Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Priti Si Bajing Yang Gemar Loncat

Dongeng   Cerpen ini terbatas untuk anggota Group Junkeria

Sejak tadi siang hati Priti puspas. Bajing betina itu mengincar selai kenari yang dari tadi duduk manis di meja makan Paman Pras.

"Aduh laparnya," ujarnya memalingkan pandangannya ke perut yang berpaduan suara.

Meski bertubuh kecil, sebagai seekor bajing, Priti memang memiliki usus yang luar biasa panjang.

Namun ia harus berpikir ratusan kali untuk memakan selai kenari itu. Ia tidak akan lupa buntutnya yang agak botak kena sabetan Paman Pras gara2 mencuri bulan lalu.

Dia celingak celinguk, memerhatikan situasi sekitarnya. Bilakah Paman Pras ada di sana?

Jam2 siang begini biasanya ia sedang ongkang2 di kursi malas nya sambil menonton televisi. Tapi hari ini, tak nampak ia disana.

Priti pun berlari mendekati jendela, dengan waspada kembali mengintip ruang makan.

ia menggunakan tirai jendela itu untuk menutupi tubuhnya. Priti adalah bajing yang punya banyak ide.

Priti mengintip sekeliling kamar makan Paman Pras.

"Semoga tidak ada anjing besar nan galak itu", batinnya dalam hati. Tentu saja dalam bahasa bajing.

Priti menyusuri tirai, hingga menemukan tali pembuka tirai. Dengan ekornya, ia pun bermain 'flying fox' menggunakan tali tirai tersebut, hingga mendarat di meja makan.

Hampir bersamaan saat Priti landing di meja makan, terdengar suara guyuran air diikuti kenop pintu yang di putar dari kamar mandi disebelah ruang makan. Insting survival bajingnya pun bekerja cepat mengirimkan alarm tanda bahaya, serta merta...

Ia bersembunyi dibawah meja. dilihatnya kaki basah yang tidak memakai sandal.

Kaki itu betisnya gede, mirip kaki Mbak Yeni.

Priti harus menahan muntah gara-gara mencium bau kaki jelek itu.

Tentu saja menahan bau adalah skill yang sudah dikuasainya sebagai bajing suburban. Mencuri adalah pekerjaan sehari-hari maka priti pun belajar ilmu ninjitsu, dari komik ninja rantaro tentunya. Dengan sabar bersembunyi sambil menahan bau.. sampai...

akhirnya dia pun muntah...

uuu weeeek!!!

Guyuran muntah Priti membanjiri kaki basah berbau itu. Priti pun kabur ke bawah meja sebelum si pemilik kaki tersadar.

Melihat kakinya berlumuran muntahan bajing,Mbak Yeni kalap..diambilnya garpu dan pisau sekaligus,matanya mencari-cari dengan liar ke bawah meja..

Dengan sigap priti bersalto dan menyelip diantara ...

..dua batang kemoceng, rupanya Mbak Yeni memang kolektor kemoceng..

Kemoceng berbulu angsa itu berwarna putih kehitaman, dan sedikit biru legam di ujung setiap batangnya. Priti bersembunyi terus. Mbak Yeni berteriak jijik melihat kakinya yang sudah bau semakin bertambah bau.

Teriakan Mbak Yeni membuat Paman Pras merasa terganggu dan kemudian menghampiri Mbak Yeni dengan hidung mengendus-ngendus sesuatu yang bau maha dasyat.

"Ada apa sih? ebuset, bau banget yak.." , celetuk Paman Pras, sembari mencari-cari sumber bau tersebut.

"Tuh ada apa di kakiku. Aku ngga tau itu apa", Kata mbak yeni kesal.

"Hmm.. dilihat dari komposisi dan takarannya yg pas,ga salah lagi..itu isi perut bajing yg rajin diet","mana bajingnya?".

"Ga tau deh..!!" Mbak Yeni semakin kesal. Dia meraih benda terdekat yang dapat menyingkirkan sumber bau di kakinya itu, salah satu kemoceng berbulu angsa itu. Priti kaget dan melompat.

Melompat memang keahlian utamanya. Jadi, bila ada aksi yang spontan maka melompat adalah hal terpenting dilakukannya. Setelah itu baru dia bisa berpikir.

meloncat 2 kali ke kiri,ke kanan,setelah itu loncat memutar setengah lingkaran,Priti mendapat ide brilian untuk ee' di kaki Paman Pras...

Namun Paman Pras ternyata lebih gesit daripada Mbak Yeni..

Saat priti meloncat dengan mendahulukan pantat ke arah Paman Pras, dalam hitungan perdetik paman Pras segera sadar, dan melompat menghindar ke belakang dengan kedua belah tangan dibuka dan satu kaki ditekuk ( a la lompatan kungfu). Namun, GUBRAK! ...

Paman Pras jatuh telentang di lantai dapur setelah menginjak ceceran muntahan Priti..Bajing betina ini menyeringai penuh kemenangan..

Namun membuat paman pras naik pitam. hingga..

telinganya berwarna hitam sehitam bajing...

Mbak Yeni yang panik melihat kejadian itu berlari mundur, "Kyaa kyaa... " ( walau panik masih sempat berlagak cute ala abg2 Jepang) ... karena mundur tanpa spion hasilnya adalah menabrak rak perkakas dapur... GROMBYANG-KLONTANG !

Semua perabotan dapur dengan sukses pecah.

Sebuah panci dari tembaga yang cukup berat mengenai kaki priti. "Kaiiinn", terdengar priti berteriak kesakitan. Kakinya sakit saat digerakkan.

Ekornya tergolek lemas. Priti pasrah bila ditangkap.

muka nya sudah menunjukkan raut muka ketakutan. Terlebih lagi ketika paman pras sudah berdiri di depannya.

Tapi kemudian datanglah Prito,bajing jantan pujaan hatinya, yg meloncat di sela-sela kaki Paman Pras.

Dengan giginya yang runcing, ia lantas menggigit ujung jempol paman pras yang tidak bersepatu.

Paman Pras kesakitan, melolong laksana bajing lagi kasmaran..

Hal itu membuat Priti naksir dengan lolongan paman pras.

Tapi kemudian, prito langsung menghampirinya, menyadarkannya dari lamunan. 'nguik nguik', suara prito seakan bertanya "apakah kamu ngga papa".

Priti menatapnya dengan lemas..

Tanpa sadar Mbak Yeni sudah di dekat mereka membawa sekaleng Baygon yang siap disemprot.

Priti dan Prito kaget bukan kepalang. Obat nyamuk adalah musuh bebuyutan para bajing.

Mereka segera lari terbirit-birit ke lantai dua berharap bisa memperlambat gerakan Mbak Yeni.

Telat. Mbak Yeni telah menyemprotkan Baygon di tangannya ke seluruh ruangan.

Dengan kecepatan 50 km/jam, udara rumah pun dipenuhi Baygon, terhirup Priti dan Prito, kemudian mengendap.

"Ayo lari ke kebun!" teriak Prito sambil mengenggam lengan Priti.

Meski sempoyongan, mereka bergandengan kaki-depan mengebut kearah pintu belakang. Beberapa kali mereka mesti mengerem dan manuver tajam agar tidak menabrak. Saat telah di depan pintu anjing dan siap meloncat, tiba-tiba ...

"Duh..kebelet nih,tapi ga sopan pup di rumah orang sembarangan,gimana donk??" Priti meringis..,tanpa pikir panjang,Prito memutar arah diikuti Priti, berloncatan ke arah toilet.

Ternyata Mbak Yeni dan Paman Pras sudah terkapar pingsan gara-gara kebanyakan menghirup aroma Baygon. Untung saja cuma Baygon Kiddie, jadi tidak mematikan.

Balik dari toilet,Priti dan Prito melihat kedua orang pemburunya terkapar di lantai,keduanya tersenyum licik,kemudian loncat ke meja makan.."Saatnya pesta pora!!".

Saat itulah dari pintu-anjing melongok raut muka jelek si Brutus, Bulldog penghuni rumah itu. Sejenak si Brutus bersin mengendus sisa-sisa bau Baygon.. pfffrtt ( kira-kira seperti inilah model bersin si Brutus).

Brutus menggeram sangar. Tapi kedua insan bajing itu tidak mendengar karena sedang mahsyuk dengan pesta boga di meja makan Paman Pras.

"Hmmm maknyus...",Priti bergumam dengan mulut belepotan selai kenari....

"Hey, ada kopdar... makan-makan gak ngajak-ngajak. Asyeem", tiba-tiba muncul Chikus si Putri Kopdar.

Priti dan Prito terkejut. Mereka bukanlah bajing yang rasis, tapi bagaimanapun juga sigung seperti Chikus kalau emosi selalu mengeluarkan bau yang tidak sedap.

"Alamat berebut makanan nih",pikir Prito...

Namun chikus yang terkenal rakus makan segera mengusir mereka dari meja makan, ia ingin menguasai makanan sendiri.

Prito hendak melawan, tapi dengan sigapnya Chikus mengarahkan ekornya ke arah dua bajing itu hingga keduanya mundur teratur.

Chikus makin galak. "Minggi kalian!" teriaknya.

Prito tak bergeming.

"Minggir, nggak?" teriak Chikus lagi. Prito malah melet.

Chikus marah hingga kentut. Bau kentut itu menyebar dan membaur dengan aroma Baygon Kiddie yang telah melumpuhkan Paman Pras dan Mbak Yeni.

Untung di dekat situ ada masker. Entah milik siapa. Prito dan Priti langsung menyambar masker itu dan menutup hidung mereka.

Tapi kombinasi keuda zat beracun itu membuat Paman Pras dan Mbak Yeni bangkit dari pingsan.

Mereka langsung berdiri tegak seperti zombie. Pandangan mata mereka kosong. Tangannya terangkat. Lalu berjalan lompat-lompat.

Tanpa menyadari bahaya yang mengancamnya. Ia justru menghabiskan selai kacang di meja.

Melihat selai kacang itu habis, Chikus pun jadi berang. "Heh! Siapa yang menyuruh kalian makan itu selai?" teriaknya.

"Makan" teriak zombie Pras dan zombie Yeni. Perhatian mereka tertuju pada sigung bernama Chikus itu.

Chikus kaget melihat dua zombie itu berjalan ke arahnya. Ia panik, mengira bakal jadi santapan zombie yang kelaparan itu. "Waduh, bagaimana nih?" pikir Chikus.

Saat itulah dia melihat Brutus, yg dari tadi di acuhkan, menyeringai nangkring diatas meja dapur siap menerkam...

Dengan Brutus di depannya, dan dua Zombie di belakangnya, Chikus memutuskan untuk menunduk sehingga zombie-zombie menerjang Brutus yang hendak mengigit.

Benar saja, terjangan para zombie dan Brutus yang tak terkoordinasi membuat mereka bertabrakan di udara. Namun, satu yang luput dari perhatian Chikus.. mereka bertabrakan tepat diatasnya.

Lalu jatuh tepat di atas Chikus.

Serentak Prito dan Priti meloncat-loncat tertawa-tawa. Bersalto ria.

Mereka berloncatan setinggi mungkin karena selamat dari mara bahaya.

Tapi malah mereka jatuh menumpuk si zombi, chikus dan brutus.

Terjadilah adegan yang sangat slapstik. Mereka semua terkejut dan lari ke arah yang berlawanan.

kemudian berbalik lari ke tengah lagi,..bertabrakan lagi dengan posisi yg sama seperti sebelumnya...

"JEDHUOKK!!!" suaranya.

Beneran sakit. Sudah gitu, tidak ada suara ketawa sebagai backgroundnya, seperti adegan slapstik lazimnya.

"Kalau loncat hati-hati dong!" gertak Priti.

"Hati-hati, Ndasmu!" Chikus mengumpat. "Aku kan nggak lihat kalian.".

"kamu sih gak pake sein kanan"jawab priti lagi.

"Sini ku kasih sein kanan!" tukas Chikus sambil menampar pipi kanan Priti hingga merah memar. "PLAK!".

"Dan kamu juga ga make sein kiri!,Nih!!",bersamaan dengan itu,priti balas menampar pipi kiri Chikus.."PLUK!!".

Kekuatan bajing kiri yang sedang emosi dan ketakutan sungguh luar biasa, tamparannya di pipi kiri membuat chikus terlempar jatuh dari meja.

Chikus terjauh dan pingsan. Priti tertawa riang. Prito ikut meloncat, dan dengan ekornya masing-masing mereka saling toos, menunjukkan kemenangan.

Prito kemudian berhenti meloncat dan kemudian memegang erat tangan priti. Dengan tatapan yang tajam, prito menatap mata priti. membuat priti menjadi salah tingkah.

Priti merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Kondisi seperti itu membuatnya tak kehilangan kata-kata lalu ia pun pingsan.

Saat Priti terkulai, ekor mata prito menangkap bayangan yg meloncat dari belakang Priti. Sepersekian detik, matanya langsung mengikuti dan melihat Brutus tengah melompat melayang kearah mereka dengan mata merah, mulut menganga, dan lidah berkibar2.

Prito menggendong Priti di punggungnya. Ia pun meloncat kesana kemari, ke atas kursi, meja, menjatuhkan sendok, garpu, pisau, piring. Ia terus meloncat-loncat menghindar kejaran Brutus.

Saking paniknya,Prito tidak sadar meloncat ke perapian di pojok ruangan...Bau harum daging dan bulu terbakar menyebar ke sekeliling...

Aaaaaa..! Jerit prito, ekornya mengepul buru2 di loncat sprint ke kamar mandi.. csssss.. nyemplung ke bathtub.

Dilihatnya ekor yang terbakar itu, beberapa bagian tampak menjadi gundul dan hangus.

Tidak ada waktu mengkuatirkan ekornya,brutus sudah di depan mata. Prito tetap menggendong Priti, melompat ke wastafel.

Brutus dengan sigap juga mengejar melompat ke wastafel. Namun malang, pijakan kakinya mengenai sebuah sabun cuci sehingga brutus terpeleset dan masuk ke dalam wastafel. Air keran yang dingin mengucur membasahi tubuhnya.

priti tetap pingsan.......

"Wah... lumayan bisa belajar berenang, ga bakal tenggelem" kata brutus yang ternyata malah keasikan berendam di wastafel.

Ya wis ben.. yang penting Brutus bisa menyelamatkan semua temannya.

"Selamat sih, selamat. Tapi buntutku gimana nih?" keluh Prito.

Masih dalam gendongan Prito, Priti pun terbangun. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aah, aku pingsan ya?".

Priti pun tersenyum bahagia. Prito membelainya dengan kasih sayang. Mereka tertawa bersama, dan akhirnya keduanya bisa sampai dengan selamat ke tempat yang aman.

Selesaikah persoalan?

Lalu bagaimana nasib paman Pras dan mbak Yeni ?

Dan bagaimanakah nasib buntut Prito?

Ternyata..tak lama kemudian..Mbak Yeni yang sudah siuman,berteriak dari belakang.." Makan Siang sudah siap!!" dan berhamburanlah mereka menuju meja makan..

tapi mereka semua kecewa, ketika tak mendapati satupun makanan yang layak dimakan disitu. "Apa apaan inih? masak kita disuruh makan makanan kayak gini?" Protes Sasya, teman Prita n Prito.

"Sudah jangan banyak ribut, makan saja!! Cari uang lagi susah kok banyak ribut. Tinggal makan aja!!".

***

Sore hari itu Priti menatap langit. Perutnya masih penuh makanan tadi siang.

membayangkan dirinya jadi Artis tenar,setenar chipmunks brother dalam Alvin and the Chipmunks,..

Priti kembali puspas.

Padahal tadi siang ntu dia dah latihan maksimal dengang semua penghuni rumah,Mbak Yeni,Paman Pras,Prito,Chikus dan Brutus..,masih merasa belum siap,padahal festival film indie se RT sudah di depan mata..

Priti lalu mencari akal bagaimana caranya bisa jadi artis terkenal.

Untunglah Priti kenal dengan Dewiq, yang bersedia mengorbitkan Priti sebagai penyanyi solo dengan single hits yang berjudul : Priti Priti Melati.. Merah Merah Delima... bete bete aaah.. bete bete aaah...

Saat hari H. Semua pemain dan kru pendukung telah ada di backstage. Para pemain telah siap dengan tata riasnya dan sedang membaca-baca dialog.

"Busyet, banyak juga nih yg mesti diinget", ucap salah seorang pemain yang tak lain tak bukan adalah Priti. "Yang penting bisa maen film, siapa tau ada stasiun tipi yang nyarin filmnya...hehehe".

Karena putus asa, akhirnya Priti memutuskan untuk mengikuti audisi sinetron India berkedok Indonesia yang tayang di indosiare.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.