Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Siapa Satria, Siapa Rembulan?

Detektif   Cerpen ini terbatas untuk anggota Group Acakadul

Kepakarannya bermain kata tak mungkin diragukan lagi. Banyak kisah nyata jadi ceritera renyah. Sebut saja MpuKata. Karena kepiawaiannya kadang diminta jadi keranjang curahan hati. Rembulan bercerita tentang Satria. Siapa mereka? Ini Sayembara...

Rembulan menari dalam bayangan Satria, senyum telah tertoreh di hati sang Pahlawan, bahkan telah mengakar kuat meracuni hati Satria.

"Satria itu ada di tubir nasib yang telah dipahatkan atas dirinya. Ia meronta. Tapi, hidup tak melulu seperti dalam fabel," begitu perempuan itu berkata.

Tak terbatas kata-kata yang dicurahkannya, ia meniti setiap jengkal kalimat dengan keindahan yang tak terkagumkan. Ia pun ingin memenangkan sayembara itu. Tuhan, tolonglah, berikan pelangi dalam hatiku agar dapat menggoreskan penaku dengan cantik.

satria datang dengan gagahnya, disambut rembulan nan cantik jelita.

lenyap mendung disapu angin lalu.

Rembulan tersenyum penuh harap,memandang Satria berlari mendekat....namun hampa kian menyayat menunggu satria tak kunjung menggapainya.....Asa kian memekat Senyum rembulan perlahan memudar.

Telah tiga purnama hal ini berulang.

Mendung hitam menyelimuti wajah rembulan, aura purnama tak cukup untuk membuatnya kembali riang. Rembulan bermuram durja.

Hati Rembulan gundah gulana, sang Satria tak kunjung tiba.

"dimana gerangan, kakanda?".

hari - hari yang dilalui Rembulan tak sindah dulu lagi, "mau makan ingat kamu, mau tidur ingat kamu, mau mandi juga ingat kamu," begitulah nyanyian rindu Rembulan.

Saat-saat penantian kian memanjang seperti samudra yang tak berujung..

tapi karena cinta rembulan yang b'gitu dalam, ia tetap menunggu sang Satria....meskipun harus menghabiskan 7 purnama..

sementara sang satria melewat 7 samudra, 7 gugusan pegunungan sirkum asia pasifik yang mempesona. Rembulan hanya bisa berdoa. semoga Satria baik-baik saja.

Sementara hari berlalu, hati tak sampai diri menunggu, tapi cinta sejatiny tetap menunggu, walau dirundung asa, tapi tetap bertahan walau sampai diujung malam.

Rembulan yang menunggu sampai diujung pagi ...bertahan meratapi degub-degub kerinduan yang muncul tatkala mentari tenggelam diufuk barat dan berakhir dipenghujung pagi menjelang, demi seonggok asa akan dipertemukan kembali dengan Satria sang Pujaan.

"Akhirnya masa itu datang,.. kau seperti cahaya diantara pekatnya aura disekitarmu. Kau begitu kentara dan sungguh menyilaukan,...... akhirnya disinilah ksatria kita bertemu,...... " Rembulan pun tersenyum.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.