Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Manusia Kutu

Detektif

Setidaknya masih ada sisa receh dikantung celana, padahal beberapa hari ini ia sudah karatan menunggu jemputan yang tak kujung datang. Setelah menghitungnya dengan penuh ketelitian, Marsijan akhirnya dapat berpuasdiri dengan penemuannya itu.

Ya,penemuan yang baru namun tak bisa dibanggakan sama sekali oleh bangsa ini.Na'as sekali nasibnya.

Akhirnya jemputan yang ditunggu-tunggu datang juga, sebuah mobil VW tua warna kuning dan banyak lecet disana-sini. pengemudinya adalah seorang pria berjenggot tebal dan bertampang sangar.

Kawan si pengemudi itu langsung melompat tanpa menutup pintu mobiltua itu, ia langsung menghampiri Marsijan dan menyeretnya. "Mobil kawanmu kami pinjam sementara ini, dan sekarang lekaslah masuk atau kau mau bernasib sama seperti kawanmu, heh.".

Oh tidak. itu bukan jemputan yang dinantinya. Marsijan kini justru ditawan oleh sekelompok pemuda yang berpakaian hitam-hitam. dia bertanya dalam hati. apa yang mereka inginkan? aku hanya mempunyai segepok uang receh di sakuku.

Dalam perjelanan dengan sengaja sang pengemudi meletakan pistol di atas dasboard, dan tentu saja Marsijan sudah memahami apa yang terjadi dengan Jumadi sahabatnya, si pemilik mobil VW tua yang mengangkutnya. Marsijan terdiam.

Ia cuma bisa pasrah.2 bulan lalu ia sudah jaga2 untuk mebuat surat warisan.Dan semua uang celengannya,motor bututnya dan semua aset kebun belakang rumah ia berikan pda si Cenggo,kerbau kesayangannya bila ia mati.

Surat warisan, yang dengan hati-hati disimpannya, tentunya setelah memberikan petunjuk tersamar yang hanya dapat dimengerti oleh pemilik warung di depan gang tempatnya biasa mangkal sekaligus ngutang.

Marsijan berusaha mengajak bicara Jumadi, rekannya yang berada satu mobil dengannya, Namun tampaknya pemuda yang sedang mengemudi itu memilih tidak menanggapi apapun yang Marsijan katakan.

Marsijan kembali terdiam.Tapi senbenarnya ia tak hanya diam.Ia berdzikir dan baca mantera sakti agar dia dapat kakuatan spontan dalam tubuhnya.Sekuat tenaga dia berkonsentrasi.

Konsentrasi sepenuhnya pada kalimat2 dzikir yang dia baca dalam hati akan semakin memperkuat jiwa dan fisiknya. Namun tiba-tiba ciiittt.....rem mobil yang terdengar sangat kencang menyadarkannya..

Saat matanya terbuka,matanya berubah menjadi merah.Si komplotan penjahat itu memandang si Marsijan,lalu mereka jadi bergidik dan agak ketakutan.Tapi mereka diam saja.Marsijan sadar sedikit lagi dia akan jadi kuat.

Penjahat itu heran pada apa yang dilihatnya pada tubuh sanderanya..Marsijan. Yang dilihatnya sungguh aneh..

Marsijan menunduk,tapi tangnnya mengepal kuat sehingga kelihatan otot kekarnya dan terdengar suara gemeretak gigi si Marsijan.

Gigi yang beradu dengan gigi memang menghasilkan suara yang sangat menjijikkan..

Mobil itu berhenti di jalan yang sepi.Lalu marsijan ditutup matanya dan diseret keluat untuk dihajar ramai2.

Marsijan heran sekali, seharusnya kekuatan itu muncul, namun dia hanya diam tanpa bisa menggerakkan badannya saat dia dihajar..

Kekuatan Bankai 107nya nggak berfungsi.Dia butuh Kurosaki untuk membantunya mengndalikan kekuatan itu.

Namun Marsijan tahu Kurosaki tidak akan membantunya saat itu, badanya tambah sakit karena hantaman para penjahat itu sangat kuat..

Kabut hitam memancar dari tubuhnya.Itu jelas bukan bau ketiaknya,tapi,"Aaaaaaaaaaaarrghh" Dia jadi kuat.Dengan gesit dia melawan komplotan bengis itu dengan mata tertutup.

namun komplotan penjahat itu sama kuatnya. akhirnya setelah 10 menit, masa berlaku kekuatan saktinya habis. dan dia dibawa oleh penjahat ke sebuah sel tahanan yang gelap dan suram, yang sudah diisi sekitar 20 orang termasuk Jumadi.

Di dalam sel itu hanya ada satu sumber penerangan, yaitu sebuah jendela kecil di sisi dalam penjara. Marsijan mencoba melongok untuk melihat apa yang ada di luar sana. Badannya yang terasa sakit semua.

Ia buka matanya,yang terlihat adalah 20 tahanan yang nasibnya sama seperti dirinya.Akhirnya dia pingsan karena lemas.

"Tidak bisa begini terus. memangnya saya salah apa? mereka salah apa? kenapa disiksa begitu?" kata Marsijan dalam hati.

Karena keinginan untuk keluar begitu menggebu-gebu, diam2 Marsijan mengumpulkan tenaga dalamnya. "Kekuatanku harus segera kembali!" begitu pikir Marsijan dalam hati.

Penjara ini seperti penjara Abu Ghraib,yang penah kulihat di tiptipi.Begitu lembab,becek,kotor dan sesak.

"Uugh.. kekuatan gaibku tak bisa berkumpul. Mengapa? tempat apa ini?".

Seseorang berkata bila penjara ini ada di tengah pulau asing yang memiliki tameng anti kekuatan super.Jadi,siapa saja yang ingin keluarkan kekuatan super,dia takkan bisa menggunakannya...

Marsijan pun mengangguk2 tanda dia mengerti dengan apa yang sedang terjadi padanya. Dia segera mencari cara lain untuk keluar dari sana.

Lalu Marsijan bersama Jumadi menyusun rencana pembebasan dari penjara ini,

Mereka bergadang semalam suntuk demi menyelesaikan rencana ini.

Tapi,meski udah ngobok2 pikiran mereka,tetep aja nggak ketemu.

Hmm... memangnya apa yang hilang?

Suatu ide yang sudah disimpan sejak penculikan bermula...

Ide untuk menyelsaikan perjuangan ini, agar semua rakyat bisa sejahtera..adil dan makmur...

Ide tersebut menghilang bersama kekuatan gaibnya.

Yah,semuanya ludes sia-sia.ini semua karena Marsijan yang pikun...

Parahnya pikun Marsijan membuat semua rencana baiknya lenyap seketika..

Mereka cuma bisa sabar...tabahkan hati kalian...

huaah..

Marsijan pun megantuk...

grrrooooookkkk...tidurlah Marsijan....

Dalam tidurnya Marsijan mengalami mimpi yang menyeramkan...tentang perjuangannya yang tba2 berhenti...

Dia bermimpi dia dipenjara di dalam sebuah sel tahanan yang gelap dan suram dengan sebuah jendela kecil di sisi dalam penjara itu.

lalu,datanglah 5 orang lelaki kekar tak dikenal yang beramai2 menghajarnya.

Marsijan tidak bisa apa-apa saat mereka berlima menghajarnya..Tapi tiba2 setelah seluruh tubuhnya lemah. Marsijan merasakan suatu kekuatan keluar dari tubuhnya...lalu 5 orang yang mau keluar dari ruangan Marsijan terdiam..

Ternyata Marsijan sanggup untuk menghentikan waktu~ Dia sangat senang dengan kekuatan barunya ini.

Marsijan hepi banget...setelah itu berjalan tertatih-tatih keluar dari ruangan dimana dia disekap..

Luka Marsijan berdarah-darah..menetes dari pangkal kepalanya mengalir di sela-sela kaki..meski begitu dia masih sangup berjalan tertatih tatih.

Ia melihat ada seberkas cahaya di balik sebuah pintu. "Ahh... itu pastilah pintu keluar." pikirnya sambil berjalan menuju arah pintu itu.

Sambil menyeret kaki kirinya yg terluka ia menyongsong arah cahaya. Berdegup jantungnya nampak samar dimatanya menangkap sosok sanggar beberapa meter didepannya.

Sanggar itu berdiri di sebuah lahan yang cukup besar...dan Marsijan tidak tahu ada apa di sanggar itu..

ketika dia masuk ke sangar itu, ia terbangun.

Begitu terbangun, dia menyadari bahwa kedua tangan dan kakinya telah terikat dengan tali.

Marsijan tidak bisa berbuat apa-apa saat tangan dan kakinya terikat. Sehingga dia meronta-ronta dan berteriak. Namun hanya kesunyian yang terdengar...

Marsijan pun terdiam karena kehabisan tenaga. Tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.