Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Naluri Senja

Romans

Sudah tak terhitung jumlahnya, setiap temaram menjemput malam kau berdiri mematung memandang binar senja. Apa kau tunggu? Dia takkan pulang. Tapi kau begitu setia menunggunya. Bukankah kematian adalah teman paling setia, melebihi apapun..

hanya bayangan merah itu, matahari yang seakan menunduk bersedih melihatmu selalu termenung di ujung pelabuhan itu.

Jangan kau ingkari takdir yang tak akan pernah kau pahami, sedikit pergolakan dalam keheningan akan membawanya pada kepedihan. Apalagi yang akan dikatakan bila mulut sudah tak lagi berlidah? Kesunyian dalam tangis adalah sebuah jawaban.

matamu menyipit. gurat-gurat yang tertoreh oleh waktu semakin jelas terlihat di sudut-sudut matamu. sekian tahun telah lewat, dan apakah hanya dia yang masih membekas dihatimu? percayalah, dia takkan pulang..

Namun berlaksa senja seolah tak mampu mengajakmu keluar dari penantian. Burung-burung yang beterbangan pulang ke sarangnya hanya bisa menatapmu iba.

Hempasan jiwa yang terus tergores tak dapat menahan kepedihan. Teriakan dalam kesunyian tak lagi berarti teriring langkah yang tak bertuan. Siapa dia? Apakah dia dan Mengapa dia? Sejuta pertanyaan dalam angan bukanlah kebenaran.

Bagai induk punguk merindukan bulan! Tak cukupkah waktu yang telah kautelan bulat-bulat demi kedatangannya? Tak pernahkah kau menyadari kenyataan tak selalu sama dengan khayalan? Apa lagi? Apa lagi yang kau tunggu?! Apa?!

Teringat untaian melodi yang semakin jenuh dalam benak, layaknya labirin yang tak pernah ternoda dalam kecemasan. Siapa dia? Penantian dan pengharapan berdesir dan berseru dalam kenistaan. Kenyataan yang kosong hanya terbesit lantunan keraguan.

dengarkanlah suara itu! dengarlah! suara merdu melalui lautan keheningan, memanggilmu pulang.....

suara yang berkelana mencari dalam hati, tersambut pencarian dalam kebohongan batin. Arti hidup terus berlari tanpa menoleh, meninggalkan segala kecintaan pada kisah. Pencapaian yang tertunda atau pergolakan tanpa akhir? temukanlah jawaban itu..

jawabaaaaan... dimanakah kamu? apa kabarnyaaa.. pujaan hatiku...???

Akhirnya kutemukan pujaan hatiku. Ya, dia ada di balik awan. Aku melihatnya dibalik hujan. Ternyata dia telah menjadi hujan. Entah tersebar kemana dia.

Hujan mulai menitik menjatuhi dirimu yang dicekam kerinduan. Setitik demi setitik menjadi hujan deras dan kau masih belum beranjak dari situ...

air pun turun ke bumi, aku percaya kau akan menjelma menjadi kelopak bunga yang cantik, sekarang biarkan aku melangkah dan memulai, kutanam dan kupupuk kuncup mu, bukan waktunya ku termenung kembali.

Sekarang kau tumbuh di halaman depan rumahku. Sungguh indah rupamu.

Kecamuk datang beriring awan senja. Camar meracau memekik diantara hening dan kepingan kenangan. Aku terkurung dalam kubangan kenangan bersama bayangmu.

Sulit kulukiskan pedih di hatiku. Sayatan pena darimu kasih, meninggalkan goresan tajam di jantungku. Dan kini jiwaku berkalang kabut. Gelap, hampa, dan dingin tanpa belaianmu.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.