Dongeng
Weekend ini Rachel, anjingnya Diva, nginep di rumah selama satu malem. Sayangnya, yang namanya nginep di rumah pacar majikan diterjemahkan menjadi "bebas-boker-dan-kencing-di-mana-saja-gue-mau".
Sasaran pertama Rachel adalah dipan besar dengan seprei satin putih.
Di mata Rachel, seprei itu lapangan rumput luas tempat ia biasa berlari-larian bebas tanpa batas.
Dengan hati yang membuncah Rachel menaiki kain satin yang dingin itu, lalu mulai memasang kuda-kuda.
"Gue harus meningkatan energi kosmos agar apa yang gue cita-citakan terkabul," raung Rachel. "Konsentrasi. Pusatkan energi di ujung ekor gue. Ngggggehh...yak...terus...terus, hampir berhasil.".
"ttuuuttt... eeek... crooottt... lega!!! uhuy.. hmm.. lega dah".
Tante Ong, kucing persia tua Diva nampak sebal melihat kelakuan Rachel. "Dasar anjing kurang ajar..." gerutu Tante Ong.
"Miaww.. miaww.. weee.. miawwwww..." raung Tante Ong.
Tapi, Tante Ong berbaik hati membiarkan Rachel bahagia -- untuk sementara.
Lalu Tante Ong berlari turun, membangunkan Tante Vita: herder betina tua yang mudah gundah.
Herder itu sedang tidur-tidur ayam di pojokan ruang makan. Ketika melihat Tante Ong datang dengan tergopoh-gopoh, Tante Vita langsung menegakkan kaki dan kepalanya. Ekornya mengibas ke kiri dan kanan.
"Apa Ong! Lo ada gosip apa?" tanya Tante Vita.
"Itu tuh, si Rachel, anjing pudel punya pacar majikan kita. Bossy banget deh. Kerjain aja yuk!".
"Bossy gimana sih? Bukannya si Rachel itu cuma anjing seuprit? Masak kamu kalah sih, Ong?" kata Tante Vita menggonggong. Guk-guk!
"Ya iya, bossy banget tahu. Mentang-mentang majikannya pacar si bos, jadi kalau kita apa-apain kan ntar pacar bos ngadu lagi ke bos, kita lagi yang dihukum pastinya.".
"Oh gitu. Berarti dia memang anjing yang kurang ajar. Sok tahu!" kata Tante Vita sambil menggeram.
Tiba-tiba si kecil Rachel ngintip dari balik pintu. "Guk-guk, grrr..." sapa nya.
"Nah, speaking of the devil," Tante Vita membatin. "Oh, ini dia yang namanya Rachel ya? Guk-guk!" Tante Vita menggonggong kencang.
Tante Vita memang bisa bahasa anjing. Mungkin sebentar lagi dia belajar bahasa kucing.
"Nih biang kerok nya.. gangguin aja yuk", ajak Tante Ong.
Tante Ong lalu mencoba berkomunikasi dengan Rachel. Dia menggonggong, tapi si anjing Rachel tidak ngerti maksudnya.
Rachel malah mengangkat satu kaki belakangnya, sambil menjulurkan lidahnya yang pendek nggak, panjang juga enggak, ia bersiap-siap untuk...
menggigit hidung tante ong yang terlihat seperti bakpau.
Namun tante Ong tidak kalah sigap, ia lebih dulu menggigit si anjing yang terbengong bengong karena seharusnya ia yang melakukan hal itu terhadap tante Ong.
karena merasa kesakitan, Rachel melolong lolong.
Lolongannya membelah langit, mengganggu Scooby Doo yang kebetulan tengah kesasar ke kota tersebut. Dengan lagak bak pahlawan anjing kesiangan, Scooby Doo sigap mendatangi Rachel. Maklum, masa `produksi` bagi anjing jantan.
Sambil mengoyang goyangkan ekornya, Scooby Doo melepaskan lirikan mautnya kepada Rachel yang sedang melolong lolong. Sambil berteriak "Lolong..! Lolong..!!, Lolongin saya dong".
Dengan sigap Scooby Doo dengan gaya heroiknya dan membusungkan dada langsung maju kedepan menghadang tante Ong. Akan tetapi ..
scooby tersengkal kakinya sendiri. Ia terjatuh menggelundung lalu menabrak..
GUBRAAAKKK...!! Badannya mendarat mulus, menghantam tong sampah yang terletak tak jauh dari TKP. Kontan saja, sayur basi, saos asem, pepaya busuk yang ada di tong sampah kini berpindah tempat ke seluruh tubuh Scooby Doo, yang masih berkunang kunang.
Tante Ong terbahak melihat kejadian itu. Lemak disekujur tubuhnya bergerak-gerak mirip bumi sedang gempa. Rachel jadi bergidik ngeri melihatnya .. woof woof .. kaing kaing.
Sesaat kemudian Scooby kembali beraksi meski masih sempoyongan dia lari merangsek maju hendak menghajar tante Ong yang sedang terpingkal - pingkal sambil berguling - gulingan .. Walhasil ..
tante Ong semaput dengan sukses..
Scooby merasa bingung dengan apa yang telah dilakukannya. Dengan tubuh tambun tante Ong tersungkur di depannya, Scooby pun menggigit jari... eh kaki.
...Scooby pun menggigit kaki majikan Rachel secara tak sengaja. "Adaaww", teriaknya. Tanpa basa-basi Scooby ditendang keluar rumah. Dasar! Bukannya bantuin malah diusir...
Tante Vita yang menyaksikan kekacauan itu menjadi senewen setiap kali melihat Rachel, rupanya prilaku anehnya terbaca oleh Diva.
"Hush...hush", seru Diva kepada Tante Vita. Kemudian ia menggendong Rachel dan membawanya ke tempat yang aman...
"Sialan Rachel, dia yang nakal, aku yang di usir," kata Tante Vita dengan kesal sambil membantu Tante Ong sadar dari semaput. Hmm, bagaimana ya cara membalas si anjing kurang ajar itu?
Ting! Tante Vita baru saja menemukan cara membalas Rachel. "Apaan sih", tanya Tante Ong. "Begini, aku dengar besok Rachel akan mandi disini, kita ganti aja samponya jadi sampo cuci mobil, majikanku punya kok." jawab Tante Vita sambil nyengir..hehe...
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
ketuakelas: Piggyluv... racher kok meong-meong?
PiggyluvHan: rachel ny kejepi...
PiggyluvHan: rachelnya kejepitt..
PiggyluvHan: sbenrernya.... salah ketik td..hehe.. yg pny cerpen, editin dunk.. ganti,"Raung TANTE ONG"
PiggyluvHan: andi: Tante ong t kucing!!!
PiggyluvHan: Thx uda di editin.. hehe
funkshit: piggy kok bisa double ??? ada yang diapus ya ??
PiggyluvHan: iya punya si andi tu yang di apus. keluar jalur dia nya.. haha
PiggyluvHan: koq blm ada yg nambahin?
ketuakelas: sudah!
yayiyayi: ini postingannya raditya dika ya?
Istifajar: ikut nimbrung ahh ;)
indisa: lucu lucu... hihihi lucu