Detektif
Mbah Jembrong mengelus jenggotnya. Ia mulai berkomat-kamit merapalkan japa mantra yang sudah terbukti bisa meluluhkan setiap hati yang mendengarnya. Ia sudah mendapatkan banyak harta dari mantra itu. Sekarang tiba giliran Puspas ditangani Mbah.
"hhhhrrrmmm...aappaaa mmassaalaah annddaaa??" tanya mbah Jembrong dengan nada seperti dukun beneran kepada Puspa.
"Ah... eh... anu mbah......" kata Puspa terbata-bata.
"Hahhhhh Anu???? aaaapakah aaaanu kamu dalam maaaasalaaaah??? balas Mbah Jembrong lagi tak lupa tangan kirinya mengelus2 jenggotnya yang pirang dan sementara tangan kirinya sibuk mencet2 tombol hape..Ooooo..Rupanya si Mbah lg main fesbukan di hape...
"iiiiyaaa mbahhh, yang dielus itu bukan janggut mbah, tapi rambut saya", kata puspas, "sama itu hp saya mbah, modal dikit napa??".
oh maap saya lagi "ON".
"hhrm..." puspa menggerutu sambil mengunci hp-nya dengan gembok.
"ga meyakinkan nih dukun", pikir puspa, namun mbah jembronga langsung berkata pada puspa, "kamu pikir saya ga meyakinkan yah??". Puspa kaget dan langsung berkata, "nggak kok mbah, cuma rambut mbah mirip mbah surip sih.".
iya,, soalnya kita emang adek kaka,, kamu baru tau yah?? kan ada di depan mbah jembrong AKA mbah sarap adek mbah surip.
"Mbah Sarap? tega amat orang tua yang ngasih anaknya Sarap", pikir Puspa lagi. Namun lagi-lagi Mbah Jembrong berkata, "Wueka aja, itu nama turun temurun dari kakek moyang, sirup, sarip, surap, serep (kayak ban yah).".
"hmm.. kayaknya hebat juga nih mbah duku... eh, dukun..." pikir si puspaaa. " mungkin sebaiknya kutes dulu sebelum menyerahkan kasus ini kepadanya." Maka puspapun mengajukan pertanyaan paling susah di abad ini:
duluan mana keluar, telor apa ayam??
oh, kalo ga salah itu juga pertanyaan tersusah abad kemaren.
"Tentu saja ayam lah, emangnya manusia dulu engga makan telor?? Kalo telor duluan keburu di goreng manusia sebelon jadi ayam." Jawab Mbah Jambrong dengan nada lagu "tak gendong". "Wah ternyata antara sarap dan jenius bedanya tipis yah." Pikir Puspa.
karena ragu, maka puspa mengajukan pertanyaan tersusah lain:
"Mbah, apa yang pagi hari berjalan dengan dua kaki, pada siang hari dengan empat kaki dan malam hari dengan tiga kaki?" Tanya puspa sembari memiripkan mukanya seperti Sphinx.
"Walah walah. gampang banget pertanyaanmu itu nduk, ndak ada yang lebih susah lagi to???", tantang Mbah Dukun.
"kalau itu gampang, apa jawabannya coba?" kata Puspa menuntut.
ini mah pertanyaan waktu mbah ikut SPMB.
"Mbah ini bisanya cuman provokasi aja, nggak dijawab-jawab" batin Puspa. Puspa melirik hpnya si mbah dan si mbah rupanya sdg mencari jawaban lewat Yahoo! Answer.
"waaaahh.. mbah curang nih!" tuduh puspa.
"Apapun yang berhubungan dengan Mbah, tidak ada yang namanya curang nduk. Wajar2 saja". Jawab Mbah Dukun sekenanya.
mbah ini dah dapet setifikasi dari microsoft office jadi mbah ni melek teknologi.
"Tetap aja itu curang Mbah," sahut Puspa.
"Dan pastinya Mbah gak tau jawaban pertanyaan saya kan??? Udah lah jangan ngeles Mbah. Ayo cepet dijawab!!!" Sergah Puspa memaksa.
"Sabar nak!" kata Mbah tenang walaupun sudah terpojok.
"Ayolah mbah, sudah hampir fajar nih. Saya juga belum cari sahur, masa saya harus nungguin mbah jawab pertanyaan saya. SAYA KAN JUGA BUTUH SAHUR AGAR KUAT PUASA!!!" Teriak Puspa yang mulai lost control akan Mbah Dukun.
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.