Humor
di malam yang cerah, terlihat seseorang yang menggynakan sarung dengan lilitan ala ninja mengintip kanan kiri melihat keadaan.
Dengan perlahan-lahan orang berpakaian ninja itu pun melangkahkan kakinya mendekati sebuah kandang ayam. Tiba-tiba saja, jreettt! "Apa ini ya?? Alamaaak, kakiku menginjak sesuatu..! Kok rada-rada bau ya...?" pekik orang itu dalam hati.
Apaan ya?? tahi kali...tp coba ku pegang dulu...sreet..sreet...tuhhh kan benar....tahi...tapi ya sudahlah, ada tugas utama yg harus dilakukan..sambil kembali berjalan berjingkrak2..
Tak berapa lama tiba-tiba, "siapa itu di sana?!" tanya orang itu dari kejauhan. "Kucing...", sahut pak Bagus sambil bersembunyi di balik kandang ayam. "Gile bener ya, kucing sekarang bisa nyahut!" kata orang itu kepada temannya sambil berlalu.
"Dasar tukang ronda bego', masa maling ayam keren kayak gw dikira kucing", gerutu pak bagus dalam hati.
Akhirnya kuteruskan misiku. "Huh! Akhirnya pengganggu itu pun sudah lenyap! Mengganggu saja!" gerutuku dalam hati. Dengan berjinjit pelan kudekati kandang pak Bandrun. "Nah ini pintunya, akhirnya kutemukan juga!" bisikku girang. Namun, tiba-tiba...
Langit terbelah, gunung-gunung meletus, bumi berguncang, hutan-hutan terbakar, laut dan samudera bergelora. apakah sebenarnya yang sedang terjadi??
Oooooh ternyata, aku tertidur. Rupanya bau kotoran ayam tadi membiusku. "Ya ampunnnn, apes men toh diriku ini, bagaimana mungkin diriku bisa tertidur di atas kotoran ayam-ayam ini??" gerutuku kesal.
Lalu Pak Bagus melanjutkan misinya, yaitu....
Mengambil ayam milik salah satu penghuni desa tetangganya. Perlahan-lahan ia berjinjit mencari ayam-ayam itu. "Kok yo gelap men toh.. Waduhhh, ngopo lampu sentere pakai mati. Halaaah, kok yo suara ayamnya tidak kedengaran!" Gerutunya kesal.
Tiba-tiba terdengar suara keras. "Gedubrak! Breeeeeeng!!!" Pak Bagus kaget bukan kepalang.
Seketika tanpa dia sadari, kakinya meloncat, memeluk sesuatu, hangat melunakkan jantungnya yang sempat berdegub kencang. Namun, saat kepalanya menoleh, "masya Allah..siapa kamu!" tanya pak Agus kaget. "Lah, loe sendiri siapa?" tanya orang itu kembali.
"Saya Agus. ketua RT disini. anda siapa? kenapa pakai pakaian ninja seperti itu?" tanya pak Agus.
"Ma...maaf pak Agus. Saya Heru", jawab pak Bagus menyamarkan namanya. "Saya sedang mencari ayam saya. Kata tetangga saya, ayam saya tadi berkeliaran kesini. Kebetulan ayam saya jantan dan ayam pemilik kandang ini betina", kata pak Bagus cepat.
Padahal ayam banyak di supermarket, ngapain cari dikandang,,
"Hmmm, begitu...", sahut orang itu terdengar dengan nada gugup. "Bapak sendiri siapa?? Apakah pemilik kandang ayam ini? Maaf lho pak, saya masuk tanpa ijin...", kata pak Bagus berusaha mengalihkan perhatian.
"Bukan sih, tapi saya tebak, anda pasti maling ayam!" kata pak Agus. Hati pak Bagus berdebar-debar, namun pak Agus melanjutkan, "Mau kerja sama dengan saya?".
memang kerja sama bgm Pak?
"Begini, saya bisa saja berteriak 'Maling!' sekarang juga agar orang sekampung tahu dan... kita sama sama tahu bahwa Anda tidak mau hal itu terjadi. Intinya, saya bisa membebaskan Anda dari nasib naas tersebut, tapi...", bisik pak Agus.
"berikan ayam itu pada saya, soalnya istri saya ngidam ayam betina hitam",
Pak Bagus berfikir sejenak (???)..trus tanpa tedeng aling2 dia berkata "oke, setuju deh Pak, tapi waktu makannya saya ikutan ya?? itung2 sekalian makan malam nih..
"Boleh..boleh... Tapi maaf, nanti yang cuci piring juga bapak ya? Kebetulan, istri saya itu agak unik. Setiap selesai makan, dia selalu minta ditemani dan minta piringnya dicucikan oleh orang lain. Bagaimana, deal?" tanya pak Agus tegas.
"Apa?!?! Bapak hendak melecehkan saya? Kalau bapak mau ayam ini, nih, ambil! Silahkan! Tapi saya tidak sudi mencuci piring! Saya pencuri, Pak! Bukan pencuci!!", teriak pak Bagus dengan marah.
"Apa?? kamu mau melawan saya ya" kata pak Agus lagi, "uda tau kamu pencuri masih aja ngeyel, apa mau saya laporkan sekarang juga ke warga hah??".
"Baik pak, saya bersedia. Tapi saya punya satu syarat!" sahut pak Bagus dengan suara ditinggikan. "Ssstt, jangan kencang-kencang. Bapak ini kan maling, apa mau ketahuan orang desa?" omel pak Agus pelan.
"Jadi, apa syaratnya, Pak?", bisik pak Agus di telinga pak Bagus.
"Bapak harus bantu saya memijat punggung saya. Tidak tahu kenapa ya, tiap habis berbenah pasti punggung saya pegal-pegal semua nih...", bisik pak Bagus menerangkan.
"Selama saya bisa selamat dari gebukan massa, saya bersedia memijit punggung bapak.. tapi ada satu syarat jg pak..".
"syarat apa pak?".
"Bantu saya membawa ayam-ayam ini ke truk saya. Itu tuh, yang saya parkir di depan jalan buntu sana. Ayo cepat, nanti keburu pagi. Istri saya bisa marah besar nih!" sahut pak Agus menimpali.
"Ooh. oke oke. tapi saya dapat bagian kan pak?".
"Sudah..., tenang saja. Nanti kita bicarakan setelah kita keluar dari tempat ini", sahut pak Agus tergesa-gesa sambil membawa sebagian ayam-ayam yang sudah diikatnya ke truknya.
Tapi tiba-tiba kaki Pak Agus tersandung batu, "Gedebukkk" suara tubuh gendut bertemu tanah, maka kocar-kacirlah ayam yg dipegang Pak Agus.."Kotekkk...Kotek...Kotekk". Kukuruyuukkkkkk!!! malah ada ayam yg berkokok, padahalkan msh malam..
"Waduuuh, gimana ini..??" ucap pak Bagus bingung. "Halah, sampeyan ki yo piye toh pak...!!" omel pak Agus sambil lari terbirit-birit meninggalkan pak Bagus yang masih tertelungkup di atas tanah.
terlalu gelap, ayam-ayam itu akan sulit ditangkap.
kikikikikikikikikikikikikikikik....
"Nah lho?? Apa lagi itu!! Kok bulu tengkukku jadi berdiri semua begini ya??" bisik hati pak Bagus.
"Kok berubah jadi serem begini sih!!"pikir pak Bagus..kan niatnya mau maling ayam doang...masak harus ketemu makhluk halus???
Pak Bagus berusaha mengangkat kedua tangannya untuk bersiap-siap berdiri, namun ternyata, di depannya berdiri sesosok mahluk putih terikat dari ujung kaki. Pak Bagus mencoba memandanginya dari ujung kaki ke atas, ternyata....
"Po..po..po...coooong!!!!!!! teriak Pak Bagus dan langsung ambil langkah seribu.."dubrakkk!!" dia nabrak pagar, tp Pak Bagus ga peduli, larinya malah dipercepat, pekatnya malam diterabas dan "byuurrrrr!!" Pak Bagus nyemplung ke kali...
"Asem ki!!" Omel pak Bagus. "Dingin-dingin begini, masuk air!" keluhnya lagi. Tiba-tiba, di dasar air ada sesuatu yang menjalar di kakinya.
"Waaaa.. ulaaaarrrrr" pekik pak bagus lg langsung ngacir ke darat..nafasnya ngos2an.."aduh, Ampun Gusti..kok malang nian nasibku ini" bisiknya dalam hati..Sekarang dia berjalan secara hati2 sekali..
Tiba-tiba.. Sretttt.. Bukkk!! Ternyata, pak Bagus jatuh terpeleset saat menginjak kulit pisang. "Duh, siapa sih yang membuat kulit pisang di sini! Menyebalkan sekali!!" omelnya sambil melempar kulit pisang itu ke arah pohon pisang.
"Mas jangan lempar sembarangan mas" kata seorang wanita berpakaian putih2, rambut panjang, sambil ketawa cekikikan..."Hiiiii...hiii....hi....".
"Waaaaaa....!!" teriak pak Bagus sambil lari tunggang langgang, ketakutan. Tapi, tiba-tiba saja di depannya sudah berdiri sesosok mahluk halus lainnya, pocong.
"Waduh kok dia lagi sih, kan dia udah muncul tadi, Tolonglah ya Gusti, berikan daku yang lain aja, jangan yang itu" tunjuk Pak Bagus kedepan sambil matanya merem melek ga berani tatap empat mata secara langsung..
"Pak..pak.., bagi uangnya dong..?" sapa seorang anak kecil sambil menarik-narik baju pak Bagus. Saat pak Bagus memandangnya, "Waaaaa...!!" pak Bagus kembali berteriak dan lari tak tentu arah. Anak itu ternyata berbadan kecil tanpa kepala.
Pak Bagus terus saja berlari dan berlari, dia berharap malam ini akan cepat berganti..tetapi apa daya waktu tidak bisa dipercepat. Karena terlalu lelah berlari Pak Bagus kemudian istirahat sebentar disebuah gubuk, kakinya sdh tdk sanggup lagi berlari.
"Masuk sini pak. Jangan di luar situ. Dingin malam-malam begini. Mari silakan..!!" Sahut suara dari dalam gubuk. Pak Bagus senang sekali ditawari hal demikian. Tapi saat kakinya hendak melangkah ke dalam pintu, tiba-tiba saja...
Jedog! Rupanya pak Bagus tersandung kerikil. "Waduoh". Didalam, Orang-orang sudah menunggu kehadiran pak Bagus untuk...
MERAYAKAN ULANG TAHUNNYA!
"Halaaah, bukan bapak ini yang kita tunggu!" teriak salah satu tamu yang hadir di sana. "Maaf pak, saya persilakan bapak segera meninggalkan tempat ini. Saya tidak bermaksud mengusir tapi maaf, bapak bukan tamu undangan kami", kata tamu itu.
Pak Bagus kebingungan. Dia berjalan kembali keluar. tapi, pocong yang tadi ditemui pak Bagus muncul lagi. kali ini dia membawa temennya yang juga suka loncat-loncat, Vampir.
Pak Bagus pun akhirnya merasa serba salah. Keluar bertemu dengan pocong, tidak keluar amukan para undangan mengancam hidupnya.
Akhirnya Pak Bagus memakai cara alternatif. ia mengambil hapenya dan memanggil 14045.
Eh ternyata itu nomor sebuah hotel angker dengan kunci bernomor 14045. "tat..tit..tut..tat..tit...tut..hapenya berderik"..kriiiikkkkk...kriiiiiiikkk..hapenya berbunyi lagi..tp ga ada yg ngangkat..
Pak Bagus merasa semakin terpojok. Akhirnya, terbesitlah suatu gagasan yang menurut pak Bagus akan bisa menyelamatkan hidupnya. "Maaf, saya mau bertanya, apa di sini sudah ada tukang cuci piring?" Tanya pak Bagus sambil tersenyum semanis-manisnya.
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
ferie: numpang nyumbang hehe...
bibicriwis: lam kenal ya... ikut gabung... semoga diterima...
bibicriwis: salam kenal ndoro kakung... terima kasih telah bersedia meluangkan waktu bergabung dengan kami...
Mr. Smith: sebenernya yang takut digebuki massa itu pak Bagus apa pak Agus ya? =)
bibicriwis: dua-duanya tahu... kan maling ketemu maling heheh...
budiescool25: Sial...lagi...sial lagi...