"Dalam perjelanan dengan sengaja sang pengemudi meletakan pistol di atas dasboard, dan tentu saja Marsijan sudah memahami apa yang terjadi dengan Jumadi sahabatnya, si pemilik mobil VW tua yang mengangkutnya. Marsijan terdiam...."
—Manusia Kutu
"Kawan si pengemudi itu langsung melompat tanpa menutup pintu mobiltua itu, ia langsung menghampiri Marsijan dan menyeretnya. "Mobil kawanmu kami pinjam sementara ini, dan sekarang lekaslah masuk atau kau mau bernasib sama seperti kawanmu, heh."..."
—Manusia Kutu
"Setidaknya masih ada sisa receh dikantung celana, padahal beberapa hari ini ia sudah karatan menunggu jemputan yang tak kujung datang. Setelah menghitungnya dengan penuh ketelitian, Marsijan akhirnya dapat berpuasdiri dengan penemuannya itu...."
—Manusia Kutu
"nganu, e... bukan, sepertinya... aduh bukan itu, tapi anu......"
—Anu
Ada yang membuatnya harus memilih, mati atau berbohong pada diri sendiri. Karena pada dasarnya manusia ada untuk mereka-reka kenyataan. —Sam-Sambas (4 bulan lalu)
meringis ada yang mengikat perut sampai tulang belakang. —Sam-Sambas (4 bulan lalu)
bergelut dengan rasa dingin dan deras air jatuh. —Sam-Sambas (4 bulan lalu)
sebentar lagi aku menuju mata air. —Sam-Sambas (4 bulan lalu)
Sekarang aku telah kembali pada pelukan api. —Sam-Sambas (4 bulan lalu)