Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Misteri Rumah Kontrakan

Horor

Rumah kontrakan milik pak Beben, tampak biasa saja di lihat dari luar. Tetapi...

dari dalam, kesan yang terlintas dipikiran orang adalah pasti angker. sebab rumah itu tidak terurus. namanya saja rumah kos, namun tidak ada orangnya! kata penduduk, saat malam sering terdengar jeritan dan tangisan histeris dalam rumah itu.

Dan setiap orang yang mengontrak rumah itu, selalu mengalami kejadian yang naas, misalnya...

Tonju yang baru saja menikah dua bulan itu mati mengenaskan di dapur rumah kontrakan itu. Lehernya terjerat tali dan tergantung di kayu atas dapur. Istrinya kemudian histeris dan menusuk dadanya dengan pisau daging yang ada di dapur itu. Entah.......

Apa yang menyebabkan kejadian itu terjadi begitu saja. Padahal mereka adalah pasangan yang rukun dan tidak pernah ada masalah.

Dengan hanya satu hal mengenaskan tersebut, penduduk sudah mencap rumah kontrakan tersebut "ada penghuninya". Anak-anak yang sering bermain bola di lapangan dekat situ dihimbau orangtuanya agar jangan dekat-dekat, terutama sesudah Azan Maghrib...

Hari demi hari. Rumah kontrakan itupun semakin kotor karena sudah tidak ada yang menghuninya. Dan suatu hari...

Danang, pengantin baru dari Vietchong berminat untuk mengontrak rumah tersebut.

Setelah kuncinya diterima, pengantin baru itu sudah menempati kontrakan itu, tepat sore ini. Parahnya, tidak ada warga yang memberitahukan mereka tentang kejadian di kontrakan itu.

lho emangnya ada apa?

Minggu pertama mereka menempati rumah kontrakan itu, tak ada kejadian yang luar biasa. Namun di suatu malam..., saat purnama tengah melotot bulat...

Istri Galih, Ratna, ingin membuat indomi dengan 2 telur dan 1 sosis,.. tiba-tiba...

Ia merasakan ada hawa aneh yang tak dapat di pastikan apakah itu.

Ratna mencoba untuk tidak menghiraukan hal tersebut, "Ah, mungkin hanya perasaanku saja" gumam Ratna sambil terus mengaduk indomie. Namun, hawa aneh tersebut semakin terasa.

hawa tersebut adalah dia bingung namanya suaminya galih pa danang ya?..

Lagi pula tadi suaminya minta mi rebus apa mi goreng ya???

ratna terdiam sejenak, berusaha mereload memori yang terpendam. Ia pun tersadar.

Ia masih di atas ranjang! Sang suami pun tetap dalam posisi tidurnya yang sempurna. Ternyata ia bermimpi...

Namun, ini bukan yang pertama kali. Hampir setiap malam sejak kedatangannya ke rumah itu, ia selalu mendapat mimpi yang serupa.

Pagi itu dia berencana ke tempat mbah Jarwo di kampung sebelah yang terkenal akan kesaktiannya.

"Mbah, saya mau tanya tentang rumah saya", tanyanya. "Opo nduk?" jawab Mboh Jarwo. "Saya baru menempati kontrakan dekat lapangan , sejak saya menempatinya saya sudah merasakan berbagai hawa aneh".

"Hmmm...ooo...ga usah kamu cerita lagi aku sudah tahu" timpal Mbah Jarwo cepat-cepat. "Sebentar, aku akan mengambil sesuatu untukmu" Mbah Jarwo pun beranjak dari duduknya....

"Ini adalah air dari 7 sumur yang telah dicampur 7 kembang. Siramlah di sekitar rumahmu, niscaya kamu tidak akan merasakan hawa aneh lagi", kata Mbah Jarwo ketika memberikannya kepada Ratna.

lalu Ratna pun mulai melakukan sarannya, tapi nasib menginginkan lain. Pada saat ia tengah menyiramkannya, kakinya tersandung batu dan airnya pun tumpah sebelum bisa disiramkan ke sekitar rumah.

"Kamu sedang apa rat?" tiba-tiba danang sudah berdiri di belakang ratna.

Aku kaget setengah mati mendapati danang sudah berada di belakangku. Apa boleh buat, aku harus mengaku...

"Eh..mas.., anu..anu aku sedang...anu" Ratna bingung mau bilang apa.

"gini lho mas, mas masa gak ngerasakan apa-apa selama kita tinggal di sini." Ratna mulai menerangkan perasaannya pada danang.

Demi mengetahui perbuatan istrinya yang mengadu pada dukun najis itu, Danang gelap mata. Seketika gunting rumput sudah berada di tangannya.

"MAS...?!!, mau apa kamu?" Ratna melangkahkan kakinya kebelakang sambil kedua tangannya terjulur ke depan. Matanya menatap was was kepada suaminya.

kemudian Ratna berteriak "NYEBUT MAS NYEBUT!!!".

Sementara yang ditanya tak menjawab. Danang berjalan perlahan menuju Ratna. Tangannya menghunuskan gunting, yang tiba2 menjadi berkarat dan dari ujungnya meneteskan darah kental. Entah dari mana.

Melihat gelagak yang kurang baik, ratna segera mengambil ancang-ancang. Dulu, sewaktu di SMA dia adalah pemegang sabuk hitam dan juara karate tingkat kabupaten 3 kali berturut-turut.

Ratna pun mengambil ancang-ancang, posisi kuda-kuda liar. Hiyaaaaa.... dia bersiap menerima guntingan pertama dari sang suami. Melihat polah sang Istri, Danang menjadi gelap mata. Alam pun seketika mendung memayungi arena tarung keduanya.

Dan semuanya seperti berada dalam gerakan lambat. Buih-buih air hujan dapat jelas terlihat. Terpecah oleh tusukan gunting Danang. "Oh tidak!, gunting itu menuju ke mata Ku.." seru Ratna dalam hati.

Tapi dengan cepat, entah berasal dari kekuatan apa Ratna berhasil menangkis gunting yang diarahkah pada matanya dan seketika mengarahkan balik pada mata suaminya, Danang. "Oh, tidak mataku!" jerit Danang histeris menyadari apa yang menimpanya.

Sementara diluar hujan semakin deras turun. Bagai di tumpahkan dari langit. Petir menyambar nyambar. Cahayanya menyinari sebagian wajah Danang, yang tampak murka, dengan matanya yang memerah.

Beberapa saat kemudian, sosok Danang itu pun menguap serentak dengan gelegar petir. Ternyata itu hanyalah Danang jadi-jadian!

Ratna mengusap dadanya sambil menangis. Ia masih belum bisa menjawab, siapa atau tepatnya apa yang baru saja hendak membunuhnya dengan gunting rumput.

Sosok Danang jadi-jadian yang baru saja menghilang sekarang muncul kembali, dengan suara dan rupa yang lebih mengerikan. Wajah yang bagaikan penghuni neraka....

Hadir bagaikan mahluk yang berasal dari neraka. Aroma kebencian dan balas dendam mengikuti sosok seram dengan tubuh penuh lendir dan mengeluarkan asap.

Walaupun sejenak Ratna berusaha menenangkan dirinya dengan logikanya, bahwa Mas Danang memang tidak ganteng dan sedikit berlendir saat mengepulkan asap rokoknya. Tapi tetap saja. Dia bukan Mas Danang.

di tengah ketegangan yang sangat itu mata Ratna sempat menagkap botol berisi ramuan yang jatuh tadi. ternyata masih tersisa seperempat botol lagi di sana..

Tanpa buang waktu, Ratna langsung berusaha bergerak ke arah botol itu berada. Dengan gerakan yang cepat tangannya berusaha menjangkau botol itu. Namun karena panik, botol itu malah tersenggol jatuh.

Ratna bergidik seketika. Ia tercekat melihat apa yang keluar dari botol tersebut. Puluhan bahkan mencapai ratusan kelabang hitam kecil berebutan keluar dari mulut botol.

Jumlahnya semakin lama semakin banyak. Bagai gundukan pasir hitam yang bergerak, kesana kemari. Ratna menjerit sekeras kerasnya. Nafasnya tersengal sengal.

Dia terjatuh berdebam....tangan dan kakinya lecet karena dia terantuk batu kerikil yang ada di situ.

Dengan sekuat tenaga, Ratna berusaha menarik tubuhnya keluar dari rumah itu. Saat tangannya hampir saja menjangkau pintu, tiba-tiba saja pintu itu tertutup dengan sendirinya diselingi dengan suara petir dari kejauhan. Ratna tersentak kaget...

Ia memukul mukulkan tangannya ke pintu itu sambil berteriak " Tolooong...!!.". Tapi tak ada yang mendengar teriakannya. Saat ia membalikan tubuhnya, kelabang2 itu yang jumlah semakin banyak menghampirinya.

Terjebak di belakang pintu dan tersudut dengan kelabang di sekitarnya Ratna nggak nyerah begitu aja.....Dengan tangan dan kakinya dia halau semua kumpulan makhluk menjijikan yang mengerubunginya.

Sambil menendangkan kakinya ia panik tak karuan. Beberapa kelabang berhasil merayap hingga ke perutnya. Dengan tangannya, ia kibaskan kelabang itu, namun...

Hewan-hewan itu cepat menggerayangi tubuhnya. Ratna bergidik, tak kuasa melawan. Ia memejamkan mata. Bulir air mata pasrah berlomba dengan isak tangis yang memburu. Sangat detil cerita Ratna kepada Galih tentang mimpinya semalam. Jelas. Ratna trauma.

Dengan lembut di usapnya geraian rambut sang istri seraya menenangkan dirinya..melihat sang suami berada disampingnya maka Ratnapun merasa lega dan bersyukur bahwa kejadian tadi hanyalah sebuah mimpi.

Tapi tiba-tiba saja, Ratna merasakan tubuh suaminya dingin. Dingin bagaikan es. Bulu kuduknya berdiri. Entah mengapa, Ratna merasakan hal yang sama seperti dimimpinya.

"Mas..Mas Galih...Kamu kenapa?" tanya Ratna sambil mengguncang Galih yang menatap kosong ke arahnya.

mas tidak apa2... mas mimpi hal yang aneh.... mas merasa ada yang janggal dengan rumah ini.. "apa kita harus pindah mas"kata ratna... galih berpikir sejenak... " mas merasa kita memang harus pindah"..

Belum hilang rasa terkejut Ratna, saat ia turun dari tempat tidur, untuk mengambil minum, ia melihat ada bangkai kelabang hitam besar di dekat pintu kamar.

Dia berteriak keras sekali, sampai-sampai Galih menegurnya, "Ada apa lagi Rat!".

"Mas...! Cepat lihat kemari!!!" dengan mata bergidik, tangan Ratna menunjuk ke arah lantai, 2 meter dari kakinya.

Dengan cueknya Galih hanya bilang,"biarkan saja Rat..toh sebentar lagi kita akan pindah". Ratna heran dengan ucapan suaminya.

"tapi...mas..syerem banget...!!aku ngeriiii...!!", teriak Ratna. "Udah deh..gak usah panik gitu..!! semprot aja pakai baygon ntar juga mati..!", kata galih alias danang gusar sambil kembali merebahkan diri di kasur.

Ratna semakin sebal sama suaminya yang cuman bisa bilang gitu, padahal ngga punya semprotan serangga.

Akhirnya diambillah selang air yang biasa untuk menyemprot jamban ....

Dan disemprotkan langsung. Bukan kearah bangkai kelabang tetapi ke arah suaminya yang lagi merem sambil ngiler di bantal.

"ya ampun Rat,apa yang udah kanu lakukan?"tanya Danang."ma'af mas,aku terpaksa nyiram kamu,sebab kamu tetep aja gak respon kalau aku komplain ke kamu"jawab Ratna sambil memelas melihat suaminya yang memelototinya sambil marah.

"Huh...kayak gitu aja diributin sih Rat...malah nyemprotin aku segala lagi!" keluh Danang. Ratna masih saja ngga ngerti kenapa suaminya masih saja malas. Atau jangan-jangan dia....

Menyembunyikan sesuatu dariku, pikir Ratna dalam hati. Karena seminggu belakangan ini, jika diperhatikan tingkah laku mas Danang sangat aneh.

Danang, kemudian segera bergegas ke lemari mengambil kaos oblong putih dan mengganti kaosnya yang telah basah. Tak lama kemudian, dia kembali membaringkan tubuhnya di atas sofa karena kasurnya telah basah oleh semprotan air tadi.

Danangpun langsung terlelap di sofa, dengkurannya mengalahkan senandung malam para jangkrik. Tanpa disadari oleh Danang, sesuatu yang hidup di bawah sofa tengah menanti saat yang tepat.

Bayangan hitam itu perlahan-lahan membentuk gumpalan hitam. Kemudian sedikit demi sedikit menyelimuti tubuh Danang yang terbaring dengan lelapnya. Ratna tercekat saat melihat bayang hitam itu mulai menutupi wajah suaminya Danang.

Dengan mulut tercekam, Ratna memperhatikan bayangan itu kini telah menyelimuti seluruh tubung Danang. Tubuh Danang kini tampak hitam bersisik dengan pipi yang penuh di tumbuhi rambut menjulur. Tubuh itu bangkit dari sofa....

berdiri terpaku, bola matanya melotot tajam, namun hampa. Tubuh Ratna menggigil. Ada perasaan tak percaya, takut dan sedih.

ratna bingung, ketakutan.... ratna ingat bahwa didesa ini ada kyai yang mampu mengusir setan dan sejenisnya..... melihat suami nya makin membabi buta ratna segera berlari kerumah kyai yang jaraknya 3km dari rumah nya.....

"Duh!!" Ratna berusaha bangun dari jatuhnya. "Aku harus sampai secepatnya di rumah Kyai Abdul Rosyid. Aku harus bisa mengembalikan mas Danang seperti sedia kala. Aku tak ingin kehilangannya..." bisik hati Ratna sambil menghapus air matanya.

Dengan sisa tenaga yang ada, ia berusaha bangkit, menuju pintu untuk segera mencari pertolongan. Sementara itu, tubuh Danang jadi jadian mengikutinya...

Mengikutinya dengan suara yang pecah menjadi dua. Ya, seperti ada dua orang yang mengejar dari dalam sosok Danang jadi-jadian itu. "Berhenti meniru tubuh Mas Danang!" jerit Ratna sambil berlari menembus hujan. "Danang siapa? Ini aku Galih!".

"Aku tak percaya"kata Ratna"kamu pasti setan."jangan ikuti aku!!!"teriak Ratna sambil berlari ketakutan.Sesampainya dirumah pak Kyai Ratna langsung berteriak memanggil pak Kyai.

ternyata pak kiai telah meninggal satu jam yang lalu terkena stroke karena istrinya selinkuh.

"Apa!?" Ratna cepat2 berlari sebeleum dia tertangkap oleh sosok yang sibencinya itu. Ratna tak tahu kalau berlari ke arah kuburan. Dia tak sadar.

Dan ternyata Dr. Manhattan cuma perlu ditipu sedikit agar Rusia dan Amerika bisa kembali berdamai.

Ratna menoleh sebentar ke rumah tetangga pak kiai ternyata berita yang barusan dia denger itu membuatnya terdiam....

terpaku melihat adegan yang hanya boleh di tonton oleh orang dewasa.

yaitu dunia dalam berita berisi Maia Es dan Ahmad Dan.

Yang selalu berseteru memperebutkan hak perwalian anak-anak mereka. Ratna pun yang tergila-gila akan gosip selebritis menyimak dengan serius sekali, hingga tak menyadari kalau Danang telah berada di sampingnya dan turut serta menonton.

Mata mereka beradu dan seketika itu juga Ratna merasa tubuhnya melayang. Semua keadaan di sekelilingnya menjadi gelap, hitam, dan dingin.

mati lampu, kang?

,kata Ratna setengah pasrah. "di duniaku sudah tidak ada sedikitpun cahaya lagi.. hanya kaulah cahayaku, Ratna!", kata Danang yang sedang dirasuki itu. Seakan tak percaya Ratna menatap dalam-dalam ke matanya. "Tidak.. itu bukan mata Danang!!".

itu eye of sauron!

Ratna pun segera berlari meninggalkan Danang yang telah tersadar. "Ratna...., ada apa denganmu? Mengapa istriku takut pada suaminya sendiri, ya?? pikir Danang heran. Ratna yang tak mengerti kondisi Danang yang sesungguhnya, terus saja berlari.

"it's my precious..."komat-kamit Ratna mulai berujar.

Danang masih saja terpaku, pikirannya tak menentu. Tiba-tiba saat Danang terpaku, seluruh bulu kuduknya merinding. Wajahnya kaku, dan tubuhnya melayang dengan sendirinya menuju tempat istrinya berlari.

"Waaw!! Kekuatan apa ini?",seru Danang tak percaya. Tiba-tiba dari kejauhan muncullah Shenlong, sang dewa naga. "Sebutkan apa permintaanmu..",tanya Shenlong. "Lho?? Shenlong, tapi aku belum mengumpulkan semua dragonball?"tanya Danang.

Takuut ah,

Ratna terus berlari, tanpa tahu kalau Danang telah berada tepat di atasnya.

mengintai bagai rajawali melintasi langit tinggi, bagai rajawali melintasi badai hidup. di bawah kepak sayapmu kau bawaku terbang tinggi. melintasi langit biru bagaikan rajawali.

Tiba-tiba saja, Danang menangkap tubuh Ratna dan membawanya terbang bersamanya. Ratna, terperanjat. "Turunkan aku Danang... turunkan...!!!" Teriak Ratna ketakutan.

"beneran mau diturunin nih? yaudah."kata danang. ratna pun jatuh dari ketinggian 10meter.

tapi sblm menyentuh tanah, ia merasakan ada yang kekuatan yang luar biasa menopang dirinya. Sayup-sayup terdengar, "...apabila ia jatuh tak sampai tergletak sebab Tuhan menopang tangannya. tangannyaaa.. tangannya.. sebab Tuhan menopang tangannya..".

ratna jatuh dengan kecepatan yang smakin melambat sampai dia turun d tanah. melihat itu danang murka."AAAAAAARRRGGGHHH!!!", teriak danang.

"Lagi-lagi menggunakan ilmu Ginkang! Aku kesal! Bete! Bete! bete ah bete bete bete ah!".

Danang menatap dingin Ratna. Dengan segala ketakutan yang mencekam, Ratna berusaha melarikan diri dari Danang, namun Ratna tak dapat pergi jauh darinya karena jalan yang ia ambil buntu.

Danang pun semakin mendesak Ratna ke tembok. Wajahnya bengis dengan seringai di bibirnya. "TIDAAAAAKK!!", teriak Ratna.

Danang mulai mendekati Ratna, dan... Brukkkk!! Tiba-tiba, tubuh Danang pun tersungkur di kaki Ratna. Wajah Danang pucat dan berubah menjadi Galih, suami Ratna. Ratna kaget, lalu merengkuh tubuh suaminya. "Mas Galih, bangun mas..!!" pinta Ratna.

Suara memekakkan telinga terdengar lalu bergemuruh. Tiba-tiba gelap. "Kau pasti berharap ini semua cuma mimpi bukan?" tawa Danang. Seringai dari wajahnya menunjukkan bahwa ia mampu merasuk dalam pikiran Ratna menciptakan khayalan yang bersifat nyata.

Ratna menangis. Ia berharap ini semua hanya mimpi.

"Ratna.. Ratna... Ratna.. Hapuslah air matamu itu! Di sini isak dan tangismu bisa kau simpan untuk hari kematianmu! Saat ini aku masih memerlukan engkau untuk memancing teman-temanmu datang padaku! Hahahaha!" ledek Danang. Ratna mengerjapkan matanya.

"Mas Danang, aku tidak bisa merasa tenang hidup di rumah ini mas. Tolong mas kita segera pindah, kalau tidak.. hiks hiks." ujar Ratna sedih tak mampu melanjutkan kata-katanya.

Danang kecewa dengan kata-kata Ratna barusan. Segera ia pergi ke dapur, lalu mulai membereskan semua perkakas makan.

saat Danang menaruh piring ke raknya, dia mendengar teriakan Ratna dari ruang tengah. "AAAAAArrgghh!!",teriak Ratna sambil mencengkram sofa.

"Ada apa lagi Rat!" teriak Danang dari dalam dapur. Dia masih kecewa atas kata-kata Ratna, makanya dia malas beanjak dari dapur untuk menemui Ratna yang sedang teriak.

"Kalau kau sudah tidak suka berada di rumah ini, silakan beresi barang-barangmu! Aku sudah muak dengan segala alasanmu, Ratna!" oceh Danang sambil mengisi ulang sunlight.

"Mas kamu jangan seenaknya ya....yang seharusnya pergi dari rumah ini kamu...!!" teriak Ratna balik.

Tiba-tiba... Brakkkk!!! Bunyi sebuah benda dibanting di gudang samping rumah. Ratna dan Danang saling menatap seakan tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengarkan.

"meong...".

"guk..guk..guk..!!" anjing mengguguk...sambil mengejar kucing yang lari ketakutan dengan muka pucat pasi seperti habis melihat sesosok hantu jamu gendong.

Benar ternyata Hantu Jamu Gendong memang ada disitu. . Seolah tak suka kerajaannya dihuni manusia, dia terus mengganggu keberadaan Danang dan Ratna.

Tiba-tiba, tubuh Danang bergetar lalu jatuh dan pingsan. Ratna, yang sudah pernah mengalami banyak peristiwa buruk bersamanya, segera mundur beberapa kaki. Wajahnya pucat. Hatinya mengatakan, apakah ini saatnya dia akan kesurupan lagi.

Ternyata tidak. Ratna yang udah kebanyakan ksurupan ternyata udah kebal. Ratna menangis sambil menuju Danang yang tak berdaya. Dia sudah tidak tahan lagi dengan semua keanehan ini.

Tubuh Danang pun bergerak secara perlahan-lahan. Ratna yang sudah begitu dekat dengan tubuhnya, terperanjat kaget. Danang bangun dan memandangi wajah istrinya Ratna. "Ratna, ini aku, Galih suamimu!" ucap Galih.

"Ayo kita keluar dari tempat ini mas... aku sudah tidak tahan..",rintih Ratna. "Sebetulnya apa yang terjadi? Tiba2 sja ksadaranku hilang dan saat ku sadar aku sudah ada disini...",kata Galih.

"waktu itu kita sedang nyari-nyari asal suara gubrakk.." kata Ratna. "Tak disangka kepala mas kejedot pintu dan langsung pingsang!" lirih Ratna. "Daripada aku sendirian, aku ketok juga kepalaku sama batubata dan pingsanlah kita bareng-bareng".

"Kamu ituh, ya... Dudul banget, sih?!" kata Galih pada istrinya. "Pan sehidup-semati, Mas..." kata Ratna membela diri. Galih pun memeluk istrinya erat-erat.

Mereka pun hidup bahagia selamalamanya. Tamat deh.

"Eits nanti dulu... Kamu kelupaan ini..." sahut Ratna sambil menghapus tulisan tamat dari screen...

"Kita kan belum punya anak." tambah Rina.

"Ya udah deh, kita bikin sekarang yuk, honey.".

Saat mereka sedang bersiapsiap masuk kamar, tiba-tiba muncul lagi sekelebat bayangan hitam. Ratna melihatnya. Tapi setelah kejadian aneh yang seharian tadi menimpanya, dia sudah tak peduli.

NAmun, dalam ketidakpeduliannya, Ratna terus saja memikirkan sekelebat bayangan itu.

Ratna terus memikirkannya, dan itu menggerogoti kesehatannya. Semakin hari tubuhnya semakin lemah. Dan ajalpun menjemput. TAMAT.

TUNGGU !!!!!!!!!!!

THE END.

Ya udah deh dari pada mbulet kaya TERSANJ*NG aja :P.

***

Sepuluh tahun telah berlalu. Suatu pagi, suasana rumah kontrakan itu tetap sama. Namun ada sedikit kejanggalan yang terjadi pada rumah peninggalan Ratna. Daun pintu rumah itu senantiasa membuka dan menutup pada jam-jam tertentu.

Terkadang, ada suara-suara aneh dari dalam rumah itu. Seperti perabotan rumah yang ditarik atau pun diseret-seret. Tak ada seorangpun yang berani lagi melewati depan rumah itu di malam hari.

Hingga suatu hari kemudian ada seorang PNS yang hendak menghuni rumah kontrakan itu karena di pindahtugaskan oleh Atasannya.

Saat kepindahannya ke rumah itu, suasana tampak tenang dan menyenangkan. Penduduk sekitar pun hanya diam tanpa kasak-kusuk yang membuat keluarga baru itu curiga. Pak Akiasik, nama keluarga baru itu. Seorang instansi keuangan di salah satu BUMD.

amin.

Tok..Tok..Tok..., suara pintu diketok, lalu Pak Akiasik membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Bibicriwis, Ketua PKK setempat, untuk menawari Bu Akiasik untuk arisan.

Pintu pun dibuka. Tiba-tiba seorang bocah kecil berlari dan keluar dari pintu itu sambil membawa mainan pesawat barunya. "Abieyukino, mainnya jangan jauh-jauh ya. Hati-hati..,!!" teriak seorang ibu dari dalam rumah itu.

"Iyaa ma, ini mau maen sama Rin!!", kata Abieyukino. Lalu dua anak tidak berdosa itu bermain dibawah pohon beringin keramat di kampung.

Mereka pun bertukar cerita dan pengalaman dibawah pohon...

Sementara, ketua PKK Bibicriwis disambut oleh pak Akiasik dan sang istri. Pembicaraan berlangsung santai, namun tak lama kemudian, BRAKK!! Sebuah pintu kamar seperti dibanting. Semua terkaget dan saling bertatapan mata.

Perlahan-lahan Ibu PKK yaitu Bu Bibicriwis,Pak Akiasik dan istrinya melihat apa yang terjadi dengan pintu kamar.

Ternyata engsel pintunya rusak. Tapi ada yang aneh dan mengganjal dengan engsel itu.. Seperti dirusak dengan sengaja oleh benda tajam!! Apakah gerangan yang terjadi? Sementara itu, kedua anak itu digelayuti oleh bayangan hitam...

Tiba-tiba....

Bu PKK,Pak Akiasik dan istrinya terkejut dengan ketukan pintu Pak RT.Pak Rt yang Kebetulan melewati rumah Pak Akiasik." Ada Apa Ribut-Ribut?!".Sahut Pak RT.

Mereka serempak memandang ke arah pintu. "Lho, pak Dicky ya?? Maaf, kami sampai kaget pak!" canda pak Akiasik. "Oh, maaf kalau begitu pak Akiasik. Saya hanya sekedar mampir saja," jawab pak Dicky agak sungkan.

Setelah Kepulangan Pak Dicky......"Mengagetkan saja Pak Dicky!"Sahut Pak Akiasik.setelah itu Bu Bibicriwis,Pak Akiasik dan Istrinya pun duduk di ruang tamu Tidak lama kemudian Pak Akiasik Bertanya"Rumah Ini Dulunya dihuni oleh siapa Bu Bibicriwis?".

"Dulunya ini rumah dihuni oleh orang China yang nikah dengan orang Belanda. Dalam pembangunannya, rumah telah memakan banyak korban. Tukang ngecetnya mati karna meminum satu kaleng besar. Tukang kayunya mati karna kejatuhan balok kayu".

"Nah, yang jadi banyak pertanyaan penduduk sekitar rumah sini, mereka yang mati karena hal-hal aneh itu tak pernah menyadari perbuatannya. Jadi semacam kesurupan gitu, lho!" Bibicriwis mengakhiri ceritanya.

Semua diam tak bersuara setelah mendengar cerita bibi criwis. Mereka tak saling pandang...pandangan mereka kosong. Hanya terdengar suara pintu yang berderit.

Pak Akiasik segera berdiri dari duduknya. Ada perasaan takut menghinggapinya, namun rasa penasarannya membuatnya mencaritahu asal bunyi suara itu. "Pak, hati-hati!!" ucap istrinya.

"Tenang saja bu. Bapak berani ko. Bapak cuma mau ke toilet ko", sahut Pak Asiakik.

Hiiiii.... bibicriwis akhirnya tak tahan juga untuk tak tertawa. "Mungkin hanya kucing saja yang iseng mau numpang makan," ucap bibicriwis. Istri pak Akiasik yang mendengar canda itu bersama sang suami akhirnya ikut tertawa. Hari itu, suasan aman.

Awan telah terpindah ke ufuk barat, oleh tiupan angin dari timur. Mereka terpindah mengikuti laju matahari yang menghangatkan tiap gumpalannya.

Dan malam pun datang. Hari itu, pak Akiasik melakukan rutinitas seperti biasa. Mengimani sholat malam bersama istri dan putranya. Entahlah mengapa, tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mungkinkah karena ibadah ditegakkan di rumah angker itu??

Malam itu berlanjut sampai pagi tanpa kejadian aneh apapun.

Mungkin benar, itu karena Ibadah yang ditegakkan di Rumah nagker itu.

Keesokkan harinya, setelah sarapan pagi. Pak Akiasik tiba-tiba kedatangan tamu dari kantor pusat di Jakarta. Tamu itu ternyata bertugas menjemput pak Akiasik untuk mengikuti seminar selama satu bulan di Jakarta.

"Aaaaaaaaaaaaah.......", Pak Akiasik berteriak kegirangan tanpa kenal malu. Gayanya seperti bintang Rocker yang sedang beraksi di atas panggung. Dengan segera ia mengemasi barang-barang. Tak ketinggalan foto keluarg ia bawa sebagai obat rindu.

Istrinya tampak sedih bukan kepalang. Sementara, putranya Abieyukino tampak asyik bermain dengan pesawat terbang mainannya. "Pak, ibu takut ditinggal sendirian di rumah," ucap istrinya sedih. "Lho, kan ada Abieyukino yang menemani ibu," jawab pak Aki.

"Tapi ibu gak bisa tahan satu bulan gak belai Bapak. Kalo tiap akhir pekan pulang gimana pak?" Istri pak Akiasik memelas meminta belas kasihan sang suami.

"Aaahh sudahlah toh bu, jangan becanda. Malu tuh dilihat pak Hari. Sudah ya, kan hanya satu bulan bapak di Jakarta. Jaga baik-baik Abieyukino. Nanti kalau kangen, telepon bapak saja, ya...?" ucap pak Akiasik sambil mencium kening sang istri.

"Pak..", muka istri Pak Akiasik memerah. "Jangan disini bu, malu..", Pak akiasik yang paham kalo istrinya lagi minta dicium, segera membawa istrinya ke kamar.

Kemesraan pun berlanjut di kamar. Selang tak berapa lama, pak Akiasik keluar dari kamarnya. "Maaf lho pak Hari, jadi menunggu agak lama. Biasaa, menuntaskan kerinduan lebih dahulu," ucap pak Akiasik tersipu. "Yah, ya, saya paham kok pak!" jawab pak H.

"Gimana?? Bisa berangkat sekaran Pak Asik? Travel dan akomodasi sudah disiapkan. Bapak hanya perlu membawa pakaian saja.".

"Yups, saya sudah ready!!" jawab pak Akiasik tegas. "Bu, saya jalan ya...," pamit pak Akiasik. "Hati-hati ya pak...," jawab bu Akiasik. Mereka pun akhirnya meninggalkan rumah tepat setelah maghrib tiba. "Bu... bu...!" tiba-tiba Abieyukino berteriak.

"Kenapa, nak??", tanya ibunya.

"Itu...." Abieyukino menunjuk orang yang menjemput ayahnya.

"Eh, maksud Abie, itu....!!" Abieyukino menunjuk mainan pesawat terbangnya. Pesawat terbang itu seperti mengambang di udara. Istri pak Akiasik terperanjat kaget luar biasa. Wajar hal itu terjadi, karena pesawat mainan itu tidak ada remote kontrolnya.

"pasti pesawat mainan itu model terbaru buatan amerika" pak Akiasik berkata untuk menenangkan pikirannya. "mainan zaman sekarang memang bikin bingung karena makin canggih". pikirnya.

Lalu tiba2 mobil2an abie juga melaju kencang. "Kyaaaaaa!!!", abie terpekik kaget.

Istri Akiasik dan Abieyukino hanya bisa saling berpelukan menahan rasa takut atas peristiwa yang dialami oleh mereka. "Nggak papa Abie, tenang saja ya nak. Mari ikut ibu, kita pergi ke rumah bibicriwis untuk minta pertolongan!" bujuk istri Akiasik.

"laah bu, emangnya bibicriwis dukun?", kata Pak Akiasik.

Istri Akiasik berfikir sebentar lalu berkata"setidaknya dia mungkin bisa membantu kita memecahkan masalah ini karena dia sudah lama tinggal di desa ini". lalu cepat2 dia menarik tangan anak dan suaminya menjauh dari rumah itu.

Tapi saat istri pak Akiasik beserta Abieyukino hendak mencapai pintu, tiba-tiba pintu tertutup sendiri, BRAKK!!! Deg!! Jantung kedua orang itu pun berdetak semakin kencang. Abieyukino menangis histeris.

"Hwaaaaa.......".

"KYAAAAAA!!".

"Gimana ini Pak?", tanya istri pak Akiasik histeris.

"Sudah, tenanglah Abieyukino. Ada ibu di sini yang menemanimu," ucap ibu lembut. Tiba-tiba saja, Abieyukino terdiam dari tangisnya dan mendorong ibunya hingga jatuh. Mata Abieyukino menyala merah, tubuhnya dingin dan kaku. Lalu tertawa terbahak-bahak.

mereka pun perlahan membuka pintu rumah ..."kreeeeeeeek....." suara pintu yang menyeramkan.

Dan pintu pun tertutup kembali. "Ha..hahahaha...!!" sekali lagi, Abieyukino mendorong tubuh ibunya hingga tersungkur ke lantai. "Abie, ini ibu!! Apa yang kau lakukan pada ibumu ini??" tanya istri Akiasik gugup.

Abieyukino menatap tajam ke arah istri pak akiasik. Tangannya menyambar vas bunga di atas meja, dan berjalan ke arah istri pak akiasik.

Istri pak Akiasik yang menyadari anaknya telah kerasukan, segera saja berdiri dan menangkap tangan Abieyukino yang memegang vas bunga. Namun, ternyata tenaganya kalah jauh dengan putranya yang telah kerasukan mahluk halus itu.

"DHUUAR!!" Vas bunga yang Abieyukino pegang jatuh dari genggaman. Tangan kanannya segera mencekik leher istri pak akiasik. Tangan kirinya mengambil pecahan vas yang cukup besar.

Istri pak Akiasik dengan keras berusaha melepaskan diri. "Tidak dengan cara kekerasan!!" bisik istri pak Aki. Tiba-tiba istri pak Akiasik memejamkan mata. Ia berdoa dengan segala kekhusyukannya. Dan jatuhlah Abieyukino ke lantai, tak sadarkan diri.

Huff...untuk sementara istri pak akiasik dapat bernafas lega. Tapi ia tak sadar, kalau diluar telah gelap. Aura mistis telah menyelimuti rumah ini.

semakin lama aura gelap yang menyelimuti rumah ini membuat suhu di rumah ini terasa dingin. Pak Akiasik dan keluarganya menggigil kedinginan sehingga mereka saling berpelukan.

Abieyukino pun tersadar. "Mama.. tadi kenapa...?", tanyanya.

"Syukurlah Abieyukino. Kamu baik-baik saja kan, nak..?" ibu langsung memeluk anaknya dengan perasaan bahagia. "Ada apa, bu? Apa yang baru saja terjadi? Kenapa ada vas bunga yang pecah, bu...??" tanya Abieyukino penasaran.

"Tak ada apa-apa nak. Tadi hanya ada kucing Mak Imah yang masuk. Ayo, kita kedapur, ibu mau jak Abie minum jus baru buatan ibu." Istri Pak Akiasik segera menggendong Abieyukino ke dapur.

Segera setelah Abie menggenggam gelas jusnya, dia mulai berlaku aneh lagi. Matanya membulat nanar. Dia mendengus seperti babi ngepet.

Mulutnya meracau kalimat-kalimat yang tak jelas.

Tangannya mulai gemetaran tidak karuan. "Prang..!" gelas yang dipegangnya jatuh ke lantai. Ia mulai meronta-ronta. KEringatnya keluar banyak, tangannya menggenggam kuat.

"Pak!! Abieyukino kesurupan lagi nih!! Gimana dong? Apa kita bawa aja ke BIbicriwis?", kata istri pak Akiasik. "Iya bu, dibawa aja", jawab Pak Akiasik.

Deggg!!!! Hampir copot jantung istri Pak Akiasik ketika dia teringat bahwa suaminya tadi sore telah berangkat ke Jakarta selama sebulan sore tadi. Lantas, siapakah Pak Akiasik yg berdiri di sebelahnya ini?

Tiba-tiba....tubuh Pak Akiasik berubah menjadi sesosok mayat hidup....wajahnya telah berubah penuh darah dan belatung...

Spontan istri Pak Akiasik menjerit dengan sekuat tenaga. Dalam keadaan panik ia melihat sebuah pisau tergeletak di atas meja.

Langsung saja istri pak akiasik berjalan kearah pisau itu.

Bermaksud menusukkan pisau itu ke perut Pak Akiasik gadungan. Bu Akiasik sadar betul bahwa orang yang dihadapannya kini bukannlah suaminya, oleh karena itu ia dengan gemasnya menusuk perut sang gadungan sambil membaca BISMILLAHIROBBILALAMIN.

Pak Akiasik yang konon adalah jelmaan demit menyeringai, dari mulutnya mengeluarkan darah merah kehitaman ..berbau anyir menjijikkan. Demit itu hampir saja mencengkeram leher istri Pak Akiasik yang gemetar ketakutan...lalu Jleep...uuuphsst.

Sosok yang meniru Pak Akiasik itu menghindari tusukan Bu Akiasik dengan sigapnya. Di saat yang bersamaan, Bu Akiasik melihat celah untuk lari ke arah pintu keluar. Dia segera menggendong Abe dan lari...

Dengan nafas yang masih terengah-engah Bu Akiasik terduduk lemas di bawah sebuah pohon yang lumayan cukup jauh dari rumahnya. Sambil memangku Abe mulutnya komat kamit membaca ASTGFIRULLOH berkali-kali dan matamya terpejam, sehingga tanpa disadarinya.

Bu Akiasik kehilangan kesadarannya, alhasil Abel yang masih menggigil ketakutan menangis sekencang-kencangnya. Diapun menggucang-gungcankan tangan ibunda tercinta sambil meraung-raung...." ibu...hu hu hu Ibu hu hu hu bangun bu....Abe takut hu hu hu".

Untung pada saat itu lewat seorang yang dikenal Abe yaitu Pak RT. "Kenapa Abe menangis dan ibumu kok tertidur di sini?", tanya Pak RT. "Di rumah ada hantu seram yang mau membunuh, hantunya menjelma jadi bapak. Ibu pingsan kecapean berlari", sahut Abe.

Pak RT menghela nafas panjang sambil geleng-geleng kepala, " Astagfirllohhal adzim " gumamnya nyaris tak terdengar. Lalu dia berkata, " Abe...kamu jangan takut ya nak ! " sambil mencoba membangunkan Ibu Akiasik dengan mengambil minyak angin disakunya.

Sesaat kemudian Bu Akiasik pun sadar dan segera menceritakan semuanya dengan masih gemetaran. "Iya bu, saya juga minta maaf karena tidak bilang. Rumah itu memang angker dari dulu.

Dengan kesadaran yang masih belum begitu pulih akhirnya Bu Akiasik berkata, " Pak RT saya mesti bagaimana, saya takut berada di rumah itu...bapak tau sendiri kan klo suami saya sudah tiada ". akhirnya meledak juga tanggis perempuan setengah baya itu.

"Lho...lho...bu... jangan menangis toh. Kok jadi begini. Tenang bu, Pak Akiasik kan cuma bertugas selama 1 bulan. Kalo ibu mau, ibu bisa tinggal di rumah saya. Nanti ibu tidur bersama istri saya di kamar, saya di ruang tamu. Bagaimana?" kata Pak RT.

"Jangan merepotkan Pak RT dech tapi kalo ada kamar kosong biar pun itu gudang tidak masalah, yang penting saya tidur dengan Abe saja. Masa Pak RT dan Bu RT tidurnya pisah-pisah, saya kan jadi ga enak", kata Bu Akiasik dengan senyum memelas.

"Gleg... bukankah dulu pernah ada kasus di gudang rumahku itu. Misteri yang tidak pernah terpecahkan di malam jumat kliwon itu." bisik Pak RT dalam hati sambil bergidik. "Ya bolehlah, kalo ibu memang mau." kata Pak RT membulatkan tekad.

Maka berangkatlah ketiga orang itu menuju rumah Pak RT...tepat saat dikumandangkan Adzan Maghrib. Memasuki halaman rumah Pak RT yang luas dengan hamparan Pepohonan di kanan kiri membuat hati Bu Akiasik begidik seolah ada hawa dingin di Tengkuknya....

"Aduh.kenapa tengkukku merinding gini ya."ujar Bu akiasik dalam hati.Dia melihat sekeliling kok sepi...padahal tadi masih ada orang."Mending aku kembali ke rumah aja deh," ucapnya sambil lari....Kriett..."HUwaaaa......" teriaknya dari dalam rumah..

***

Sepuluh tahun berlalu lagi. Suatu pagi, suasana rumah kontrakan itu tetap sama. Namun ada sedikit kejanggalan yang terjadi lagi pada rumah itu. Pada jam-jam tertentu, sering terdengar lonceng berdentang keras memekakkan telinga.

Entah dari mana asal bunyi lonceng itu, yang jelas disekitar wilayah rumah kontrakan hingga radius 2 km tidak ada yang memiliki lonceng.

Pak Akiasik yang hari itu memang sedang mengambil cuti terlihat sedang asik menyirami tanaman di depan rumahnya. Dia terlihat sangat riang sambil bersiul-siul. Apakah gerangan yang terjadi?

Diam-diam ternyata Pak Akiasik semalam bertemu dengan sesosok gadis berambut panjang beraroma bungga melati dan bergaun putih berenda di belahan dadanya. Tepatnya di kebun halaman sebelah kiri dekat pohon beringin yang rindang. Rupanya gadis itu ..

adalah Ratna, istri Galih, uang 15 tahun lalu tinggal di rumah kontrakan itu.

Entah aji2 apa yang dilancarkan oleh Ratna kepada Pak Akiasik. Namun, sejak pertemuan itu wajah Ratna selalu terbayang2 di benak Pak Akiasik. Pak Akiasik tidak menyadari bahwa sosok yang dilihatnya itu adalah mahkluk gaib.

Terkadang Pak Akiasik merasa menjadi muda kembali. Ratna mengalirkan darah-darah yang telah beku dalam tubuhnya.

"Pak... pak..." terdengar suara Bu Akiasik memanggil dari dalam rumah. "Apa sih bu...?" teriak Pak Akiasik tanpa menoleh. "Mengganggu lamunan orang saja..." gerutunya lagi.

"Ini loh. Ada uang di meja makan. Uang Bapak bukan?".

"Aduh, uang saja kok ribut sih, Bu? Memangnya berapa jumlahnya?" tanya Pak Akiasik acuh tak acuh. "Banyak Pak, ada sekitar 500 ribu ini." kata Bu Akiasik.

"ah 500 ribu doang" uang segitu ga berasa buat bapak yang baru aja kemaren dipromosikan menjadi direktur pertamina. "nih papa kasih 2 juta mama abisin ke mall" Ketika istrinya pergi ke mall. Pak akiasik mengambil sabun sambil membayangkan Ratna.

Tapi setelah beberapa saat berada di dalam kamar mandi, Pak Akiasik tiba-tiba merasa merinding. Dia merasa ada yg sedang mengawasinya. "Hmm... aneh juga ya tiba2 bisa ada uang di meja..." pikirnya.

tiba tiba. ratna sudah berada di belakang pak akasik dengan badan bolong berdarah darah melayang dan menggenakan gaun berwarna putih "pak akasik... itu duit saya buar bayar kontrakan kok diambil.. hihihihihihi".

Sontak saja Pak Akiasik kaget. Lalu pingsan....

Bangun pak bangun," ucap Rindy, anak wanita paling tua pak akasik. "Bapak kenapa to pingsan di kamar mandi ga pake celana". Ternyata Seketika bangun pak akasik sudah berada di kamar tidurnya.

" Masak ? " Pak Akiasik memekik sambil mencoba mengingat kembali memory ketika di kamar...wui iya ya kan kemarin ketemu ma Ratna hehee" Pak Akiasik tanpa sadar senyum-senyum. Rindy kesal , " Bapak gimana se uda ga pakai celana bukannya malu malah ..

O my god.

Pak Akiasik segera tersadar dari pengaruh Ratna dan mencari apapun juga untuk menutupi kemaluannya. Dia menyuruh anaknya keluar dulu. Sayang, di kamar mandi itu hanya ada rok Bu Akiasik, istrinya. "Bagaimana ini?" pikirnya.

Tanpa pikir panjang Pak Akiasik menyabet Rok daster punya istrinya...." hem lumayan buat nutup sementara ". Pak Akiasik sedikit gusar dengan penampilan barunya yang mendadak seperti Bencong kesiangan. Ratnapun cuma nyengir kuda melihatnya.

Pak Akiasik segera menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Tapi Ratna telah merusak kunci pintu kamarnya sehingga dia tidak bisa masuk. "Aduh gimana ini. Rindy, di kamarmu ada baju bapak?". Rindy menjawab, "Tidak ada pak, hanya ada baju cewek.".

Lalu pak Akiasik masih mencoba membuka pintu kamar dengan menggedor pintu dengan kedua tangannya.

Tetapi pintu itu tidak bisa terbuka, bergerak pun tidak. Seakan-akan ada batu besar atau raksasa di belakangnya yang menahan pintu itu. Pak Akiasik pun semakin bingung dan jengkel.

Sia-sia Pak akiasik mencoba tetap saja pintu belum terbuka. Diapun duduk lemas didepan pintu itu. " huu sial...sial...sial.

Pak Akiasik menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu. dan,"Ha, ketemu juga ini linggis. Rin, kamu mundur dulu, bapak mau membuka pintu. 1...2...3!!.". GUBRAAKKK!!!

Linggis itu patah!!!

"Apa! Patah??? Gila, kuat sekali pintu itu." heran Pak Akiasik.

Pak Akiasik segera mengambil pukul besi, tang, obeng, dan apa pun yang bisa diambilnya untuk merusakkan pintu itu. Tapi anehnya, pintu itu tak bergeming sama sekali.

Saat mereka membalikkan badan dan bosan ingin pergi,tiba2 pintu tadi jatuh menimpa mereka.Seharusnya mreka tak menjebol paksa pintu itu.Mereka begini karena engselnya copot dan pintunya ambruk.Rasakan.........

Slam knal cerpenx bguz jga!

Mereka pun pingsan selama beberapa jam. Dan ketika tersadar mereka melihat sesuatu yang sangat menyeramkan di depan mereka.

"TIDAAAAAAAAAAKKKKK MUNGKIIIINNN,TUHAAAAANNNN"Jerit serentak mereka bersama2,meski suara mereka cempreng semua.

Teryata itu adalah BU Akiasih yang sedang memakai masker. Pak Akiasih dan Ratnapun bernafas lega.

"Hosh...hoshh..hosh.."Nafas mereka semrawud tak karuan karena kaget luar biasa.Tapi,mereka berdua kembali berteriak saat melihat sosok hitam,besar dan jelek yang berdiri di belakang Bu Akiasih."AAAAAAArrrrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhhhh..........".

ini ceritanya bikin males...

iya, benar...


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.