam itu.
Akupun mundur teratur.
Sedikit terkejut dibentak, aku berjalan menjauh sambil mengumpat "Saya bersumpah tidak akan datang kesini lagi".
Aku bingung. Ke mall mana lagi ya.... Mall Cebongan ini satu2nya yg ada di kotaku.
aku pun berjalan gontai menyusuri jalan yang berdebu.
"Pasar Kembang!! ide bagus,. pasti di sana banyak kembang perawan yang ingin membeli kembang taman".
Aku memanggil becak di depan mall. "Sarkem mas," ujarku lesu kepada si abang becak.
"Lagi tinggi ya mas?", tanya tukang becak itu basa basi sambil tersenyum ramah.
"Iya," sahutku ketus. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Ditolak berpuluh-puluh perempuan dalam setengah bulan ini membuatku desperado.
"Salon nya mbak dewi baru kemarin buka lho mas. masih soft opening katanya. Jadi ada diskon. Mau kesana mas?", tanya tukang becak itu lagi.
"Terserah deh mas mau salonya mbak dewi ato burjonya mas dewo. Sbodo amat. Yang penting nyampe sarkem!".
Maka mulailah tukang becak itu menggenjot becaknya.
"Duh!, genjotannya slow motion. Kapan nyampenya?", gumamku bin grundel.
Belum ada 10 meter, tukang becak itu kelelahan menggenjot.
"mas, sampeyan kok abbot tenan je? Ga biasanya saya ngos-ngosan seperti ini. Bentar ya mas, saya tak nurunin keringet dulu".
"Apes betul hari ini," pikirku.
*10menit berlalu*.
"Tukang becaknya ke mana sih ini..." gumamku dalam hati.
Tiba2 datanglah si tukang becak tergopoh-gopoh. "Maaf mas, saya ngga bisa nganter mas. anak saya di rumah tiba-tiba sakit, saya harus segera pulang. Ngga usah bayar mas", Ujarnya kemudian berlalu dengan becaknya.
"halah, pake acara sakit segala. Aarrghh!!".
"mas, 5 ribu aja dech mas" ujar tukang becak itu. Aku sepontan kaget dan ingat, dompetku kosong gara2 donat mahal itu.
"Lah kok balik lagi minta bayaran mas, pan td katanya ga usah bayar?", jawabku mengelak.
"Saya belum setoran hari ini," jawab si tukang becak.
"Maaf pak. Saya harus ngambil duit dulu di atm yang dekat sarkem", kataku.
"SITU ALASAN YA!!!!!", bentak tukang becak itu, mendadak aku melihat dia seperti preman pasar.
"Situ Kasih saya 5 ribu, atau situ saya kasih ini " , ancamnya lagi sambil mengepalkan tangannya ke arahku.
Aku langsung mengkeret, aku menghadap kanan dan kiri. Tidak ada orang yang aku kenal, malah banyak tukang becak lain yang tidur bermalas malasan di atas becaknya masing masing. Aku yakin solidaritas tukang becak sangat tinggi.
"Tapi saya ngga punya uang pak, beneran. Gimana klo saya ganti dengan, Bapak boleh nelpon siapa saja menggunakan hape saya", aku mengajukan penawaran.
"Saya sudah pake XL!!!!!", ujarnya mendelik..
"Klo gitu gini aja, saya bayar pake simcard saya yang IM4, saya baru aja beli perdhana. harganya 10 ribu, pulsa 15ribu dan gratis sms ke nomer sempati", aku masih terus membujuk. Sepertinya ia tertarik.
"Boleh!!", ujarnya. "Tapi saya juga minta kalungmu itu", dia menunjuk kalung tali hitam yang aku pakai berbandul lambang 'Peace.'.
"Hah, kau sedang merampokku ya. Kenapa tak kau minta sekalian saja jam tangan ku ini", Ujarku meninggi. Namun tukang becak itu malah tersenyum sinis dan berkata "Baiklah, sekalian sama jam tangan mu tidak apa apa".
Dan setelah tidak ada lagi yang tersisa dari diriku kecuali baju, celana, dan rasa malu, tukang becak kurang ajar itu meninggalkanku sendirian, ngenes, nelangsa.....mungkinkah aku butuh diruwat ??
Aku jadi ingat Pak Lik ku, Pak Lik Junaidi, dia dulu menawariku untuk diruwat. Mungkin aku harus pulang, dan bilang ke ibuku kalo aku minta diruwat sama Pak Lik.
Dan setelah aku berdiri dala diam, merenungi nasibku yang semoga Tuhan memberi ampun, ku putuskan utk segera pulang. Satu tujuanku : ruwat. Entah itu kungkum di tempuran sungai, topo broto, bahkan ganti nama sekalipun, akan kujalani dngan ikhlas.
"Ibu!!, aku pulang" seruku sesampai dirumah. Ibuku keluar menyambutku, lalu berkata "hari ini kamu lupa nyerterlika ya!, sudah seminggu kamu nggak nyeterlika, terus kamu mau bantu ibu apa? kalo makan minta dimasakin yg enak, dasar anak tak diuntung!".
Akupun memasang tampang cemberut supaya ibu menjadi iba denganku.
"Jangan pasang muka seperti itu, " kata ibuku. "Ingat Supri!! kamu harus mau prihatin.. bantu orang tuamu, jangan klayapan terus!, makanya dulu bapakmu menamakan kamu Suprihantoni, agar kamu itu prihatin," lanjutnya.
"Tapi... tapi... tapi...!?".
"TAPI APA??!!??" Ibuku tiba tiba jadi emosi "Kalo dinasehati orang tua itu harus nurut!!,, jangan bantah terus!!".
Sebuah telapak tangan mendarat di wajahku. "PLAK!" Panasnya menyebar.
Aku melihat kaca nako, dan terlihat dari kaca nako bayangan wajahku mengecap lima jari.
"AWAS kalau berani melawan Ibu lagi!" ancam Ibuku dengan nada jahad.
Kadang aku merasa kalau ibuku itu bukan ibu kandungku.
Dan memang aku sama sekali tidak mirip dengan ibuku. Ibuku tidak memiliki jakun sepertiku. Lagipula dadaku juga tidak sebesar dadanya. Kami benar-benar berbeda. Kadang aku berpikir klo aku adalah anak pungut.
"Kamu pasti sedang berpikir kalau kamu anak pungut!" bentak Ibuku, lagi.
"Apa kamu tidak suka menjadi anakku. Mau minggat dari rumah, nyari ibu lain kamu? hah ??", ibuku makin galak.
"Sana pergi kalau kamu memang merasa diri sebagai anak pungut", suara ibuku semakin menggelegar.
Aku pun langsung ngeloyor ke kamar. Sudah biasa bagiku kejadian seperti ini. Kalo kata dewa 19, 'mungkin memang nasibku...'.
Saat sedang tertekan seperti ini, biasanya aku memilih untuk menyendiri di kamarku, Ditemani musik dari radio tercintaku. Namun saat kucari2 radioku, tidak bisa kutemukan. kuobrak-abrik kamarku, tapi tetap tidak nampak kelihatan radioku itu.
Ketika aku sedang mencari cari radio dibawah tempat tidurku, aku bisa melihat tikut besar melewati dengan biasa, 'ah sudah jam 10 ternyata' lirihku, karena aku sudah hafal betul dengan kebiasaan tikus besar itu, dia selalu lewat tepat waktu.
Mungkin itu saatnya mencari makan.
Aku kembali merenungi status jombloku. "Sampai kapan aku akan seperti ini. Hanya bisa merindukan belaian kasih sayang dari seorang wanita tanpa mampu mendapatkannya" ucapku lirih.
"Sebaiknya aku tidur. Klo beruntung, aku akan mendapatkan pacar yang cantik seperti sirih , walopun dalam mimpi", lalu aku pun terkulai.
"Heh anak cumi! Bangun! Udah siang molor mulu!". Aku pun terbangun, gara2 omelan siang ibuku!
Kini bulat tekadku untuk membuat jalan nasibku sendiri. mengkahiri status jomblo dan pergi dari rumah ini. kuputuskan untuk melanglang buana, menjalani laku prihatin, dengan guru, kyai, atau siapapun itu.
"Supriiiiiii, ini celanamu segera dicuci! Abis itu jangan lupa ambil air di sumur dan antarkan rantang makanan di meja dapur itu ke sawah!", teriak ibu dengan hebohnya dari sebelah rumah.
"Yaah, bgimana mau dapet cewe, shari2 kerjaanya begini.", gumamku lirih. "iya bu, ntar supri kerjain".
aku mengerjakan perintah ibu dengan hati yang tidak ikhlas. aku merutuki nasibku. bayangkan, keren begini, mirip ari wibowo, kok umbah-umbah, dsb pekerjaan RT. bah !!! mending aku nyantrik biar dapet ilmu pelet ajian pemikat suksma !!!
Aku mendadag bingung dengan ending ceritaku ini, mungkin aku memang ditakdirkan sebagai jomblo sejati. Tak ada yang bisa dibanggakan dariku, tapi setidaknya sampai hari ini, aku masih bernafas.
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
funkshit: Pet.. curcol lagi ya inih ??
nonadita: akakak... emang PeTeer jomblo sejati?
medina: salah, peter menuliskan jeritan hati pangsit
funkshit: Woooo . . . bandem mbak wulan pake pepeng yang diawetkan
PeTeeR: setuju dgn mbak memed
funkshit: timpuk Peteer Pake tante vita
PeTeeR: nangkap tante vita yang dilempar pangsit
suprie: hihihi tante vita...
pitek: endi ki lanjutane?
nining ss: mulakno jomblo ya.. ndeso banget lakone..
ketuakelas: apik iki :P
alya: eh ada fitur baru... ayo2, alle, dina sama momon ngisi doms
alya: eh donat kui karo bengok2 ra toh koyo neng McD? *rung tau tuku donat*
alya: =))
alya: ketoke ora ya, wong wis ono neng display... *njrit aku ndesoh tenan*
ketuakelas: alya ndeso!
alya: =)) bermonolog
alya: rina mon, kok rini ;))
funkshit: loh kan emang rina
alya: wis tak edit
nonadita: eh ada Mas Momon!
ketuakelas: eh ada dita
funkshit: eh, tidak ada siapa siapa
medina: ngenes tenan lakone.... =))
medina: ayoooooooo lanjouuuttt
ketuakelas: hahahahahaa apikkk
ketuakelas: iki layak tamat iki, iso nggawe cerito anyar
nining ss: saake ya.. wong lanang kok nyeterliko kanggo sak omah..
nining ss: lakone kie rung metu jenenge to?
ketuakelas: saake tenan
medina: kok jd inget lelakon film anak2 thn 70an to....dan jg arie hanggara
nining ss: iki wis tamat ya
nining ss: :D
nining ss: sing iso namatke mung peteer
PeTeeR: waks.
PeTeeR: jadi diputar2 lagi, padahal udah mau kutamatin
nining ss: :D
nining ss: alhamdulilah... berakhirlah penderitaannya
sandal: lho kok tamat? kapan sarune?
funkshit: horeee.. TAMMAT
ketuakelas: weh tamat!
alle: yah koq tamat???
gde sebayu: baru mau posting koksudah tamad