Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Kronologis Cerpenist

Umum

SENIN 8.00 Dari balik kubikalku yang diselimuti debu tipis, yang tepian mejanya menghitam terbakar bara ujung sigaret ... pola menghitamnya mengingatkanku pada 101 dalmatian ... Jendela lebar disekeliling ruangan tak kuasa menahan semburat mentari.

Dengan diterangi semburat mentari, aku coba via HP menghubungi cerpenist kenamaan yaitu Herman Ngantuk. Semalam dalam mimpiku Herman Ngantuk berkenan menjadi panitia lomba...

"Halo, bang Herman. Apa kabar?" ucapku menjawab ucapan halo dari ujung telpon sana.

Namun belum lagi Herman Ngantuk menjawab sapaanku telepon tiba-tiba terputus. Ternyata pulsaku habis! Lalu aku segera pergi ke..

"Bete-bete bete bete ah basi basi basi lo" eh tiba-tiba HP berdering. Herman meneleponku balik.

tapi, baru saja ku berkata "Halloo..." eh, hape ku mati. uuughh!!! Bete berkali-kali..

Pulsa habis, batere HP juga habis pula. Naluriku langsung bekerja. Sepertinya hari ini merupakan hari penghabisan bagiku.

SENIN MALAM. 19.00. RUANG KERJA FBI Agent. Kusingkapkan kelambu yang menutupi meja kerja itu. "Haaahhhh!!" Aku hampir pingsan melihat kepala yang terpotong dari badannya, berlumuran darah. "Blug!!" Aku nggeblag dan semaput.

Bangun dari semaput baru aku nyadar kalau aku mimpi ... oops... HP mati, Pulsa habis ... Orang-orang sudah pada pulang, dikantor ini tinggal sisa aku dan Pak Karmin, OB yang sudah 12 tahun mengabdi ..dilayar Lenovo ku masih terbuka www.cerpenista.com.

Akupun mulai mencari-cari suatu cerpen yang pernah kubaca dulu. Rasanya semua kejadian yang tertulis dalam cerpen itu merujuk pada diriku. Atau apakah ini hanya khayalanku saja?

Oh tidak..tidak...aku tidak sedang berkhayal. Dalam ingatanku kalau cerpenista itu tidak ada sedikitpun tulisan yang merujuk aku pribadi. Hanya cerpenista adalah karyaku yang kupersembahkan buat anak negeri ini.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.