Humor
entah mengapa semenjak ngekost, aura bintang ku makin pudar.
Aku merasa semua pandangan mata yang selalu tertuju padaku berpindah ke gadis yang tinggal di sebelah kostanku.
Teman sebelah kamar : "Eh, kamu dulu bintang sinetron Tersandung 9 kan ? Kok gak main sinetron lagi? Apa sekarang ganti main ketoprak? " (tertawa cekikikan).
"Eeng..., kok kamu tau? Pernah liat aku? Gara-gara Tersandung 9 itu, aku jadi sengsara. Tapi sudahlah, itu masa lalu. Aku gak mau kesandung lagi.
Teman sebelah Kamar: "Namaku Venny, kamu?".
"aku tasya.. tasya tamasya".
"Oh, Tasya tamasya yang sering pergi ke Malaysia?".
"Bukan, masa kamu ngak pernah nonton film ayat-ayat setan si ?, emang disana aku pergi ke malaysia, akukan pergi ke Macau".
kamu udah pernah ke macau?? waouw....lain kali kalau ke macau jgn lupa k rumah andi lau,minta ajarin bikin bakpau....
Maaf saya disana buang uang, namanya juga orang kaya. bay de wei, Bakpaunya isi daging apa kacang ijo?
Wah bisa macam-macam, semuanya ada..ditanggung enak setengah mati sampai kacau balau.
Aku lalu melongok ke kamar sebelah lagi. Kebetulan penghuninya lagi mandi. Aku melihat beberapa poster binaragawan di dinding. Pasti ini kamar si personal trainer yang oks bangets itu. Ih mau dong kapan2 dilatih. Di sudut kamarnya aku menemukan...
... fotoku !!! Foto sewaktu aku masih membintangi Tersandung 9. Harapanku mulai tumbuh. Apakah ini suatu pertanda bahwa kebintanganku sebenarnya masih dirasakan oleh yang lain?
Walaupun pada foto itu hanya separuh badanku sebelah kiri saja yang terlihat, itu pun setelah aku berdesak-desakan ingin ikut difoto.
Semua gara-gara hadirnya selebriti karbitan semacam Andi Solaria, Dewi Picik, Luma Yana, Cinta Pa Ora, Andika Bhayangkara dalam film Tersandung 9 yang membuatku tersingkir. Harapanku satu-satunya ada pada PT yang sedang mandi ini.
Masih ingat kala itu ketika aku masih SMA. Sewaktu aku mengikuti kasting Sinetron Tersandung 9 ini. Ceritanya mereka lagi mencari pemeran utama pengganti Lulu Tebing. Salah satu adegan yang harus kulakukan waktu itu adalah ...
terjun dari tebing setinggi 100 meter tanpa alat pengaman.
Pada saat shooting pun, adegan terjun di tebing juga harus kulaukan berkali-kali. Sampai-sampai badanku mati rasa semua.
tapi tak apalah, karena aku memang berniat serius dalam dunia ekting akupun rela melakukan semua itu. itupun sebenernya masih belum seberapa dibanding adegan diemut gajah yang pernah kulakukan sebelumnya.
shooting yang mengambil waktu 24jam sehari 7 hari seminggu pun rela kujalani.
demi menunjang semua itu aku rajin meminum jamu tolak peluru dan jamu kuat makan yang sengaja diracik oleh dukun langganan keluargaku.
dengan jamu itu aku bisa selalu tampil bugar dan menawan. Seolah-olah hidupku begitu sempurna.
padahal setiap pagi aku menderita sembelit yang mengakibatkan aku selalu menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan pendudukan dan pengeboman terhadap lobang wc.
Dan sekali ngebom keluarnya keras-keras dan panjang namun banyak, sampai wc tak mampu menampungnya.
sebuah tepukan di pundak menyadarkanku dari lamunan. ternyata sang PT yang menepuk pundakku. "kalo mo bengong jangan di sini, kesambet jin gentong baru tau lu !", katanya setengah bercanda.
aku pun tersentak kaget... rasanya bagai mimpi... pundakku ditepuk oleh PT yang selama ini aku idam-idamkan (dan dia ngidam-idamkan aku juga kayaknya). layaknya punguk merindukan bulan, aku pun masih terpana terpesona dan tak berkedip sedikitpun.
"yaelah.... tambah bengong. kesambet beneran lu ye ?", tanyanya lagi.
PT masih hanya menggunakan handuk tebal biru,dan aku bertambah kaget melihat tenunan bertuliskan "Tersandung 9" dengan wajah perempuan. Tidak Jelas wajah siapa, namanya juga hanya tenunan. Tapi aku semakin yakin.Aku terus menatap ke bagian handukny.
Tiba-tiba bagian tenunan wajah perempuan itu menonjol seperti akan keluar. Hah?! Perempuan dalam handuk itu hidup? "Hei, jangan tambah bengong!" teriak PT itu memperbaiki posisi handuknya.
Aku terbangun dari khayalan dan harapan-harapanku. Aku pun malu, apalagi tak lama kemudian aku mengeluarkan gas berbau telur, dari dua biji telur yang aku goreng dan makan sebelum ini dengan kecap manis BCA dan dua centong nasi putih..
"No problem. Itu alami kok," ujar si PT. "Aku sepertinya mengenalmu. Tapi, di mana ya?".
ya inilah ratapan anak kost,semuanya menghilang sdikit demi sedikit..apakah kali ini aku kehilangan harga diri d depan penggemarku?
tapi, dengan bangganya akupun berkata, "YEAH BABY, aku memang hobi kentut mbak! dari jaman saya ngisep jempol kaki!!".
Bagaimana menurut mbak bau kentut saya?? Oke kan...bahkan parfum bvlgari pun kalah deh...
"Pastinya"...
pastinya memang mengingatkan waktu aku jadi pemeran utama di sinetron "warung kopi di pojok kuburan", sebuah sinetron dengan tema horor.
dimana mengharuskan akting mengeluarkan gas yang panjang dan penuh perasaan.
Tak berapa lama kemudian, Venny nongol di kamar PT sambil berkata, "PT, pinjem handukmu donk. Handukku belom kering nih abis kucuci kemaren.".
"lha inyong pake apa kalo situ pinjem anduknya inyong", mungkin akibat terkena kentutku mendadak sang PT memperlihatkan logat banyumasan-nya.
"Mau pake handukku aja pa?" aku mencoba menawarkan diri.
"But ai kent pakai towel bekas other pipel.." PT malah sok ngebule. Mungkin tengsin kali yaa tadi keceplosan banyu mas-nya keluar.
Venny pun membalas, "Apa urusanmu ?!! Yang mau minjem 'kan aku. Makasi ya Tasya." Dan Venny pun menungguku mengambilkan handuk buatnya.
kuberikan padanya handuk kegemaranku, handuk yang ditandatangani oleh seorang bintang pilem idolaku yaitu jon tralala yang ngetop dengan disko dangdut dan rambut poni lemparnya.
Aku pun memberikan handuk kepada Venny, dengan aroma yang khas yang merupakan handuk warisan turunan dari zaman perang, lngkap dngan bolong-bolong dmana-mana habis kna peluru.
"Ah... handukmu kok jelek sih? Aku gak jadi minjem deh. Handuk mantan artis kok kaya gini," dan Venny pun langsung ngeloyor pergi.
"Hei! tapi handuk ini punya nilai history yang tinggi!" seruku sambil menahan Venny yang hendak pergi.
"fosil juga punya nilai sejarah yang tinggi. tapi apa iya situ mo pake fosil ?", balesnya melecehkan.
"Jangan lihat dari bentuknya donk !!! Handuk ini mempunyai arti yang sangat dalam untuk diri ku" isak Venny... "Handuk ini menjadi saksi dalam perjalanan hidupku" ujarnya lagi.
Tapi Venny sudah tidak peduli lagi denganku. Dan ia tetap pergi meninggalkan aku yang terisak-isak. Ah... harapanku supaya bisa dekat dengan Venny pun sirna sudah.
"Rika aja nangis baen.." Si PT menenangkanku dengan memelukku. Handuknya yang menonjol terasa menekan dadaku.
"pokokna aing nggeus nyeuri hate", kataku sambil meleletkan ingus ke dada sang PT yang aduhay.
Ternyata setelah kuperhatikan, bukan hanya ingus yang keluar dari hidungku!
Tetapi..... jantungku berdetak kencang... !! "apa yang sedang aku rasakan ini ??? "ucap ku dalam hati.. kenapa jantung ku berdetak sekencang ini saat ia ada dalam pelukkan ku?".
Aku berusaha mengambil jarak tapi si PT malah mendekapku makin erat.
"kenapa.... kenapa .... jantung kian berdetak... akchhkk.... "lirih ku sambil tetap berusaha tenang dan menahan diri.
tenang... tenang... aku terus mensugesti diriku untuk tenang.
Si PT juga hanya diam saja.
Aku semakin bingung harus bagaimana, ingus hijauku sudah berhenti, tangisku pun su tiada tergantikan degup jantung yang semakin tak menentu dalam dekapan PT yang ternyata wong Banyumas.
ditambah lagi dengan tonjolan di handuknya yang makin menekan diriku.
"oh maaf ada yang ngganjel ya ? ini tadi aku pas mandi sambil bawa bebek2an plastik hehehhe", katanya sambil mengeluarkan bebek bebekan plastik yang terasa mengganjel dari tadi.
yang membuatku makin terkejut,,karena melihat bebek2an plastik itu muntah-muntah, dalam hati ku pu bertanya "ada apa di balik handuk yg sedang dipakai PT ?".
Aku menjadi penasaran ingin mengetahui isi di balik handuk yang dipakai si PT.
Dan... isinya ternyata adalah...
Ada bju daleman punyanya Tasya yang dah lama hilang tak tau kemana perginya.
tiga puluh tahun kemudian...
Aku bertemu lagi dengan PT di sebuah mall di bilangan Kelapa Gading secara kebetulan... Ngapain sih PT disini??
Ternyata PT telah menikah dengan Veni dan mempunyai 6 1/2 putra. Hati ku remuk melihatnya..
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
eric gun: PT sedang mandi ??
Dul Gimin: PT juga manusia hihihih
eric gun: ini "ratapan"-nya mau dibawa ke arah mana to?
gonmarley: ratapan kan sedih,ni ko malah santai