Dongeng
Zaman dahulu kala, ada dua kerajaan yang dari dulu tidak pernah akur. Konon, kedua kerajaan itu terpecah karena para wanita selalu dinomor duakan oleh pria dan para pria tidak tahan dengan tuntutan para wanita.
Akhirnya kerajaan itu terpecah menjadi dua geng besar, yaitu geng 'Raja naga laut timur' yang diisi oleh pria-pria preman metal dan suka lagu emo. Dan geng Ratu Neraka Rohani yang biasa disingkat geng Nero yang memiliki anggota para wanita preman.
kedua geng itu setiap hari saling beradu urat dan otot.
Lalu sesudah salah urat dan nyeri otot mereka pun pergi ke tukang pijet.
Demi kesejahteraan, keamanan dan juga kenyamanan para tamu di tempat tukang pijet, Kedua kubu itu dipisahkan oleh sebuah sekat berwarna hitam namun tak kedap suara.
Walau setiap hari berjibaku, saling tikam saling hantam, tidak pernah menelan korban jiwa. Itu bagian dari Perjanjian Pertempuran mereka. Boleh melukai tidak boleh membunuh. "Abis klo mati, regenerasinya gimana coba?" begitulah jawaban para tetua.
Tapi ternyata terjadi sebuah insiden yang tidak mengenakkan....
si Cublay yang merupakan tangan kanan dari raja mengalami diare berkepanjangan. Raja menjadi panik dan khawatir akan keadaannya.
"Cub... Jangan mati! JANGAN MATI!" kata sang Raja dengan histeris sambil menggedor pintu kamar mandi si Cublay.
"Panggil Nerowati Satu," kata tabib istana.
semua orang langsung syok dengan keputusan itu. Tanpa terasa keringat mengalir di myka Cublay, tapi ini gara-gara nahan boker.
Yah.. Seperti yang kita tahu, Nerowati satu adalah.....
.........
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
RaisFawwazi: klo ga cewek gmana mo ciptain generesi