Humor
Pagi itu entah kenapa tenggorokanku terasa sangat gatal dan perih. Awalnya hal itu kubiarkan saja karena aku masih malas untuk bangun dari tempat tidur.
Sampai akhirnya rasa gatal dan perih itu seperti hendak memotong leherku. Sakit sekali. Maka aku bgangkit dan....
meminum obat.
Sayangnya yang ada hanya obat batuk anak-anak rasa strawberry, yang jelas ga manjur buatku. Tapi tak apalah...
karena obat batuk anak-anak jadi nggak mantap.
seengak-enggaknya dah berusaha bwt sembuh dari ini penyakit...
Tapi, tidak lama kemudian, tenggorokan ini rasanya perih sekali...
kayaknya ga manjur deh. malah tambah sakit. wah, payah nih. Akhirnya aku bangkit dan minum 2 tutup sekaligus.
Tapi ternyata 2 tutup tidak memberikan efek yang signifikan hingga akhirnya satu botol obat batuk kutegak habis seperti minum soda.
br agak terasa segar di tenggorakan q tambahkan sedikit es batu.
tapi sepertinya ga ada efeknya juga. jadi aku pergi ke apotik terdekat dan membeli obat merek sama dengan rasa madu, jeruk, tutti-fruti, lechi, dan melon. aku sudah coba yang strawberry soalnya.
satu persatu dimasukan dalam plastik es dan di ikat dengan karet diujungnya oleh pegawai apotek sambil menjelaskan aturan pemakaiannya.
sebelum selesai, dengan ngebut aku mengambilnya langsung kuminum saja semua obat itu.
sssllrrp.... gleekk... ahh.... sssllrpp... glekk.... ahh.... kuhisap semua sampai obat batuk di lima botol itu habis. sampai dirumah....
Penglihatanku berkunang-kunang. Aku ambruk di depan pintu.
... dan aku juga merasa melayang-layang...
Dalam kondisi trance aku bertemu dengan...
seorang dokter.
wajah dokter itu tak asing bagi ku... memori pikiranku berlahan-lahan membuka file yg tersimpan...
tapi karena saking nggak enak tubuhku batuk batuk, maka aku mengira dokter itu obat batuk.
jadi, kudekati dokter itu dan kulepas kepalanya.
karena ga mau lepas juga, jadi kupotong saja pake pisau dapur.
ternyata saat aku sadar dokter itu masih hidup dan hanya ada botol obat batuk besar di sebelahnya.
obat batuk besar yang ada di sebelah dokter ternyata adalah seorang suster perawat.
Dan suster perawatnya terlihat sangat cantik pula.
gechroddd.....sayang aku keburu melepaskan tutup botol obat batuk besar itu alias kepalanya si suster......
ahh, tak apalah! yang aku inginkan dari suster itu adalah...
Memasang kembali kepalanya, karena terlihat sangat menyeramkan sekali. Namun setelah berulang kali kucoba dan tetap tidak bisa, aku mulai merasa pening kembali dan mendapati diriku masih berada di depan pagar rumahku.
Dan anehnya tubuh suster dan kepalanya yang lepas ada disebelahku. Tiba-tiba ada satpam lewat, buru2 kutarik suster itu kedalam rumah.
Panik melanda diriku. Tubuh suster yang tergeletak tak bernyawa itu kupandangi. "Apa yang telah kulakukan???. Ada apa ini sebenarnya???". Suaraku terbata namun tertahan karena tiba2 ku mendengar ketukan kecil di pintu depanku.
Jantungku melorot ke dengkul mendengarnya. Kupandang sekali lagi kepala yang lepas itu, dan aku mendapat ide!
Aku mengambil lem, solder, dan peralatan lain yang aku butuhkan.
Sebelum diperbaiki, kucemplungkan tubuh itu sekaligus kepalanya ke kolam ikan untuk membersihkan darahnya.\.
Setelah ku membersihkannya langkah selanjutnya adalah mengeringkannya dbawah sinar matahari tp jangan lama lama nanti keburu matang.
Menunggu mayatnya kering, aku membetulkan mesin jahit kuno warisan ibuku. Siapa tahu bisa dipakai.
mesin jahit itu nantinya akan aku gunakan untuk membuat bungkus mayatnya itu.
Tapi aku dapat ide (gila) lagi. Bagaimana setelah kering kujadikan hiasan dinding saja suster itu? Pasti sensasional!!
tp masak hiasan dinding mayat sih???apa gak pada ketakutan smua tu orang yang mau betamu.???pikirku lagi..
apa aku potong2 trus ku bagikan kepada orang yang tidak mampu?
Aku mikir-mikir lagi. Apa mereka mau menerimanya??
Tapi aku ingat satu nasihat, manusia terkadang lebih kejam daripada setan. Mungkin saja mereka mau menerimanya jika sedang kelaparan yang amat sangat.
Jadi berangkatlah aku ke Afrika, tempat dimana orang-orang yang sangat kelaparan berkoloni. Sekalian kubawa mayat itu agar bisa menyanyikan lagu "Potong Mayatnya" seperti di pesta ulang tahun bareng mereka.
agar lebih menarik untuk dmakan maka potongan mayat tadi di olesin mentega dan krim coklat.
.....dan kutambahi juga dengan serpihan coklat. Mayat kukemasi baik-baik didalam koper dan kupesan tiket pesawat menuju Afrika.
sementara batukku semakin parah...akupun semakin kalap.tak lama kemudian petugas pengantar tiket pesawat datang membawa tiket dan aku sudah tidak sabar untuk membunuhnya jg...
Sayang sekali aku ingat pisau favoritku disita waktu pemeriksaan tadi. Jadi kuambil tong sampah dan kugebuk keras-keras kepalanya.
kepalanya pecah...akupun riang karena dapat mainan baru yaitu puzle merangkai kepala."hore dapat mainan baru".teriakku..
"tapi kalau dibawa semua... susah. koperku ga cukup lagi.." pikirku. "Lebih baik kubawa saja kepalanya, tubuhnya biarin disini." maka aku pergi ke warung terdekat dan meminjam pisau.
setelah pisau ku dapat mulailah ku mutilasi badannya.kepalanya aku potong dan tubuhnya aku taruh kulkas.
"nah sekarang aku harus mencari obat batuk..."pikirku. Ketika itu aku sudah sakau karena lama tidak minum obat batuk.
Ternyata warung tersebut tidak menyediakan obat batuk. Aku semakin kalap dan marah, hasrat ingin membunuhku tak lagi dapat kutahan.
saat aku lompat ke dia, aku langsung jatuh pingsan dan berada di tempat tidur bersama dokter,suster,orang apotek, dan petugas piket yang hidup.
"Apakah tadi semua hanya mimpi yang amat sangat menyeramkan???". Aku bertanya2 dalam hati dengan penuh kebimbangan.
Untuk memastikan apakah aku bermimpi atau tidak, kutinju mukaku keras-keras.
saking kerasnya tulang hidungku sampe patah.
Akupun dirawat inap di rumah sakit itu karena sakit batukku yang parah plus hidungku yang patah. Bulan berikutnya, ketika aku sudah sembuh, dokter menyodorkan tagihan. Entah kenapa hasrat membunuhku bangkit lagi melihat biaya yang harus kubayarkan.
Aku dengan heran menyadari bahwa sebuah pisau sudah ada di tanganku. Entah apa yang terjadi, kini setiap aku mau membunuh selalu ada pisau muncul di tanganku...
Apakah ini pisau sakti???apa gara gara pisau ini aku menjadi hobi membunuh???
Tiba-tiba suatu kesadaran menggetok kepalaku, merasuki hatiku. Barangkali aku harus membuang - meniadakan, menghancurkan, melenyapkan atau apapun - pisau ini agar aku tak menumpuk dosa lebih banyak lagi.
Akupun bergegas ketempat sampah terdekat untuk membuang pisau sialan ini...aku kembali pulang kerumah ku dan tiba-tiba pisau itu sudah ada lagi di dapur..tidak mudah membuang pisau ini...akupun bingung harus bagaimana...
Barangkali seperti di film "God Must Be Crazy", aku harus membuang benda sakti pembawa sial itu di ujung dunia..
Mulailah petualanganku menuju kawah gunung mordor yang terletak diujung dunia.hanya dengan memasukkan ke kawah gunung mordor pisau sakti ini dapat hancur.
Aku berkemas, lalu mulai berjalan ke arah barat. terus... terus.... tapi rasanya tak akan sampai.
Aku mampir dulu di sebuah warteg seraya minum es teh dan melepas lelahku.
Aku pun bertanya kepada penjaga warteg. "Mbak, ujung dunia masih jauh ga dari sini?".
"Dunia lainkah?". Jawab penjaga warteg tersebut asal2an yang membuatku naik pitam lagi.
Gelap mata dan gelap hati, kuambil pisau sakti yang tadinya ingin kuhancurkan. Segera kuhunuskan pisau itu ke penjaga warteg.
Namun penjaga warteg tersebut dengan mudahnya berkelit dan diiringi dengan tatapan matanya yang serius nan aneh hingga membuatku bertanya2.
"Siapa dia? Mau apa dia?".
Aku mundur sejenak dan mengambil kuda2. Tiba2 penjaga warteg tersebut...
menampakkan wujud aslinya. "TIDDDAAAAAKKKKKK!!!" Ternyata ia adalah suster itu!!! Yang telah kubunuh. "Tunggu, kalau ia sudah kubunuh, berarti ia sudah mati?? Berarti yang di hadapanku ini ......
... sebenarnya hanyalah...
Kembarannya suster itu...
tapi mungkin juga...
Dengan rasa takut akhirnya aku ayun-ayunkan pisau di genggamanku... "wuss...wusss...wuss...bet...clep....croood...!!!" tanpa sengaja pisau itu malah menancap di dada kiriku...tepat di jantungku...darah menyembur dan akupun roboh...
Haaahhhh!!! Tiba-tiba aku terbangun dari mimpiku. Sebentar, ini sudah bangun atau masih mimpi?? Aku mencari totumku....
"aneh bener mimpiku ini??!!..kalo aku mati.siapa dunk yang jadi lakon dalam cerita ini??..aah,gak mungkin aku mati"pikirku lagi...
Jadi kuperiksa dadaku baik-baik. Tak ada luka. Jantungku pun masih bertetak. Jadi aku masih hidup, untunglah. Tapi aku jadi kaget sekaligus takut setengah mati ketika kulihat pisau sialan itu masih ada di tanganku.... HOW COULD THIS BE?!
Tunggu... Rupanya pisau itu dilem ke tanganku. "Siapa yang iseng ngelem pisau ke tangan gue oyyyyy????".
bahkan selain di lem...ternyata pisau itu dijahit menjadi satu dengan telapak tanganku...diberi rantai dengan gembok kombinasi 9 digit....aku pun teriak lagi "HOIIII....sapa yang tau kombinasi gemboknya...???".
waduh-waduh...kok jadi begini ya???trus gmn dong ni???
Siyall!! Ga ada orang yg jawab lagi. Mau gak mau, aku harus ke tukang patri. Pisau siyalan ini harus segera lepas dari tanganku.
SESAMPAINYA DI TUKANG PATRI...
masih antri ternyata...
Aku mengacungkan pisauku dan seketika barisan itu langsung bubar.
"Benar-benar sakti...." ringisku dalam hati.
sampai di depan meja sang Tukang Patri...ehh...ternyata dia juga ikutan kabur...ak diam termangu sendiri di tempat itu...
ada sedikit perasaan menyesal menghinggapiku.
Aku tidak hilang akal. Aku ambil alat patrinya...
tanpa bantuan Tukang Patri,, aku bisa leluasa tanpa perlu ngantri untuk mendapatkan ini...
tapi bagaimana cara menggunakannya? aku tidak tahu...
kutaruh lagi alat-alat patri tersebut...
lalu aku bingung apa yang harus kulakukan... aku merasa sepi, dan sendiri aku benci. apa aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?
Untuk kemudian menemui Sponge Bob,Squid Ward,Pattrick,dan Mr.Krabb di Crusty Crabb...
aaaaahhhh....gw bingungggg....
kalo bingung bajunya dibalik...
kata siapa obat bingung seperti itu?
(fokus dong!) Aku sampai di pinggir pantai dengan kepala pusing tujuh keliling memikirkan cara membuang pisau jahanam ini. TRING! sebuah ida melintas di kepalaku. Musnahkah pisau ini kalau kubuang ke dasar laut?
ya sudah musnah g' musnah yang penting pisau ini harusku buang terlebih dahulu.
sebelumnya aku harus menyewa kapal untuk sampai ke tengah laut..akupun mencari kapal yang bisa di sewa sampai ku menemukan sebuah kapal...
tapi kapal itu terlalu mahal untuk ku sewa.
Akhirnya aku memutuskan untuk ikut numpang saja kapal nelayan yang bakal melaut nanti malam.
Tepat jam 9 nelayan pergi melaut, akupun menghampiri salah satu dari mereka untuk minta tumpangan...
namun salah satu dari pelayan itu menolak dengan alasan yang tidak jelas..aku jadi marah karena itu..rasa ingin membunuh seketika muncul..
CRUOBBBB....pisau itu tepat menancap di ubun-ubun sang nelayan....kambuhlah naluri membunuhku...
tidak ada sedikitpun rasa takut menghantuiku, padahal darah bercucuran dari ubun-ubun nelayan itu.
"BWAHUAHUAHUAHUAHUAHA....." tawa histeris yang keji terlepas begitu saja dari mulutku.
Akupun langsung lari ke wc takut ngelihat film hawa membunuh ( ternyata semua itu film) sambil batuk-batuk.
akhirnya ku matikan saja tivinya.
Anehnya setiap aku matikan tivi itu menyala dengan sendiri...begitu terjadi berulang-ulang kali...begitu batas kesabaranku habis langsung kubanting tivi itu,kuinjak-injak,kucacah-cacah pake parang...
"Huh!" aku mendengus kesal lalu berjalan keluar untuk menaruh parang di gudang. Saat aku kembali, aku terkejut setengah mati melihat tivi itu masih utuh seperti baru, dan sebuah pisau berkilatan di atasnya.
itu tivikan dulu hadiah waktu beli Obat batuk... kok bisa begitu tahan banting, biasanyakan hadiah-hadiah seperti itu cepat rusak *akupun makin heran*.
ku mulai takut dengan tivi ini,jangan-jangan tivi ini sama terkutuknya dengan pisau itu..
yang ada di dalam film yang barusan ku tonton tadi. dan sekarang pisau itu berada persis diatas tivi... akupun mulai mendekat.
mendekat lagi dan lagi sampai jarak wajahku dengan tivi itu cuman berjarak 1cm.lalu ku nyalakan lagi tivinya karena ingin tau.
kuambil pisau yang diatasnya. ting, sinar di ujung pisau itu memamerkan kilatannya.
ku elus elus pisau yang berkilatan itu...
setelah ku elus-elus ada sesuatu yang keluar dari pisau tersebut. aku terkaget-kaget hingga tubuhku mundur terpelanting sampai dinding gudang yang berdemu..
"Tuan," kata asap yang berbentuk orang bersorban itu, "jika ada yang tuan inginkan, sebut saja tiga kali namaku," dan asap itu kembali masuk ke ujung pisau.
hey,,hey,, aku memanggil sambil melambai-lambaikan tanganku...tapi sayang, asap yang keburu hilang.. padahal aku pengen tau nama yang harus kusebut itu apa.. :(.
Lalu kucoba lagi mengelus elus pisau itu lg.sapa tau jinnya keluar lagi.dan ternyata....
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
Aldhafera: Mari kita ngawurken cerpen ini.
NaN: perintah empunya cerpen adalah hukum!
Aldhafera: Laksanaken
Aldhafera: Kok jadi serem gini.
NaN: perintah: ngawurkan cerpennya!
NaN: kan ceritanya si tokoh lagi ngawur karena overdosis obat batuk
Aldhafera: Hehehe. Oke lanjot.
EquatorWolf: gara2 gw jadi serem nih cerita......
Aldhafera: Gak apa2. Bebas.
NaN: perintah terlaksanakan. cerpen sudah ngawur!
Aldhafera: Haha. Kalo disuruh ngawur paling pinter ^^
Ezra A B: ini mah horor
EquatorWolf: Huror, humor-horor^^
EquatorWolf: Huror, humor-horor^^
NaN: tepat!
mantri chandra: iki humor opo horor...?? thik mbingungi...
CUY: bingung mode on..nyampe mana ni crita ya?posisi "aku" skrng lg dmana?dRS or drumah ya?
NaN: ide, ide! maksudnya itu ide!