Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Kisah para blogger WongKito

Detektif   Cerpen ini terbatas untuk anggota Group WongKito

Rumah ini mulai terasa ramai, ada duka dan sedih, kisah cinta pun mewarnai keindahan persahabatan di rumah wongkito.

Di ujung dapur ada suara minyak panas yang berpadu dengan empek-empek.

"ahhh....horee"aku berlari ke dapur, ternyata yang personil cewek pada masak bersama, waduh-waduh enak banget.

Harum cuka dari empek-empek diselingi tawa riang para wongkito wati.

"halo semua... jafisholic"suara pak humas yang ganteng dan bersahaja menggema di antara para wongkito dan wongkitowati.

Jafis berdiri menunggu respon tapi semua tampak larut dalam canda.

"haiii ..semua!"aku mencoba menyapa lagi para jafisholic yang sedang sibuk bercanda.

"Hai juga!!Ayo kita makan pempeknya cepat, mumpung hangat!! Wah, aromanya sedap banget!! RAsanya seperti di tepi sungai Mahakam deh!!

"ayo!"seruku kepada prince, secepat kilat sepiring pempek kami amankan dengan sukses dari pengawasan ibu nike si tuan rumah.

Aku meluruskan ujung koas agar menutupi kantong celana yang kupenuhi dengan pempek. Prince sebenarnya hanya makan satu. "Sori, Prince. Aku belum makan sejak pagi tadi," gumamku dalam hati.

sebenarnya ini hanya trik biar aku bisa mengantisipasi sifat buruk prince,jika sudah kelaparan dia sering merampas paksa makanan orang lain. makanya kusimpan dulu, ntar kalo dia kumat tinggal dikasih aja.

Tidak diduga, ternyata Cherry melihat apa yang aku lakukan. Dia menghampiriku dan berbisik, "Fis"...

aku mencoba mencerna bisikan chery, "Fis ..bukan soal makanan aja, si prince terkadang mulutnya mengeluarkan busa putih"aku berusaha untuk tidak mempercayai perkataan chery.

Dan aku memang tidak mempercayainya. Aku cukup mengenal Prince untuk tahu bagaimana ia tidak mungkin seperti itu. Apakah Cherry hanya memancing reaksiku karena tahu akulah yang sering melakukannya? Apa ini berarti Cherry suka memperhatikan bibirku??

"Tolong...."spontan suaraku membuat semua personil blogger wongkito menghampiriku "lihat mulut prince keluar busa?"ujarku lirih, sambil menunjuk prince yg kejang-kejang dilantai.

masih sambil memegang alat penggorengan, nike mendatangi jafis dan prince.

sambil mengucek-ucek mata bilang ke prince yg sudah mulai sadar "itu nike atau lies surya yaa?".

"keknya ada yang sebut nama saya?" lies surya muncul diantara mereka. mulutnya masih belum selesai mengunyah sepotong pempek telor kecil.

Au' yang baru datang pun menghampiri pusat keramaian dan berkata, "Ada apa ini, ada apa???". Namun karena aroma pempek yang lebih menggoda lebih memilih mencari sumber aroma terlebih dahulu.

prince masih kejang-kejang. semua bingung harus berbuat apa. jafis berinisiatif membawa prince ke puskesmas terdekat. "cher, bantu aku ngangkat prince ke mobil" pinta jafis ke cherry. "dan lies, tolong kamu telp keluarga prince ya" lanjut jafis lagi.

"Aneh kok gak ada ya pempeknya, gak madakin cuma aroma doang itu pempek??" ujar Au' berkata dalam hati.

"noh tuh dimakan para Homok durjanah!"jelas jafis ke Au, sambil menunjuk ardy yang sibuk makan pempek sendiri dengan tanpa rasa bersalah.

Pikir Au' dalam hati... "Kok jeruk menghina jeruk ya???". Lalu tertawa, dalam hati juga tentunya.

"ntar au', nanti ada lagi kok pempek session II." lies surya seakan mengerti apa yang sedang au' inginkan.

lies surya mencoba menghibur Au yang dari tadi menangis dipojokan, karena nggak dapat bagian pempek.

"tapi au', coba deh perhatiin. keknya prince sedang berpura2 deh. akhir2 ini dia kan lagi demen2nya belajar akting dan ikut kasting sinetron di palTV".

"Ah yang bener mbak?" Tanya Au'.

lies surya berbisik ke au' "sstt.. pelan2, ga enak didengar prince. biarin aja dia terusin akting step kejang2".

Hai semuanya... wah ada pesta nih... Tiba - tiba Suzan masuk ke dapur, dan mengejutkan semuanya. Apa yang sudah kulewatkan sore ini, ... Hmm Prince, teruskan perjuanganmu, tapi kalo boleh saran masih banyak peran lain di PALTV, tidak hanya jadi ulama.

Au' berkata, "Wah sinetron baru ya mbak? sampe-sampe ulamanya mesti akting kejang-kejang..." seraya mengernyitkan dahi.

"iya au' sinetron baru untuk bulan ramadhan" jawab suzan yang sambil menyalami nike dan lies surya sambil cipika cipiki.

"Masih adakah slot untuk pemeran pembantu? Humas kita kan perlu menyalurkan bakat terpendamnya..." kata Au' lagi.

"Sebenarnya sinetron itu kan bercerita tentang seorang bandar narkoba yang insaf dan menjadi seorang ulama, itulah kenapa harus ada akting kejang-kejang" jawab Suzan, "untuk peran lainnya masih banyak koq" tanya Au'. " masih banyak koq, tenang aja...

"ada peran jadi istri si bandar narkoba ga?" jafis menyela.

Dalam hati Au' berkata, "Oh ini toh peran yang diinginkan jafis..".

Prince berhenti kejang-kejang. Semua kaget dan menyadari ia memang hanya berpura-pura. Prince duduk dan mengeluarkan HP dari saku celananya. Plurknya terupdate: "Prince salah informasi soal tawaran peran di PalTV (s_annoyed)".

" Nah yang itu gak ada di script-nya Jafis, emang kenapa Jafis mau berperan jadi istri bandar narkoba.... Jawab Suzan... Kontan saja mendengar hal tersebut, semua langsung tertawa. Jafis pun hanya bisa manyun karena tidak menduga Suzan mengerjainya.

prince yang baru berhenti kejang2 pun ikut mentertawakan jafis. "gak kok.. aku cuma mau memperdalam bakat akting aja kok" balas jafis.

"Assalamualaikum!" tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu. Pak Alam baru pulang. Memang hari ini ia kebagian jadwal menguji lagi. "Waalaikumsalam...", jawab anak-anak WongKito. Setelah cipika cipiki dengan istri ia pamit ganti baju ke kamar.

"Duh Prince... sabar - sabar, kan bentar lagi juga menyusul, hayo jangan ngeliatin Pak Alam en Nike seperti itu" Lies Surya seperti bisa merasakan tatapan Prince tersebut.

Prince tersenyum dan menunduk, "Ngeliatin gimana, gak kok" katanya. Tanpa sengaja ia membaca Plurk di HP yang masih dipangkunya. --alamster baru pulang, cipika cipiki (banana_dance)-- "Siyal...." gumam Prince.

Jafis apa saja sih rencana kita untuk bulan ini, sebelum Ramadhan tiba, tanya Suzan sambil melihat Jafis yang dari tadi sedang sibuk garuk - garuk kepala, entah karena banyak ketombe atau apa.

jafis berhenti garuk kepala. sisa-sisa ketombe masih menempel di kukunya. "yang pasti tanggal 30 WGTS sudah posetep. telkomsel siap jadi sponsor tunggal".

"Jadi kita gak pake sponsor lain lagi? keren tuh. Apa-apa tinggal minta ke telkomsel dong? " Tanya Au sambil tersenyum lebar.

"Ya sekarang tinggal bagaimana kita bisa memberikan kerjasama yang baik dengan mereka, siapa tahu mereka akan terus memberikan sponsorhip di tiap kegiatan Wong Kito... "Timpal Suzan.

"Aminnnn...." serempak semua yang hadir berkata.

"eh, katanya ada pempek session II?" tanya Au ke lies surya.

Pak Alam yang sudah ganti baju, langsung nimbrung dan berkata, jadi kerjasama kita berhasil dengan Telkomsel ya... Tanya Pak Alam.

"Sabar Au, ini masih dibuat." Lies berkata seraya mengaduk adonan pempek.

"ehh..kata telkomsel ntar dibikin baju loh buat panitia"ujar jafis dengan kegirangan..

"Tapi sekarang kita gak usah bahas GTS lah," sambungnya. "Memang ada waktu tuk kerja, tapi sekarang waktu tuk bersenang-senang!".

"ya udah prince,coba lanjutkan aktingmu yang kejang-kejang kena ayan itu?"kata jafis ke prince.

Prince sudah berdiri bersiap memulai bermain akting kejang2. "Stop stop stop! jangan ulang lagi deh. please... sakit perut liat prince berakting" memohon lies surya ke prince. "trus kita ngapain dong sekarang?" tanya prince.

"sini prince!saya mau bisikan sesuatu" seru lies surya kepada prince.

prince mendekatkan telinganya, "ada apa lies?".

"mmm..aku tau kamu simpan pempek di sakumu?"kata lies menyelidik,"gua nggak mo tau, jatah preman harus ada?"sambil menaikan kerah baju.

hggghhhh, nafas prince tersengal. "suer lies, aku udah ga nyimpen lagi. itu nah, tadi diminta ardy semua. boleh cek deh lihat saku-ku." lies surya pun melepaskan cekalannya dari kerah baju prince.

dan mulai merogoh saku prince untuk memastikan apakah prince berkata jujur.

lies surya hanya merogoh saku jaket prince. tidak berani merogoh saku kemeja Prince apalagi saku celana. ternyata memang benar, di saku jaketnya hanya ditemukan selembar uang ribuan yang sudah lusuh.

"kenapa saku celanaku tidak kau priksa lies"ujar prince dengan mata mengharap.

"Sini aku aja yang periksa" tanpa basa basi jafis langsung mendekat. nah, kalau homok-homok sudah beraksi, tidak ada yang bisa mencegah.

"sorry prince! gua bukannya homok,tapi ini demi azas keadilan?"jafis menepuk-nepuk bahu prince,kemudian berlalu sembari melemparkan 3 pempek telok ke tangan lies surya.

dengan sigap lies surya menampung pempek hasil sitaan jafis sambil tertawa-tawa senang. Prince hanya bisa mendelik jengkel.

"ehh lies kamu kok rakus amat sehh?"jafis membalikkan badannya ke arah lies,"bagi yang lain dong, kamu kan udah habis 15 buah".

"owh. segitu perhatiannya dirimu fis ke diriku. sampe-sampe menghitung setiap pempek yang kumakan. hihihi" lies surya balik menggoda jafis sambil cekikikan.

"bukan gitu lies, ini nggak baik untuk kesehatanmu!"nasehat jafis,"lihat..!yg menghabiskan 4 piring model itu kan kamu juga?"lies hanya terdiam sambil mengelus-elus perut.

Tidak lama dari itu ada yang terjadi sama Lies, "prettt!!!!!!!!!!!!!!!!!" (kentut itu pun keluar).....

"kamu kentut yaa?"seru aan dengan sebel karena dari tadi tegak dibelakang lies surya.

Lies Surya tidak menjawab, ia hanya tertawa lihat raut muka aan yang kecut, dalam hati lies surya berujar "sokooorrrrrrrrrrrrrr".

aan langsung berlari ke kamar mandi "hoaaakkkk" sepertinya aan muntah menahan mual karena menghisap kentut lies surya.

nike memberikan minyak angin ke aan. digosokkannya minyak tersebut ke tengkuk aan. "aii kurus banget budak ini" pikir nike dalam hati.

"yaa ...mungkin kita harus bantu dia dek?"ujar alamsyah rasyid kepada istrinya nike, sambil menatap aan terharu.

Lies Surya menyusul ke kamar mandi "ah, aan berlebihan banget sih. gak mungkinlah karena kena kentut tadi lantas kamu keracunan.. ".

tetapi di closet kamar mandi tersebut terlihat sebuah benda yang mengerikan.

eng ing eng... benda apakah itu?

Aan coba perhatikan"Ah ternyata bukan benda apa-apa"rupanya di tempat Aan muntah ada tisue yang kebetulan dipasang RD untuk menjebak Aan.

namun jika didekati lagi, ternyata benda itu bukanlah tissue, warnanya agak kekuning-kuningan. Hm... apakah itu adalah™??

semua penasaran. kamar mandi yang berukuran 2x2 meter itupun sesak.

"ada apa?"seru raja iblis menerobos keramaian.

raja iblis ikut terbelalak melihat fenomena di toilet, "gosh !!!".

"ini nih kalo pada jorok semua..." tiba - tiba Suzan masuk toilet sambil marah - marah. Suzan pun langsung mengangkat tuas kloset dan greeeengggdehgeek... bunyi air mengguyur kloset pun bercampur bau yang menyengat..."week...pada gak ngerti ya ".

lalu perhatian beralih ke sebuah jendela, ternyata di jendela tersebut..

dijendela tersebut tergantung sebuah saputangan pink. raja ibis menyeruak.."ouch.. ini kan... ini kan saputangan pemberianku ke cherry" katanya sambil menarik saputangan tersebut, "cherry dimana? apa dia okay?"tanyanya panik sambil melihat sekeliling.

Aan mendengar ucapan Raja Iblis tadi langsung pergi keluar. Aan kecewa berat ternyata Raja Iblis lebih memperhatikan Cherry daripada Aan. Ia berpikir ingin bunuh diri dengan menggantung saja di lantai paling atas di tempatnya ia bekerja nanti.

Sementara itu, orang-orang masih saja berkerumum di kamar mandi. Semua hening. terutama raja iblis. disapu tangan itu tertera tulisan 'selamat tinggal semuanya'. "ini tulisan cherry, aku hapal betul. kemana dia?" jelas raja iblis yang terkulai lemah.

Gejolak Raja Iblis memuncak. Ia benar-benar merindukan Cherry berada di sampingnya. Sambil membayangkan rambut Cherry yang indah nan memukau.

"chery...kau dimana sayangku?"jerit raja iblis histeris.

Mendengar jerit dan tangis Raja Iblis, aan menepuk-nepuk bahu kiri Raja Iblis. "Sudahlah. Kan masih ada aku,"kata aan mencoba menenangkan hati Raja Iblis sambil duduk di kloset.

"kalau terjadi apa-apa dengan cherry aku tidak akan memaafkan diriku an" raja iblis meneteskan air mata, "2 malam yang lalu aku meninggalkan dia begitu saja di diskotek darma agung. padahal kami hanya bertengkar hal sepele.. cherry, dimana dia kini?".

"sabar aja boss, kalo jodoh nggak bakal kemana"jelas aan kepada raja iblis.

satu persatu semuanya keluar dari kamar mandi, membiarkan aan dan raja iblis berduaan.

Mereka berdua saling curhat, lalu berpelukan. Aan tertarik dengan kepribadian Raja Iblis yang begitu perhatian dan penuh kasih-sayang. "Om sebenarnya aku sayang Om,"bisik Aan pelan di telinga Raja Iblis.

Raja Iblis menyentuh muka aan dengan lembut "jangan an, kamu masih terlalu muda. aku nggak akan membiarkan kamu terperosok lebih dalam. kembalilah ke jalan yang benar an. biarkan aku melanjutkan hidupku yang hampa tanpa cherry".

"TIDAK!!"teriak Aan sambil membelakangi Raja Iblis. Tiba-tiba Aan meneteskan air matanya pelan-pelan. Ia terisak-isak menangis.

"aku sudah tidak bisa menahan hasrat ini"aan mencoba mengusir perasaan cintanya dengan RaIb.

Tapi Aan baru tersadar, ternyata Raib telah menghipnotis dirinya, aroma parfum Echi yang menghampiri menyadarkan Aan."Sayang, kita jalan yuk", cetus Echi menerobos masuk di antara Aan dan Raib.

Tidak!! Tidak!! Ini musibah!! !@$!#~@~~@$@$@$@#! ca ca mari ca hei hei.. ca ca mari ca hei hei... Hipnotis ini harus cepat dihilangkan.

"aku seperti bermimpi.... ternyata benar aku masih bermimpi..." Aan kali benar tersadar dari kegilaannya... "echi..." teriak Aan.

Echipun hanya tinggal kenangan.. pernah ada rasa cinta.. Aan kembali menyelimuti diri kembali menikmati tidur lelapnya.

"klik.."lampu kamar di matikan aan, sepertinya suasana dingin membuat aan berniat melanjutkan mimpinya..

Dan ketika Aan terbangun di pagi harinya, ia mendapati dirinya dalam keadaan basah...

Ternyata genteng bocor. Sudah berbulan-bulan ini mamak menyuruh Aan untuk memperbaiki genteng, tapi dia gengsi dan malu kalau dilihat tetangga baru yang cantik itu.

Begitulah Aan, gara-gara malu dia mlaah basah kuyup. "%*&@Y@^)@" Aan berceloteh.

Basah kuyup?

iya, kan ujan.

Kebasahan ini aku nikmati dalam diam.

Maka Aan pun diam dan menuju ke kamar mandi.

Lekat dalam benaknya keheningan itu. Yang merayap dan mencekam.

lalu diambilnya sebuah sabun...

diusapkannya ke muka, untuk membuang rasa kantuk yang terasa sangat menggangu.

ternyata sabun jatuh ke lobang WC.

Lalu Aan pun tak segan-segan untuk mengambil sabun yang jatuh ke lobang WC itu dengan tangannya.

tapi dia berubah pikiran. "Kan jorok", katanya.

Diambilnya sabun itu menggunakan kaki.

alih-alih bisa mengambil sabun, malahan kaki nya ikut masuk ke lubang WC. Begitu dia mengangkat kakinya, ada sesuatu yang menempel di ujung kaiknya.

rgghhhhhh... Aan menarik kakinya keluar dari lubang WC. eh apa nih? ada sesuatu yang ikut lekat dikakinya.

sesuatu yang seperti benang berjumput, tapi apa sih?

penasaran, disentuhnya benda itu..

Lalu dia teriak "Oh My God!!!".

seutai kalung emas yang sudah putus menempel di kakinya.

"alhamdulillah"doa Aan,"Allah memberikan aku rezeki yang tidak terduga-duga".

aan bergegas ke toko emas.

sesampainya di toko emas.... tragedi pun dimulai. Diam-diam si Koko pemilik toko emas menelepon polisi. Ia ingat betul bahwa kalung yang dijual Aan ini adalah kalung istrinya yang hilang karena dijambret saat sedang berbelanja di pasar Cinde.

"halo..ini kantor wak pici?"telpon si Koko.

"Wak pici sapa? ini bukan wak pici tapi wak uneh", sahut suara di ujung sana.

"Oh maap wak, salah micit nomer aku tadi. Jadi disini Wak Uneh?" tanya si koko.

klik. telpon diseberang ditutup. kurang ajar, keluh Koko dalam hati. ah sudahlah, tak perlu telpon polisi. Kusikat aja anak ini, siapa tahu bisa "digarap" untuk 1 malam ini.. terkekeh gembira si Koko dalam hati.

'hayyya, kalung ini mau owe peliksa dulu, apa asli atw paslu. Sementala owe suluh asisten owe peliksanya, lebih baik situ istilahat dulu di kamal saya". Koko itu lalu mengantar aan ke kamarnya. Dalam hati aan gembira sekali melihat kebaikan si koko.

"dasal bocah ini, jangan-jangan ini maling lagi. awas kalau maling".

berlahan dan sedikit was-was aan memasuki kamar si koko.

disibaknya gorden yg menutup daun pintu kamar koko, gelap dan pekat. Perlahan Aan mendekatkan tubuhnya pada koko dan berbisik, "koko disini aja ya temenin Aan. Aan takut." pinta Aan memelas. Koko menatap mata Aan lekat sembari mengusap rambut Aan.

Suasana romantis pun menyelimuti koko dan Aan. Selanjutnya.....

Sementara itu diluar sana hujan mulai turun. ah, membuat suasana semakin romantis.

alunan lagu delon kian menghanyutkan suasana kamar yang mulai terasa dingin oleh angin yang berhembus menerobos jendela kamar.

"Cuaca dingin gini bikin terasa semakin syahdu ya Ko. nanti kan malam pertama puasa. Kita tarawih ke masjid agung ya Ko" ujar Aan sambil merapatkan tubuhnya lebih dekat dengan Koko.

"hayyya....lu olang goblok ya si aan. Lu kan tau owe olang china, masa lu suluh talaweh? Sudah lu talaweh di lumah aja bial nanti sekalian owe masakin bwt lu saul ya" koko mengusap kepala Aan, tak jadi marah.

"astopilah..KOKO!"jerit aan surprise dengan nada meninggi.

"aan !.. lu olang kenapa an? tiba2 jelit2 bikin telinga owe sakit. Sini owe kasih pelajalan supaya tidak bawel" tubuh Aan yang mungil itu dibopong Koko kedapur. Aan berontak, tapi ia tak kuasa melepas diri dari bopongan Koko.

seketika ingatan aan mengarah kepada tayangan televisi yang dia tonton seminggu yang lalu tentang Ryan sang muntilasi.

Echi yang selalu memikirkan kekasihnya yang cakep itu pun, menelpon Aan "yank, langkah kita depan harus terus melaju". dengan sekuat tenaga aan lari dari tempat koko sialan itu.."Echiku sayang".

"haaap" Koko menangkap Aan. "ni anak emang kagak ada otaknya. bialin si echi kucing tetangga yang kudisan itu maen sendili di lual, lu ga pellu ulusin lagi, bial nanti owe bilang sama majikannya suluh ulus si echi" Koko kembali membopong Aan kedalam.

"Koko ini kayaknya sudah gila ya?", dengan cepat Aan mengambil batu dan memukulkannya ke kepala koko sialan itu.

"gedubraakkk"batu mengenai pot disebelah rumah koko, tidak sia-sia dia mendalami ilmu kungfu.

kemudian koko dg segera membopong Aan masuk ke kamarnya. Aan merontah, namun apalah daya tubuh mungilnya tak sanggup melawan bobot tubuh koko.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.