Detektif
Aku berlari meninggalkan rumah tanpa menengok sekali pun ke belakang. Suara ibuku memohon aku kembali sudah tak kugubris lagi. Aku sudah jenuh dengan segala kepalsuan ini. Aku tidak ingin lagi jadi santapan hidung belang yang dibawa ibuku. Aaaaahhhh.
Ingin rasanya kuberteriak sekeras-kerasnya hingga membuat orang pingsan bila mendengarku. Lagi-lagi harus kupendam keinginan itu, dan aku hanya bisa menjerit dalam hati ini saja.
Aku harus pergi tanpa suara dan tanpa jejak karena aku tak ingin penghuni rumah "neraka" ini tau kemana aku pergi. Persetan dengan uang, aku hanya ingin bebaaasss...!!!
Aku terus lari dan berlari dengan satu tujuan. Tujuanku adalah suatu tempat yang jauh dari tempat ini. Tempat di mana aku bisa menyendiri dan merenungi kehidupanku yang telah kulalui.
terengah-engah, entah kenapa aku sudah berhenti di depan sekolahku. Pada hari minggu ini, gerbang sekolah tutup. Tetapi entah kenapa, gerbang yang tinggi hitam itu lebih membuatku merasa bebas daripada di rumah yang baru saja kutinggalkan.
Kulewati gerbang penuh kebebasan itu dengan terengah-engah. Aku harus lari sejauh-jauhnya.
aku pun memasuki sekolahku, tanpa pikir panjang aku pun segera masuk ke dalam kelasku. alangkah terkejutnya aku ketika aku tiba-tiba.
Semua tampak berbeda sejak terakhir aku memasuki kelas ini.
Sebenarnya aku sudah nekat. Pak Bronto sudah berkali-kali meminta agar aku menjadi istri mudanya. Gila, pikirku saat itu.Tapi dalam keadaan terjepit seperti sekarang ini, itu menjadi pilihan yang logis. Aku pasrah. Ya Tuhan..
Gosipnya Pak Bronto memang banyak "memangsa" teman-temanku, kemudian mereka hilang satu persatu secara mendadak. Ada yg katanya pindah sekolah, berhenti sekolah, meninggal, dan yg terakhir katanya disuruh ibunya beli jarum pentul belum pulang-pulang.
Dasar guru otak ngeres, pikirku. Aku sudah nekat...
untuk menghabisi pak bronto. Sudah kusiapkan sendok dan garpu ini.
tapi sebelum aku mulai beraksi, aku harus memikirkan cara untuk menghabisi pak bronto, aku pun mulai membaca buku..
Pak Bronto sedang duduk termenung seorang diri. Aku menguatkan hatiku agar nekat menusuk dada kirinya."Bress...!!" Pak Bronto berkelojotan sambil menahan kaget. Darah bercucuran dari jantungnya, memancur bagai anak sungai. Aku puas melihatnya.
Segera aku merobek-robek halaman buku yang baru saja kubaca untuk membersihkan bekas darah di sendok dan garpu tersebut. Aku harus menghilangkan jejak pembuhunah ini.
ternyata saat aku membersihkan sendok dan garpu, aku baru sadar bahwa buku yang kubaca itu adalah tentang tips menghilangkan jejak pembunuhan.
Aku segera mengumpulkan kembali robekan buku itu dan menyatukannya bagai puzzle. Lalu aku segera mengubur mayat Bronto di sekeliling rumahku. Aku mengerjakannya sendiri, karena aku takut ketahuan. Seperti lagu Matta, "Kamu ketahuan...".
setelah itu aku langsung mencari selotip untuk menyambung halaman buku yang kurobek, langsung saja kubaca halaman itu yang kebetulan sekali sedang membahas cara menyembunyikan mayat dengan benar, langkah-langkahnya ialah.
1. Periksa mayat itu apakah sudah mati betul atau tidak. Karena kalau belum mati, tidak bisa dikatakan sebagai mayat.
2. Pastikan Anda memakai sarung tangan pada saat menyembunyikan mayat, dan periksa sarung tangan Anda, apakah berlubang atau tidak.
3. Gali tanah yang dalam agar tidak gampang ketauan orang lain, yah tidak usah terlalu dalam, cukup 300 meter di bawah permukaan laut. Cape deh..
4. Sudahkah Anda membeli peti mati? Kalau sudah, segera jual peti mati tersebut, karena akan memudahkan untuk melacak pembunuhan yang Anda lakukan.
5. Setelah anda menyembunyikan mayat itu, segera kubur kembali dengan cepat. Kalo perlu, anda ikut masuk dan bersembunyi di dalamnya, agar menghilangkan jejak.
6. Kubur juga semua barang-barang bukti yang ada, dengan begitu polisi akan kesulitan membuktikan bahwa Andalah pelakunya.
7. Setelah itu gantilah identitas anda, lakukan operasi face off agar anda berganti rupa, ambillah wajah yang tidak begitu terkenal, misalnya wajah Osama bin Ledeng.
8. Kalau menurut Anda berganti identitas kurang bisa menghilangkan jejak, gantilah juga kelamin Anda.
9. Pakailah yang bermerek, tapi jangan pakai kelamin yang bermerek Adam. Lebih baik merek Amsterdam. Kenapa??
10. Setelah itu menyamarlah jadi polisi yang akan menyelidiki kasus ini. Sehingga bisa mencari orang lain sebagai kambing hitam.
setelah membaca langkah-langkah itu aku pun mulai bergerak dan melakukannya, tapi sebelum aku mulai menyembunyikan mayatnya, aku harus melakukan sesuatu dulu.
Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi, dan membunuh pak Bronto dan menyembunyikan mayatnya.
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
aldiansyah: bentar.. ini cerita detektif harusnya ya?
tinta merah: yoi bro
tinta merah: ngomong2 tokohnya namanya siapa y? yg pastinya sih cewek
aldiansyah: oi, kok jadi cerita dewasa?